PKM Penanggulangan Hama Kutu Kebul Pada Cabai Rawit Menggunakan Perangkap Likat Kuning di Desa Ayuhula Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v4i1.44798Keywords:
citizen science, kutu kebul, pengendalian hama, perangkap likat kuningAbstract
Hama kutu kebul merupakan salah satu persoalan yang cukup sering terjadi di Kabupaten Gorontalo. Minimnya pengetahuan petani cabai rawit mengenai hama kutu kebul merupakan salah satu sebab banyaknya hama kutu kebul yang menyerang tanaman cabai rawit maupun hortikultura lainnya. Fokus utama kegiatan ini adalah menjawab persoalan kutu kebul pada cabai rawit melalui pemantauan secara partisipatif melalui pendekatan citizen science. Tujuannya adalah untuk meningkatkan skill dan pengetahuan petani mengenai pemantauan, pencegahan, serta pengendalian hama kutu kebul pada cabai rawit. Kegiatan ini menggabungkan dua aspek, dimana aspek pertama adalah kegiatan peningkatan kemampuan petani dalam pemantauan, pencegahan, dan pengendalian hama kutu kebul, dan aspek kedua yaitu pemantauan partisipatif berbasis citizen science. Kegiatan ini terlaksana dalam bentuk pelatihan tiga sesi, dimana sesi-1 yaitu mengenai pengenalan hama kutu kebul termasuk ciri-ciri serta penanggulangannya. Lalu pada sesi-2, yaitu praktek pembuatan dan pemasangan alat perangkap yellow sticky trap, dimana petani mempelajari cara membuat perangkap hama kutu kebul. Kemudian pada sesi-3, peserta belajar mengenai prosedur field work, yakni pengamatan, pencatatan, serta input data. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya penggunaan perangkap kuning, serta keterampilan kepada petani agar dapat membuat dan menggunakan perangkap kuning sehingga mengurangi serangan hama. Sebelum kegiatan, petani belum mengetahui bahwa mereka dapat membuat sendiri perangkap sederhana dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan disekitar dan memberikan dampak yang baik bagi tanaman mereka. Setelah kegiatan ini, petani menyadari pentingnya pemantauan hama dan juga memahami cara pembuatan perangkap untuk menanggulangi hama kutu kebul sehingga hasil panen dapat dimaksimalkan.References
Andriani, I., & Yuniarsih, E. T. (2020). Technology innovation of chili in West Sulawesi. Jurnal Agercolere, 2(2), 37-44. https://doi.org/10.37195/jac.v2i2.106
Badan Pusat Statistik. (2019). Kabupaten Gorontalo Dalam Angka 2018. Jakarta.
Indriani, R., Darma, R., Musa, Y., Tenriawaru, A. N., & Arsyad, M. (2020). Policy design of cayenne pepper supply chain development. Bulgarian Journal of Agricultural Science, 26(3), 499-506.
Jordan, R. C., Sorensen, A. E., & Ladeau, S. (2017). Citizen Science as a Tool for Mosquito Control. Journal of the American Mosquito Control Association, 33(3), 241–245. https://doi.org/10.2987/17-6644r.1
Loglio, G., Formato, G., Pietropaoli, M., Jannoni-Sebastianini, R., Carreck, N., & van der Steen, J. (2019). An Innovative Home-Made Beebread Collector as a Tool for Sampling and Harvesting. Bee World, 96(1), 16–18. https://doi.org/10.1080/0005772x.2018. 1556905
Mas’ud, A. (2002). Efektifitas trap warna terhadap keberadaan serangga pada pertanaman budidaya cabai di Kelurahan Sulamadaha Pulau Ternate. Journal of Chemical Information and Modeling, 53, 159-165.
Prasannath, K., Dharmadasa, N., Menike, N., & De Costa, D. M. (2020). Evaluation of the effects of an eco-friendly crop protection system on management of whitefly-vectored chilli leaf curl virus disease in Sri Lanka. Phytoparasitica, 48(1), 117-129.
Susanti, D., Widyastuti, R., & Sulistyo, A. (2015). Aktivitas antifeedant dan antioviposisi ekstrak daun tithonia terhadap kutu kebul. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 17(2), 33-38.
Tuhumury, G. N. C., & Amanupunyo, H. R. (2018). Kerusakan Tanaman Cabai Akibat Penyakit Virus Di Desa Waimital Kecamatan Kairatu. Agrologia, 2(1).
Viana, C. D. N., Hartono, S., & Waluyati, L. R. (2017). Volatility Analysis on Producer Price of Red Pepper and Cayenne Pepper in West Java Province Indonesia. Agro Ekonomi, 28(2), 157-169.
Winasis, S., Hakim, L., & Imron, M. A. (2018). The Utilization of Burungnesia to Detect Citizen Scientist Participation Preference in Birding Sites Observation in Java Island. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 6(1), 49–54. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2018.006.01.07
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).