Pemberdayaan Masyarakat Desa Lalonona Melalui Diversifikasi Olahan Pangan Berbasis Talas (Colocasia esculenta)

Authors

  • Maretik Maretik Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.26418/jplp2km.v7i2.85731

Abstract

Peningkatan harga bahan pangan terutama beras membuat masyarakat Desa Lalonona semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat adalah dengan melakukan diversifikasi pangan. Oleh karena itu, alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan selain beras yaitu dengan mengkonsumsi tanaman penghasil karbohidrat lain, salah satunya yaitu talas. melihat manfaat dan pentingnya talas bagi pemenuhan kebutuhan pangan serta potensi meningkatkan perekonomian masyarakat maka perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan dalam diversifikasi olahan pangan yang berasal dari bahan dasar talas. Beberapa pengolahan yang dapat dilakukan adalah mengolah talas menjadi jajanan keripik talas dan mie talas. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Kegiatan ini dilakukan pada bulan September 2024. Pelaksanaan kegiatan pada pengabdian ini meliputi 4 (empat) tahap yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelatihan, serta tahap pendampingan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra pasca kegiatan PKM. Setelah pelaksanaan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan telah terlaksana sesuai rencana dan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra. Kelompok PKK Desa Lalonona sangat antusias didalam mengikuti dan terlibat secara langsung pada keseluruhan rangkaian kegiatan PKM.

References

Konawe BK. Kecamatan Amonggedo Dalam Angka [Internet]. 2021. p. 9. Available from: https://konawekab.bps.go.id

BPS Kabupaten Konawe. Produksi Tanaman Padi dan Palawija [Internet]. 2022. p. 13–5. Available from: https://konawekab.bps.go.id

Indonesia. Peraturan Presiden RI NO.66 Tahun 2021 Tentang Badan pangan nasional [Internet]. 2021. p. 1–20. Available from: https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/176486/Salinan_Perpres_Nomor_66_Tahun_2021

Prayitno SA, Pribadi HP, Sugiarto D, Alfatina A. Pemberdayaan Masyarakat Desa Bendolo melalui Diversifikasi Olahan Talas (Colocasia esculenta). PengabdianMu J Ilm Pengabdi Kpd Masy. 2022;7(1):87–92.

Azmi FU, P.S GAP, Heryanita R, N. Sonia Santa Claudia, M. Sumarlin Dani Borti, Ulla SN, et al. Diversifikasi Talas Sebagai Solusi Mengatasi Krisis Pangan Indonesia. Pros Semin Nas BSKJI “Post Pandemic Econ Recover. 2022;38–48.

Imanda YL, Indriani M, Fatoni A, Natasia Rahajeng V. UJI EFEK ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL UMBI TALAS (Colocasia esculenta L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN. J Ilm Bakti Farm. 2023;8(2):71–9.

Sri Mukhodim et al. Pkm peningktan produksi keripik talas pca sukodono. Produksi, P (2019) Pkm peningktan produksi keripik talas pca sukodono. 2019;03:1–6.

Mulinsky RG, Lubis YMS, Aisyah Y. Pembuatan Mie Kering Dari Tepung Talas (Xanthosoma Sagittifolium) Dengan Penambahan Karagenan Dan Telur. J Ilm Mhs Pertan. 2018;3(1):388–400.

Rara MR, Koapaha T, Rawung D. SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK MIE DARI TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta) DAN TERIGU DENGAN PENAMBAHAN SARI BAYAM MERAH (Amaranthus blitum). J Teknol Pertan (Agricultural Technol J. 2020;10(2).

Downloads

Published

2024-10-25