Implementasi Promosi Kesehatan untuk Menurunkan Kasus Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v3i2.41946Keywords:
promosi kesehatan, balita, stunting, Puskesmas Dara JuantiAbstract
Abstrak: Puskesmas Dara Juanti menduduki peringkat pertama dengan kasus stunting tertinggi di Kecamatan Sintang dengan angka kejadian sebesar 26,62 % pada Tahun 2016, mengalami peningkatan sebesar 27,02% pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 turun menjadi 22,79%. Walaupun kasus stunting mengalami penurunan, akan tetapi kasus stunting maksimal yang dipersyaratkan oleh World Health Organization (WHO) adalah 20%. Permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Darajuanti yaitu belum dilakukannya program intervensi yang efektif terhadap kasus stunting khususnya peningkatan pemahaman akan pentingnya asupan gizi dan cara pengasuhan yang benar pada ibu yang memiliki balita. Adapun solusi yang akan dilaksanakan dalam rangka penyelesaian masalah diatas adalah peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan tentang gizi balita dan praktik pemberian makan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pentingnya asupan gizi dan cara pengasuhan yang benar pada balitanya serta peningkatan pengetahuan tentang bahaya stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2020 di posyandu Ulak Jaya. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan (p value=0,00).
References
Adistie, F., Lumbantobing, V.B.M, and Maryam, N.N.A., 2019. Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang pada Balita, Jurnal Universitas Padjajaran, 1(2), 2018, hal. 173-184.
Andriani, W.O.S, Rezal, F, Nurzalmariah, W.D.S.T., 2017. Perbedaan Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Ibu Sesudah Diberikan Program Mother Smart Grounding (MSG) dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(6), 2017, hal. 1-9.
Dinkes Sintang, 2017. Laporan Kegiatan Pemantauan Status Gizi tahun 2017 Kabupaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.
Dinkes Sintang, 2018. Laporan Kegiatan Pemantauan Status Gizi tahun 2018 Kabupaten Sintang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.
Hapsari, D.I, Dewi, R.R.K., dan Selviana. 2019. Deteminan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(2), 2019.
Kemenkes RI, 2017a. Buku Saku Pemantauan Status Gizi 2017, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI, 2017b. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Latif, RVN dan Istiqomah, N. 2017. Determinan Stunting Pada Siswa SD Di Kabupaten Pekalongan. Unnes Journal Of Public Health. 6(1): hal. 69-74
Ni’mah Khoirun, et.al, 2015. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia, 10(1), 2015.
Tariku, A. et al. 2017. Stunting and Its Determinant Factors Among Children Aged 6–59 Months in Ethiopia, Italian Journal of Pediatrics 43(112): hal. 1-9
Triwibowo, C. dan Pusphandani, M.E., 2015. Pengantar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Nuhs Medika.
UNICEF, 2019. Levels and Trends in Child Malnutrition 2019. World Health Organization, New York. UNICEF
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).