PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER DALAM MEMBERIKAN PENYULUHAN TENTANG FOOD TABOO BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

Authors

  • Oon Fatonah Akbarini Poltekkes Kemenkes Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jplp2km.v8i1.87079

Keywords:

Kader, Ibu Hamil, Food Taboo, Anemia, Penyuluhan

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan ibu dan bayi.   Rendahnya   status   gizi   ibu   selama   hamil   dapat   meningkatkan   resiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan kurang optimalnya tumbuh kembang anak. Faktor budaya seperti pantangan makanan juga dapat mempengaruhi status gizi ibu karena berisiko untuk kekurangan protein, lemak, viatmin A, kalsium dan zat besi pada ibu hamil. Pantangan makanan pada masyarakat yang masih terdapat seperti udang, buah kedondong dan air es. Konsumsi kafein seperti pada kandungan di dalam teh dapat menjadi penghambat dalam penyerapan zat besi, selain itu di dalam teh juga terkandung Tanin dimana Tanin ini mengikat logam sperti zat besi, kalsium dan aluminium dan mengikat senyawa kimiawi sehingga sulit diserap tubuh dan penurunan   zat   besi. Tingkat kepatuhan konsumsi tablet zat besi pada ibu hamil di Propinsi Kalimantan Barat sebanyak 82, 50%. Metode yang digunakan melalui penyuluhan   menggunakan leaflet tentang   Food   Taboo   pada   ibu   hamil pada kader berjunlah 30 orang di Puskesmas Rawat Jalan Antibar Kabupaten Mempawah. Pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan baik, peserta kader sangat antusias mengikuti penyuluhan dengan menyimak dan adanya tanya jawab. Hasil penilaian evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang Food Taboo Hasil pretest menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan adalah 64 dengan nilai minimal adalah 42 dan nilai maksimal adalah 86. Setelah dilakukan penyuluhan, dilakukan posttest dengan pertanyaan yang sama dengan hasil posttest menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat yaitu 90 dengan nilai minimal adalah 78 dan nilai maksimal adalah 100. Sehingga terjadi kenaikan rata-rata sebesar 26.

 

References

Aritonang, Irianton. 2015. Gizi Ibu dan Anak: Esensinya Bagi Pembangunan Manusia. Yogyakarta: PT. Leutika Nouvalitera.

Irianto, Koes. 2014. Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi (Balanced Nutrition InReproductive Health). Bandung: Penerbit Alfabeta.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018.

Arikunto, S. 2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Rian D, dkk. Food TabooAnd Suggestions Among Madurese Pregnat Woman : a qualitative study. Journal of Ethnic Food. Vol 5 2018 : 246-253

Sri Iriani, dkk. Hubungan Kebiasaan Meminum The dan Kopi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di BPM Bidan "E" Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut. Jurnal Penelitian Kesehatan Dharma Husada Bandung. Vol 13 No 2 Tahun 2019 : 68-71

Supariasa, I Dewa Nyoman.Dkk. 2012.Penilaian Status Gizi. Edisi Revisi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Kristya, AM, dkk. 2021. Perilaku food taboo pada ibu hamil dan faktor yang mempengaruhinya di puskesmas pamarayan kabupaten serang, banten. Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 20 No 2, September 2021: 139-151.

Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi, Ed. 2.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kemenkes RI. 2015. Pedoman Program Pemberian Dan Pemantauan Mutu Tablet Tambah Darah Untuk Ibu Hamil Wilayah Program Kesehatan Dan Gizi Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI.

Besral, Meilianingsih, L., dan Sahar, J., 2007. Pengaruh Minum Teh Terhadap Kejadian Anemia Pada Usila Di Kota Bandung. Makara Kesehatan, 11(1), hal.38-43..

Downloads

Published

2025-04-29

Issue

Section

Articles