MOLECULAR DOCKING SENYAWA PADA KOMPOSISI CINCALOK TERHADAP RESEPTOR PLASMODIUM FALCIPARUM DIHYDROOROTATE DEHYDROGENASE

Authors

  • Muhammad Andre Reynaldi STIKES ARJUNA http://orcid.org/0000-0002-7827-5261
  • Aulia Faradilla Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura
  • Siti Nani Nurbaeti Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura
  • Harianto IH Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura
  • Inarah Fajriaty Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura

Abstract

Cincalok merupakan makanan khas Kalimantan dengan komposisi udang rebon yang kaya astaxanthin, cabai yang kaya capsaicin, dan bawang putih yang kaya allicin. Penelitian ini dilakukan molecular docking senyawa tersebut terhadap reseptor penyakit malaria (Plasmodium Falciparum Dihydroorotate Dehydrogenase). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan calon kandidat obat baru dalam mengatasi penyakit malaria secara in silico pada senyawa yang   terkandung dalam cincalok. Metode yang digunakan pada penelitian ini secara molecular docking menggunakan perangkat lunak autodock vina 1.1.2., dengan senyawa uji (astaxanthin, capsaicin, dan allicin) dan kontrol pembanding (artimisinin dan klorokuin). Hasil penelitian ini berdasarkan binding affinity yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa capsaicin memiliki nilai affinity paling negatif (-8,2 kkal/mol) dibandingkan astaxanthin (-6,5 kkal/mol) dan allicin (-4,7 kkal/mol) bahkan melebihi klorokuin (-7,2 kkal/mol) dan mendekati binding affinity artimisinin (-8,4 kkal/mol). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa yang terkandung dalam cincalok diprediksi berpotensi untuk berikatan terhadap reseptor malaria.

Downloads

Published

2023-10-24

Issue

Section

Articles