Pendampingan Pengelolaan Ekowisata Pantai Sungai Belacan di Desa Sububus
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v8i1.87026Keywords:
Sungai Belacan, pengelolaan wisata, konservasi penyuAbstract
Kebutuhan wisatawan dari sutau tempat wisata merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi oleh pengelola objek wisata. Konsep wisata alam dan konservasi pada wisata Pantai Sungai Belacan memiliki berbagai tantangan, seperti minimnya dukungan finansial dan sumber pendapatan objek wisata yang hanya bersumber dari penarikan fasilitas parkir. Oleh karena itu, kreativitas pengelolaan objek wisata harus ditingkatkan sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi pengelola. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan Pendampingan dan dukungan fisik terkait upaya peningkatan aspek penunjang yang mampu meningkatkan kualitas objek wisata alam berbasis konservasi penyu. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembangunan fisik berupa perbaikan atap rumah penangkaran tukik, pembuatan denah objek wisata, perbaikan dan pengecatan simbol konservasi penyu telah dilakukan dengan baik sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dampak lainnya dari kegiatan ini memberi pengetahuan dan ide kreatif untuk dikembangkan lebih lanjut oleh para pengelola agar kebermanfaatan ekowisata bagi lingkungan dan manusia berkesinabungan.
References
Anugraheni, Novi; E.D. Syafitri; D. Triwidya. 2022. Pengembangan Daya Tarik Pada Objek Wisata Alam “Agrowisata Taman Arum†di desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu. Vol. 8 (2) : 58-67.
Azhari, A. Kholiq. 2017. Kolaborasi dan Kerja Sama Pengelolaan objek Wisata Alam : Kendala dan Prospeknya di era Otonomi Daerah. Journal of Tourism and Creativity. Vol. 1 (2) : 121-140.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2024. Berita Resmi Statistik: Perkembangan Pariwisata Kalimantan Barat November 2023. No. 04/01/61/ThXXVII. 2 Januari 2024.
Darmawan, Fahrurozy. 2022. Konservasi vs Pariwisata Massal : Konflik Kebijakan dan Tantangan Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Vol 11 (1) : 22-28.
Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut. 2009. Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI. Jakarta Pusat.
Eddyono, Fauziah. 2019. Pengelolaan destinasi Pariwisata. Edisi 1. Uwais Inspirasi Indonesia. Ponorogo, Jawa Timur.
Ferdinan, Y., M. Makmur; H. Ribawanto. 2012. Pengembangan Wisata Alam Berbasis Ekowisata Dalam Perspektif Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Publik. Vol. 3 (12) : 2123-2127.
Hakim, S.S; Siswadi; R.S. Wahyuningtyas; B. Rahmanto; W. Halwany; F. Lestari. 2020. Sifat Fisikokimia dan Kandungan Mikronutrien Pada Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dengan Warna Berbeda. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 39 (1) : 1-12.
Poti, Meenakshi; She Ling Long; Mohd Uzair Rusli; Jarina Mohd Jani; Jean Huge; Farid Dahdouh Guebas. 2021. Changing trends and perceptions of dea turtle egg consumption in Redang Island, Malaysia. Ecology and Society. Vol 26 (4) : 14-21.
Sarmiadi; N. Yanita; Y. Suryani. 2021. Pelatihan Pengelolaan desa Wisata Bagi Kelompok Sadar Wisata Saiyo Desa Tungka Selatan Kecamatan Pariaan Utara Kota Pariaman. Jurnal Abdimas : Pengabdian dan pengembangan Masyarakat. Vol. 3 (1) : 32-35.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).