Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 Dan Pengembangan Ketahanan Pangan Di Kelurahan Sabaru Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v4i2.46104Abstract
Pencegahan penularan covid-19 sangat penting saat ini untuk diterapkan dalam masyarakat, karena bahaya yang diakibat virus ini sangat mengancam jiwa dan penularan yang sangat cepat. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk pencegahan penularan covid-19 ini menjadi salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di kelurahan sabaru. Ketahanan pangan merupakan terjemahan dari food security mencakup banyak aspek dan luas sehingga setiap orang mencoba menterjemahkan sesuai dengan tujuan dan ketersediaan data. Fungsi ketahanan pangan sebagai prasyarat untuk terjaminnya akses pangan determinan utama dari inovasi ilmu pengetahuan, teknologi dan tenaga kerja produktif serta fungsi ketahanan pangan sebagai salah satu cerminan lingkungan perekonomian yang stabil dan kondusif bagi pembangunan. Setiap negara senantiasa berusaha membangun sistem ketahanan pangan yang mantap. Oleh sebab itu sangat rasional dan wajar kalau Indonesia menjadikan program pemantapan ketahanan pangan nasional sebagai prioritas utama pembangunannya. Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh negeri menyebabkan masyarakat sangat membutuhkan bahan pangan, karena hal tersebut maka pemerintah dengan gencar nya memberikan arahan sosialisasi mengenai ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran sebagai upaya dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terserang virus covid 19.
References
Aisyah Siti Iseu. (2020) Ketahanan Pangan Keluarga Di Masa Pandemi Covid 19 Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia Vol 16 no 2; 179-189.
Apriati Yuli dan Azkia Laila (2020). Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Untuk Anak Sekolah Dasar Sebagai Edukasi Pencegahan Dini Covid-19 Di Lingkungan Rt.15 Kompleks Perdana Mandiri Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. PADARINGAN Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi Volume 2 No.3 : 294-302
Badan Ketahanan Pangan. (2005). Kebijakan Umum Ketahanan Pangan
Bachtiar., 2020., Tantangan dan Peran BULOG di Era Industri 4.0. PANGAN, Vol. 29 No. 1: 71 – 86
Dewan Ketahanan Pangan. (2006). Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2006–2009. Jakarta: Dewan Ketahanan Pangan
Fadli, a. (2020). Mengenal covid-19 dan cegah penyebarannya dengan “peduli lindungi†aplikasi berbasis android. Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Teknik Elektro Universitas jendral soedirman.
Partomo, T.S., dan Soejoedono, A.R. (2004). Ekonomi Skala Kecil/Menengah dan Koperasi. Jakarta : Ghalia Indonesia
Purwaningsih, Y. (2008). Ketahanan Pangan : Situasi, Permasalahan, Kebijakan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9 (1) : 1- 27
Rachman, H.P.S., dan Ariani, M. (2002). Ketahanan Pangan : Konsep, Pengukuran dan Strategi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Bogor, 20 (1) : 12-24
Suradi. 2015. Kebutuhan Pangan bagi Rumah Tangga Miskin. Sosio Informa Vol. 01,
No. 1, Januari–April, Tahun 2015: 1–12.
Sumastuti, Efriyani. 2010. Jiwa Entrepreneurship untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jejak Jurnal Ekonomi dan Kebijakan. Vol 3 Nomor 1, Maret
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).