Peningkatan Income Generating Kelompok Mentari Desa Sungai Kupah Melalui Peningkatan Kapasitas Dan Inovasi Produk Berbahan Baku Udang Merah

Authors

  • Pepy Anggela Universitas Tanjungpura
  • Fitri Imansyah Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Taufiqurrahman Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jplp2km.v7i1.71029

Keywords:

Stik Udang, Teknologi Tepat Guna, Pemberdayaan Ekonomi

Abstract

Mitra Kelompok Mentari dibentuk tahun 2016, dan memiliki 8 orang anggota yang diketuai oleh Ibu Muharni. Komoditas produk yang dihasilkan mitra Kelompok Mentari desa Sungai Kupah adalah produk stik udang yaitu snack berbahan baku utama dari udang. Setiap bulan mitra hanya menghasilkan sekitar 1.600 kemasan stik udang berukuran 100 gram/bungkus, dan dijual dengan harga Rp.10.000/kemasan. Biaya produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan 100 gram stik udang siap jual adalah sekitar Rp.8.000 "“ Rp.8.500 tergantung fluktuasi harga bahan baku, sehingga keuntungan yang bisa diperoleh sekitar Rp.1.500 "“ Rp.2.000/kemasan. Pengolahan stik udang sampai saat ini dilakukan mitra dengan peralatan produksi yang sederhana, misalnya pada proses pencampuran dan pengadukan bahan baku stik udang masih menggunakan tenaga manusia, sehingga membutuhkan waktu yang realtif lama dan melelahkan. Selain itu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh mitra juga terbatas, sehingga yang dihasilkan hanya berupa produk stik udang. Pemasaran produk stik udang masih dilakukan secara konvensional oleh mitra. Konsumen tetap produk stik udang milik mitra sampai saat diantaranya baru pihak minimarket Mitra Anda, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Kubu Raya, Pengelola Wisata Mangrove Desa Sungai Kupah, dan Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina Kabupaten Kubu Raya, dengan total mencapai sekitar 500 kemasan ukuran 100 gram. Selain itu, diketahui dalam 1 bulan sebanyak kurang lebih 48 kg berupa limbah cangkang (kulit) dan kepala udang dihasilkan dari proses produksi pengolahan stik udang, yang sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh mitra untuk diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah bagi peningkatan perekonomian mitra. Pada kegiatan PKM ini, solusi yang diberikan merupakan diseminasi dari hasil penelitian dan dilakukan melalui hibah produk teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk bahan baku, alat pencetak stik udang dan mesin deep fryer, serta pelatihan tentang manajemen dan kewirausahaan.  

References

Antara, G. E. D. (2015). Peningkatan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Untuk Memajukan Industri Kreatif Di Bali. Penelitian Dan Aplikasi Sistem Dan Teknik Industri, 9(3), 257–268.

Ariyanti, D., Jos, B., Kumoro, A. C., Prasetyaningrum, A., & Retnowati, D. S. (2022). Penguatan usaha mikro dan kecil kerupuk kulit ikan cap mantap di mlatibaru, semarang dalam upaya pencapaian sustainable development goals (SDGS). Jurnal Pasopati: Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi Pengembangan Teknologi, 4(1).

Faizi, M. N., & Muharnis, M. (2019). Peningkatan kualitas makanan ringan dengan metode Deep Fryer Electric pada Kelompok Usaha Mikro di Desa Pasiran Kecamatan Bantan-Bengkalis. Minda Baharu, 3(1), 26–32.

Ihsan, S., & Marsudi, M. (2017). Perencanaan Mesin Pengaduk Udang Naget Otomatis. Jurnal Teknik Mesin UNSIKA, 3(1), 9–13.

Sifa, A., Endramawan, T., Nurahman, I., Pangga, I. D., & Rachman, A. A. (2020). Rancang Bangun Mesin Pengaduk Dodol Karangampel. Prosiding The 11th Industrial Research Workshop and National Seminar, 114–118.

Sudrajat, Jajat. (2013). Potensi dan Problematika Pembangunan Wilayah Pesisir Di Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 2, Nomor 1, hlm 29-41

Sunnara, R. (2010). Membudidayakan Udang. Kenanga Pustaka Indonesia. Banten

Syamsir. (2016). Pemanfaatan Limbah Hasil Perikanan. Makalah Seminar. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Downloads

Published

2024-04-29

Issue

Section

Articles