Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Jamu Serbuk Instan Imunostimulan di Desa Tebang Kacang
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v7i2.72379Keywords:
Serbuk Instan, Imunostimulan, Meniran, Jahe dan Desa Tebang KacangAbstract
Abstrak: Masyarakat indonesia telah lama menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pencegahan timbulnya penyakit dan menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah meniran (Phillanthus niruri L.) dan jahe (Zingiber Officinale) dimana kombinasi tanaman tersebut telah terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun dalam pegolahannya masih dalam bentuk yang sederhana, oleh karena itu diperlukan edukasi dan pendampingan pemanfaatan TOGA menjadi bentuk yang lebih praktis, mudah dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti serbuk instan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan pembuatan meniran dan jahe menjadi serbuk instan sebagai imunostimulan di desa tebang kacang. Sasaran dari kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu kader PKK yang ada di Desa Tebang Kacang. Metode dari PKM ini adalah penyuluhan dan workshop dengan tahapan kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan (penyuluhan dan workshop atau pendampingan pembuatan jamu serbuk instan), serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dari nilai post-test rata-rata peserta, yaitu 65, jika dibandingkan terhadap nilai rata-rata pre-test, yaitu sebesar 53,33. Evaluasi kepuasan peserta dari kuesioner juga menunjukkan bahwa, materi yang disampaikan mudah dipahami, bermanfaat, menambah keterampilan, produk yang dihasilkan memiliki rasa yang enak dan dapat meningkatkan perekonomian desa.
Kata Kunci: Serbuk Instan, Imunostimulan , Meniran, Jahe dan Desa Tebang Kacang
Abstract: Indonesians have long used family medicinal plants (TOGA) to prevent disease and maintain health. A few of them are meniran (Phillanthus niruri L.) and ginger (Zingiber Officinale). Their combination has been proven to increase the body's immune system. However, their processing was still in a simple form; therefore, education and assistance are needed to use TOGA in a more practical, easier, and highly economical value, such as instant powder. Therefore, this community service activity aims to educate and assist in making meniran and ginger into instant powder as an immunostimulant in the Tebang Kacang village. The targets of this program are PKK cadre mothers in Tebang Kacang Village. The method of this PKM is counseling and workshops with activity stages, namely preparation of activities, implementation of activities (counseling and workshops or assistance in making instant powdered herbal medicine), and evaluation of activities. The activity results showed an increase in participants' knowledge as indicated by the participants' average post-test score, which was 65%, compared to the average pre-test score, which was 53.33.% Evaluation of participant satisfaction from the questionnaire also shows that the material presented is easy to understand, valuable, increases skills, the product produced has a good taste, and can improve the village economy.
Keywords: Instant Powder, Immunostimulant, Meniran, Ginger and Tebang Kacang Village.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).