Rancang Bangun Mesin Penepung Guna Mendukung Pemanfaatan Ampas Kelapa Di Desa Jeruju Besar
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v6i2.64511Keywords:
kelapa, ampas, mesin penepung, perekonomian masyarakatAbstract
Desa Jeruju Besar yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini memiliki beberapa hasil perkebunan dan pertanian yang berpotensi layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu hasil perkebunan yang menarik perhatian adalah kelapa. Setelah dilakukan survey, diketahui bahwa warga Desa Jeruju Besar hanya menjual kelapa utuh atau diolah menjadi santan saja, sedangkan ampas kelapa yang sudah diperas dibuang begitu saja. Ampas kelapa juga kadang dijadikan sebagai pakan ternak namun masih jarang masyarakat mengelolahnya karena masih diperlukannya beberapa bahan campuran lain yang tidak bisa didapatkan dengan mudah. Ampas kelapa yang dibuang tersebut tertimbun di samping rumah warga sehingga menimbulkan bau tidak sedap dalam kurun waktu yang cukup lama. Berdasarkan kondisi tersebut, tim kemudian memiliki ide untuk membuat mesin penepung ampas kelapa guna mengembangkan UMKM masyarakat desa sehingga desa dapat memasarkan hasil kelapa secara lebih luas. Melalui program pengabdian masyarakat, tim mengusulkan Rancang Bangun Mesin Penepung Ampas Kelapa, diharapkan masyarakat dapat menggunakan serta memanfaatkan mesin penepung ampas kelapa ini dengan baik. Selain itu, diharapkan pula hasil ampas kelapa ini dapat dijual dengan harga yang tinggi, berkualitas baik dan terkenal diberbagai daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jeruju Besar.
References
Rony Palungkan. 2004. Aneka Produk Olahan Kelapa. Penebar Swadaya. Jakarta: 53.
Yulivianti, Meri ; Widya Ernayati ; Tarsono ; M.Alfian R. : Pemanfaatan Ampas Kelapa sebagai Bahan Baku Tepung Kelapa Tinggi Serat dengan Metoda Freeze Drying. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Banten.Jurnal Integrasi Proses.2015. 5(2) : 106-107.
Azis, R & Akolo, IR 2018, ‘Karakteristik Tepung Ampas Kelapa’, Journal of Agritech Science, vol.2, no.2, November 2018, hlm. 104–116.
Setiawati, A Rahimsyah, dan Ulyarti. 2015. Kajian Pembuatan Brownies Kaya Serat dari Tepung Ampas Kelapa. Jurnal Penelitian Universtas Jambi Seri Sains, 17:84-89.
Putri, M. F. 2014. Kandungan Gizi dan Sifat Fisik Tepung Ampas Kelapa Sebagai Bahan Pangan Sumber Serat. Teknobuga. Vol 1. No 1: 32-41.
Aryani, F dan Noorcahyati. 2021. Pelatihan Pembuatan Tepung Kelapa. Pemanfaatan Ampas Parutan Kelapa Menjadi Produk Olahan Pangan Alternatif, Kaya Serat dan Bernilai Jual. Program Pengembangan Masyarakat SKK Migas PT Pertamina Hulu Mahakam.
Hasan I. 2005. Pengaruh Perbandingan Tepung Ampas Kelapa dengan Tepung Terigu Terhadap Mutu Brownies. Gorontalo Agriculture Technology Journal 1(1): 59–67. DOI: 10.32662/gatj.v1i1.168
Indrawan, I., Seveline, & Ningrum, R. I. K. (2018). Pembuatan Snack Bar Tinggi Serat Berbahan Dasar Tepung Ampas Kelapa dan Tepung Kedelai. Jurnal Ilmiah Respati, 9(I), 1–10.
Sabilla, N. F., & Murtini, E. S. (2020). Pemanfaatan Tepung Ampas Kelapa Dalam Pembuatan Flakes Cereal (Kajian Proporsi Tepung Ampas Kelapa: Tepung Beras). Jurnal Teknologi Pertanian, 21(3), 155–164. https://doi.org/10.21776/ub.jtp.2020.021.03.2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).