PENGARUH ALFA TOKOFEROL DAN VITAMIN C TERHADAP STABILITAS FISIK SALEP EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DAN MADU KELULUT (Heterotrigona itama)

Authors

  • Septian Fernando Argo Universitas Tanjungpura
  • Mohamad Andrie Universitas Tanjungpura
  • Wintari Taurina Universitas Tanjungpura

Abstract

Ekstrak ikan gabus dan madu kelulut memiliki kemampuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Salep dengan bahan aktif ekstrak ikan gabus dan madu kelulut menunjukan adanya proses okidasi yang dapat membuat sediaan menjadi tengik. Penambahan Alfa Tokoferol dan Vitamin C diharapkan dapat mencegah proses oksidasi sehingga sediaan tidak menjadi tengik. penelitian menggunakan uji stabilitas dipercepat pada penyimpanan 28 hari suhu 40 ± 20 ºC dan RH 75 ± 5%. Variasi konsentrasi Alfa tokoferol dan Vitamin C yang digunakan adalah   0,005% : 0,01% ; 0,005% : 0,1% ; 0,05% : 0,1% ; 0,05% : 0,01% kemudian dilakukan pengujian sifat fisik salep pada hari ke 0, 3, 7, 14, 21 dan 28. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi dan uji bilangan asam kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan SPSS. Hasil uji stabilitas dipercepat memenuhi kriteria sediaan fisik yang baik pada semua uji kecuali pada daya sebar. formula yang memberikan hasil paling optimal adalah F4. Pada uji bilangan asam F4 memiliki bilangan asam yang paling kecil (9,62 mg KOH/g)

Author Biographies

Septian Fernando Argo, Universitas Tanjungpura

Program Studi Farmasi

Mohamad Andrie, Universitas Tanjungpura

Program Studi Farmasi

Wintari Taurina, Universitas Tanjungpura

Program Studi Farmasi

Downloads

Published

2024-10-29

Issue

Section

Articles