Mekanisasi Produksi untuk Peningkatan Kualitas dan Standardisasi Produk UMKM LeBon Tangerang

Authors

  • Muhammad Setiawan Kusmulyono Universitas Prasetiya Mulya

DOI:

https://doi.org/10.26418/jplp2km.v3i2.40650

Keywords:

mekanisasi, sederhana, efisiensi produksi, kapasitas, standardisasi

Abstract

UMKM Tradisional mengalami masalah yang beragam mulai dari pemasaran, produksi, dan keuangan. Namun, pendamping UMKM seringkali memberikan pemahaman dengan konsep yang rumit dan tidak sesuai dengan kebutuhan para pengusaha. Penelitian tindakan yang merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya untuk mengidentifikasi peran mekanisasi dalam proses produksi yang dilakukan oleh Usaha LeBon, sebuah bisnis yang mengolah sumber daya ikan menjadi makanan cepat saji. Masalah kapasitas dan standardisasi produksi menjadi masalah yang menghambat kinerja perusahaan. Dengan bantuan pendanaan program hibah DIKTI, pembelian mesin dan pengaturan sistem produksi ternyata mampu mendorong kinerja usaha LeBon lebih efisien. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendampingan usaha mikro tidak harus selalu menghadirkan kerumitan dan kompleksitas melainkan pentingnya identifikasi awal untuk menemukan akar masalah dan kemudian menghasilkan solusi yang tepat guna.

Author Biography

Muhammad Setiawan Kusmulyono, Universitas Prasetiya Mulya

Entrepreneurship Department

References

Abrahamsen, M. H., Henneberg, S. C., Huemer, L., & Naudé, P. (2016). Network picturing: An action research study of strategizing in business networks. Industrial Marketing Management, 59, 107–119. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2016.02.006

Chang, W.L., Liu, W.G.H., dan Chiang, S. . (2014). A Study of the Relationship between Entrepreneurship Courses and Opportunity Identification: An Empirical Survey. Asia Pacific Management Review, ISSN(19 (1)), 1–24.

Ehrenhard, M., Wijnhoven, F., Broek, T. Van Den, & Zinck, M. (2017). Technological Forecasting & Social Change Unlocking how start-ups create business value with mobile applications : Development of an App-enabled Business Innovation Cycle. Technological Forecasting & Social Change, 115, 26–36. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2016.09.011

Hsieh, R., Kelley, D. J., & Liu, C. (2009). Recognizing Innovative Opportunities: The Mediating Role of Entrepreneurial Alertness. ICSB World Conference Proceedings;, 1–13. https://search.proquest.com/docview/192410733?accountid=26469

Kusmulyono, M. S. (2016). Peran Pengetahuan Pendahulu Dan Kepekaan Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Peluang Usaha Mikro Pedesaan. Jurnal Manajemen Maranatha, 16(1), 27–42. https://doi.org/10.28932/jmm.v16i1.4

Laage-hellman, J., Landqvist, M., & Lind, F. (2018). Business creation in networks : How a technology-based start-up collaborates with customers in product development. Industrial Marketing Management, 70(June 2017), 13–24. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2017.07.009

Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. The Free Press.

Rahman, H., & Ramos, I. (2010). Open innovation in SMEs: From closed peripheries to networked paradigm. Issues in Informing Science and Information Technology, 7, 378–393. https://doi.org/10.4018/978-1-61692-880-3.ch022

Siegel, D. S., & Renko, M. (2012). The role of market and technological knowledge in recognizing entrepreneurial opportunities. Management Decision, 50(5), 797–816. https://doi.org/10.1108/00251741211227500

Venkataraman, S. (2000). Shane and Venkataraman 2000. Academy Ol Management Review, 25(1), 217–226.

Downloads

Published

2020-10-29