Modifikasi Trawl Menjadi Jaring Hela Dasar sebagai Implementasi Permen KP No. 36 Tahun 2023 untuk Perikanan Berkelanjutan di Sungai Kakap, Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v8i2.98725Keywords:
Trawl, jaring hela dasar, perikanan berkelanjutan, Sungai KakapAbstract
Perikanan tangkap di Indonesia menghadapi tantangan penggunaan trawl yang tidak ramah lingkungan karena merusak ekosistem dasar dan menghasilkan by-catch tinggi. Pemerintah melalui Permen KP No. 36 Tahun 2023 mendorong penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, salah satunya jaring hela dasar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap, Kalimantan Barat, dengan tujuan mendukung implementasi regulasi dan memberikan solusi teknis bagi nelayan pengguna trawl. Metode yang digunakan meliputi survei awal, sosialisasi regulasi, pelatihan teknis modifikasi trawl menjadi jaring hela dasar, pendampingan, dan uji coba lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nelayan berhasil memodifikasi trawl menjadi jaring hela dasar yang lebih selektif, menjaga hasil tangkapan utama, serta menurunkan jumlah by-catch. Dari sisi sosial ekonomi, penggunaan jaring hela dasar memberikan akses legalitas usaha dan kesempatan memperoleh subsidi bahan bakar, sehingga meringankan biaya operasional. Dukungan berupa bantuan alat dari tim PKM juga mempercepat adopsi teknologi baru oleh nelayan. Modifikasi trawl menjadi jaring hela dasar merupakan solusi praktis dan strategis dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Sungai Kakap.References
Fatmasari, D. (2016). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendekatan pengembangan usaha perikanan. Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 17(1), 75–88
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (1995). Code of conduct for responsible fisheries. FAO
Hermawan, H., & Saputra, S. W. (2022). Status alat tangkap arad dan dampaknya terhadap alat tangkap lain. JSIPi: Journal of Fishery Science and Innovation, 1(1), 42–51
Santosa, A. W. B., Iqbal, M., Mulyatno, I. P., Sisworo, S. J., Budiarto, U., & Rindo, G. (2019). Pemberdayaan nelayan tangkap tradisional melalui penggunaan alat bantu pengumpul ikan ramah lingkungan. Jurnal Pasopati, 1(1), 1–12.
Sofijanto, M. A., Siahaan, O., Subagio, H., Sulestiani, A., & Widagdo, S. (2025). Environmental friendliness of seine net fishing gear at Bulu Fishing Port, Tuban East Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1473(1), 012039.
Sudirman, S., & Mallawa, A. (2012). Teknologi penangkapan ikan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin.
Syahrial, A., Hidayat, R., & Isnaniah, I. (2017). Pusat perikanan di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Perikanan Tropis, 4(1), 33–41.
Wiyono, E. S., Yusfiandayani, R., & Riyanto, M. (2015). Pengaruh ukuran mata jaring dan kecepatan hela terhadap hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp.) pada jaring arad. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 4(4), 43–51
Yusuf, A., Dody, S., & Sudirman. (2006). Kemampuan tangkap jaring trawl terhadap ikan demersal di perairan Tarakan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 12(3), 45–54.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).