Optimalisasi Sistem Informasi Pemetaan Untuk Mendukung Keputusan Dalam Pengentasan Penduduk Miskin

Authors

  • fitri imansyah Teknik Elektro Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jplp2km.v7i2.81164

Keywords:

Mapping application, poverty alleviation, SDSS

Abstract

Banyak faktor yang dapat menghambat pengentasan kemiskinan mulai dari program-program pengentasan kemiskinan yang masih dipertanyakan keberhasilannya. Faktor lain adalah pelaksana di lapangan atau eksekutor yaitu instansi teknis dari pusat sampai ke instansi terendah (kelurahan) yang masih "rawan" dengan penyelewengan atau penyalahgunaan sehingga program yang dicanangkan tidak menyentuh kepada masyarakat yang memerlukan. Demikian juga budaya dan sikap dari penduduk miskin itu sendiri yang menerima keadaan miskin sebagai suatu takdir yang harus dijalani sehingga tidak ada motivasi dari dalam dirinya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Salah satu pendekatan alternatif untuk pengentasan kemiskinan adalah pendekatan spasial yang berbasis pada data pemetaan kemiskinan (poverty mapping). Dengan pendekatan ini data tempat tinggal penduduk miskin direpresentasi dengan simbol titik (point feature) dan direlasikan dengan data atribut atau data deskriptif sehingga pengelolaan dan akurasi data menjadi lebih baik. Analisis spasial dilakukan pada wilayah administrasi yang kecil (small area) yaitu wilayah kelurahan/desa untuk mendapatkan profil penduduk miskin pada wilayah tersebut sehingga rekomendasi program kemiskinan dapat diberikan berdasarkan karakteristik pada wilayah yang dianalisis. Hasil pemetaan kemiskinan tersebut direpresentasikan sebagai data spasial dimana setiap daerah digambarkan dalam peta digital yang memiliki informasi tingkat atau prosentase kemiskinan tiap daerah. Fitur data spasial yang digunakan adalah area (polygon) yang menunjukkan rekapitulasi dari data statistik tiap daerah, namun belum mampu untuk menunjukkan lokasi rumah tinggal atau permukiman penduduk miskin. Berdasarkan hal ini dikembangkan suatu sistem yang mampu memberikan dukungan khususnya informasi spasial (pemetaan) bagi pelaksana program pengentasan kemiskinan dalam mengambil keputusan atau spatial decision support systems (SDSS). Fitur data spasial yang digunakan adalah titik (point) yang menunjukkan rumah atau tempat tinggal penduduk miskin dengan demikian sistem ini akan mendukung program pengentasan kemiskinan pada tingkat teknis di lapangan. Dengan fitur titik sebagai representasi tempat tinggal penduduk miskin akan diketahui secara tepat keberadaan penduduk miskin yang menjadi sasaran program, selain itu masyarat baik secara perorangan atau melalui lembaga kemasyarakatan seperti RT/RW akan dapat melakukan pengawasan terhadap upaya-upaya penyimpangan atau manipulasi data penduduk miskin. Penduduk miskin yang belum terdata dapat dimasukkan atau diusulkan oleh RT/RW ke Kepala Kelurahan untuk selanjutnya data dikelola melalui sistem yang telah dikembangkan dalam kegiatan ini.

References

Aronoff, Stan. 1989. Geographic Information Systems: A Management Perspective, WDL Publication, Ottawa-Canada.

Bedi, T., et al. (2007). "Beyond the Numbers: Understanding the Institutions for Monitoring Poverty Reduction Strategies". World Bank Publications.

Davis, B., et al. (2009). "Poverty Mapping: New Tools and Methods". World Development, 37(4), 711-732.

Davis, Benjamin., 2003. Choosing a Method for Poverty Mapping, Food and Agriculture Organization of The United Nations, Rome.

Fitri Imansyah, 2019, Pemetaan Sebaran Data Buta Aksara Dengan Sistem Informasi Geografis Dan Database Engine, Jurnal Jepin ISSN(e): 2548-9364 / ISSN(p): 2460-0741.

Kuffer, M., Pfeffer, K., & Sliuzas, R. (2016). "Slums from Space—15 Years of Slum Mapping Using Remote Sensing". Remote Sensing, 8(6), 455.

Muhajir, Ahmad, Syamsinar, dan Ilham Alimuddin. 2005. Aplikasi SIG Dalam Pembuatan Sistem Informasi Data Kota Makassar. Surabaya, Indonesia: Institut Teknologi Sepuluh November.

Murai, Shunji, 2006, GIS Workbook Vol I, University of Tokyo. Diterjemahkan oleh Prayitno.

Nuarsa IW, 2005, Belajar Sendiri Menganalisis Data Spasial Dengan Software GIS 3.3 untuk Pemula, Jakarta: PT Alex Media Computindo.

Prahasta, Eddy, 2002, Konsep-konsep Dasar Informasi Geografis, Informatika, Bandung.

Rahayu, S. (2018). "Analisis Spasial Kemiskinan Menggunakan SIG di Kabupaten X". Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 10(3), 45-60.

Setiawan, I. (2015). "Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Miskin". Jurnal Geografi, 7(2), 110-125.

Sianturi, G., 2003. "Exit Strategy" Kemiskinan, www.gizi.net

SMERU, 2008. The Poverty Map of Indonesia: Genesis and Significance, SMERU Newsletter No. 26: May-Aug/2008, SMERU Research Institute, Jakarta.

Suryani, T. (2017). "Optimalisasi Data Spasial dalam Pengentasan Kemiskinan: Studi Kasus di Provinsi Y". Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 15(1), 70-85.

Suryahadi, Asep., Sudarno Sumarto, 2008. Efforts to Create a Small-Area Poverty Map in Indonesia, SMERU Newsletter, No.26: May-Aug/2008, SMERU Research Institute, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Downloads

Published

2024-10-25