Penerapan Teknologi Lampu Celup Bawah Air (Lacuba) Untuk Nelayan Bagan Tancap Guna Meningkatkan Kapasitas Ikan Tangkapan
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v4i2.46823Keywords:
Lacuba, bagan tancap, intensitas cahaya, moderinisasi perikananAbstract
ABSTRAK: Bagan merupakan salah satu jenis alat tangkap yang menggunakan lampu sebagai alat bantu pengumpul ikan. Cahaya lampu diharapkan dapat merangsang ikan untuk datang dan berkumpul disekitar sumber cahaya sampai pada suatu catchable area tertentu, lalu penangkapan dilakukan dengan alat jaring maupun pancing. Penggunaan lampu untuk penangkapan ikan saat ini berkembang pesat, hampir semua alat tangkap menggunakan lampu sebagai alat bantu pengumpul ikan. Aplikasi teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan bagan tancap di Kecamatan Sungai Kunyit melalui penerapan teknologi lampu celup bawah air (lacuba) berbasis lampu LED. Lampu celup bawah air diterapkan pada bagan tancap dengan intensitas dan warna tertentu untuk mencari intensitas cahaya dan warna yang memberikan hasil tangkapan yang terbaik. Pemakaian lampu celup bawah air pada alat penangkapan ikan, dapat diketahui bahwa sumber kekuatan sumber cahaya dan intensitas cahaya mempunyai pengaruh besar dalam usaha memikat ikan. Demikian juga dengan letak lampu di atas permukaan air (surface lamp) dan di dalam air (underwater lamp) serta jarak sumber cahaya dengan permukaan air. Pada intensitas cahaya yang sama tetapi pada jarak yang berbeda akan memberikan hasil tangkapan yang berbeda akan memberikan hasil tangkapan yang berbeda pula hasil tangkapan yang diberikan. Dalam memanfaatkan teknologi tepat guna berupa lampu celup bawah air diharapkan dapat mewujudkan modernisasi usaha perikanan yang diikuti alokasi sarana dan prasarana yang diperlukan agar nelayan mampu mengembangkan usahanya sebagai usaha yang tangguh dan memiliki daya saing yang kuat, serta meningkatkan produktivitas dan modernisasi usaha sehingga dicapai perbaikan sistem pengembangan usaha perikanan serta pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di lokasi usaha perikanan agar ketersediaan ikan selalu terpenuhi.
References
Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. 2007. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang.
Brown, A., Isnaniah, & Domitta, S, 2013. Perbandingan Hasil Tangkapan Kelong (Liftnet) menggunakan Lampu Celup Bawah Air (LACUBA) dan Petromaks di Perairan Desa Kote Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Propinsi kepulauan Riau. Akuatika.
Bustari, 2004. Pengaruh Cahaya Lampu Dan Lama Penyinaran Terhadap Komunitas Ikan Pada Penangkapan Dengan Bagan Apung di Perairan Sungai Pisang Padang Sumatera Barat, Tesis Pasca Sarjana Universitas Andalas, Padang, 171 hal, (tidak diterbitkan).
Notanubun, J dan W. Patty. 2010. Perbedaan Penggunaan Intensitas Cahaya Lampu Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apung Di Perairan Selat Rosenberg Kabupaten Maluku Tenggara Kepulauan Kei. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. VI-3, Desember 2010.
Patty W. 2010. Analisa Sebaran Iluminasi Cahaya Petromaks dengan Perlakuan Bertudung dan Tanpa Tudung. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 6(3):156-159.
Puspito G. 2006. Sebaran Iluminasi Cahaya Petromaks dan Penerapannya pada Perikanan Bagan. Prosiding Seminar Nasional Perikanan Tangkap. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 174-185.
Puspito G. 2012. Pengaruh Pemusatan Cahaya terhadap Efektivitas Bagan. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology. 7(2): 5-9.
Setiawan, F., Sulistiyanti, S. R., & Sadnowo, A. (2015). Analisis Pengaruh Medium Perambatan terhadap Intensitas Cahaya Lacuba (Lampu Celup Bawah Air). Rekayasa dan Teknologi Elektro.
Sudirman, M., S. Baskoro, A. Purbayanto, D.R. Monintja, M.Jufri dan T.Arimoto. 2003. Adaptasi Retina Mata Ikan Layang (Decapterus ruselli) terhadap Cahaya Dalam Proses Penangkapan Pada Bagan Rambo Di Selat Makassar. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. Jilid 10, Nomor 2 hal 85-92.
Sudirman dan Natsir. 2011.Perikanan Bagan dan Aspek Pengelolaannya. UMM Press:Malang.
Sudirman & Mallawa, A. 2004. Teknik penangkapan ikan. Rineka Cipta, Jakarta.
Sulaiman, M., I. Jaya., M.S. Baskoro. Studi Tingkah Laku Ikan Pada Proses Penangkapan Dengan Alat Bantu Cahaya Suatu Pendekatan Akustik. Ilmu Kelautan. Maret 2006. Vol. 1 1 (1) : 31 – 36.
Usman dan Brown, A, 2006. Hubungan Hasil Tangkapan Bagan Apung Dengan Kondisi Lingkungan Pada Senja dan Tengah malam di perairan Sungai Pisang Sumatera Barat, Jurnal Perikanan dan Kelautan volume 11 no 1, Hal 63-64.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).