The Role of Social Capital in Preserving the “Naik Ayun” Tradition: A Study of the Bugis Community in Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/j-psh.v17i1.100602Keywords:
Bugis Ethnicity, Naik Ayun, Social CapitalAbstract
Tradisi ini adalah upacara adat sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran anak. Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, tradisi ini tetap bertahan, hal ini karena adanya fondasi modal sosial yang solid, ditandai dengan kuatnya kerja sama dan norma yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan literatur yang belum banyak mengkaji secara spesifik bagaimana elemen modal sosial meliputi kepercayaan, norma, dan jaringan yan terdapat dalam tradisi Naik Ayun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam tiga aspek utama modal sosial dalam pelaksanaan tradisi Naik Ayun masyarakat Etnis Bugis di desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi, Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyanjian data serta penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial yang terdapat dalam tradisi naik ayun seperti jaringan sosial yang terlihat saat penyebaran informasi pelaksanaan tradisi, norma sosial yang tetap diikuti oleh masyarakat serta kepercayaan meliputi adanya pembagian tugas dalam melaksanakan tradisi.References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. In P. Rapanna (Ed.), Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). syakir Media Press.
Adela, D., Lasmawan, I. W., & Kertih, I. W. (2023). Habituation Educational Values in Ethnoparenting of Penrek Tojang Traditional Ceremony of the Bugis Tribe : A Study of Transcendental Phenomenology. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 9(2), 434. https://doi.org/10.33394/jk.v9i2.7811
Al Ikhsan, I., Buwono, S., Wiyono, H., Ulfah, M., Karolina, V., Ilmu, P., Sosial, P., & Tanjungpura Abstract, U. (2025). Analisis Modal Sosial Mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan IPS (HMPIPS) FKIP Untan Periode 2022/2023. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 155–166.
Alfitri. (2023). Pengukuran Modal Sosial (A. D. Santoso & Maryati (eds.); Pertama). Idea Press Yogyakarta.
Anisa, H. (2016). Upacara Adat Naik Tojang Oleh Mayarakat Bugis Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Gloria Yuris, 4. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfh/article/view/16535
Azizah, A. N. (2024). Persepsi Masyarakat Tentang Tradisi Menre Tojang Di Kelurahan Jaya Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang. In Repository IAIN Parepare (Vol. 15, Issue 1).
Fitriana, D., & Nisa, K. (2020). Pergeseran Sistem Pernikahan Endogami Masyarakat Etnis Bugis Shifting Endogamy Marriage System of Bugis Ethnic Society. Al Qalam, 71–80.
Fukuyama. (1995). Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity. Hamish Hamilton.
Hayati, L., Tamara, D., Fitriani, K., & Freskila, B. (2023). Analisis Jaringan Sosial dalam Penerapan Probio FM pada Peternak Bangka. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 07(1), 67–75.
Iqlima, D., Wijaya, A., Sosial, F. I., Semarang, U. N., & Gunungpati, S. (2022). MODAL SOSIAL PETANI NANAS DALAM JARINGAN DISTRIBUSI. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 421–430.
Khairussalam, K., Zulaikha, S., Isnaeni Nur, R., & Maimunah, S. (2024). Analisis Modal Sosial dalam Kepemimpinan Kepala Desa Sewangi: Studi Kasus Berdasarkan Teori Modal Sosial Putnam. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(2), 909–918. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i2.5280
Nindatu, A., Elly, D. B. L. P. L. W. C., & Lainsamputty, A. P. N. J. F. (2022). Persepsi Tentan Pentingnya Budaya Masohi atau Kerjasama dalam Berbagai Bidang Kehidupan. Kewarganegaraan, 6(1), 2277–2282.
Nonci, N., Maidin, M. R., & Abdullah, S. (2024). Modal Sosial dalam Masyarakat Desa Hulu (Harifuddin (ed.); Pertama). Mitra Cendikia Media.
Nuripansyah, N., Rustiyarso, & Putri, A. E. (2025). The Naik Ayun Tradition Among the Bugis Community in Peniti Dalam II Village , Segedong District , Mempawah Regency. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 16(3).
Nuryadi, M. H., & Widiatmaka, P. (2022). Harmonisasi Antar Etnis dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah di Kalimantan Barat Pada Era Society 5.0. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 101–119. https://doi.org/10.22146/jkn.73046
PDSPK. (2016). Analisis Kearifan Lokal Ditinjau dari Keragaman Budaya. Pusat Data Dan Statistik Pendidikan Dan Kebudayaan (PDSPK), 1–67.
Pelras, C. (2006). Orang Bugis (Cetakan Pe). Nalar.
Popitz, H. (2017). Social Norms. Genocide Studies and Prevention: An International Journal, 11(2), 3–12.
Putnam, R. (1993). The Thriving Community, Social Capital, and Public Life. World Economy and International Relations, 4, 77–86. https://doi.org/10.20542/0131-2227-1995-4-77-86
Rauf, A. (2025). Sejarah Suku Bugis di Tanah Betuah Kalimantan Barat. SEO Paling KEREN Mengungkap Fakta Yang Terpendam. https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrx_M0iH2VofAIAWHHLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1752667171/RO=10/RU=https%3A%2F%2Fwww.keren.web.id%2Fsejarah-suku-bugis-di-tanah-betuah-kalimantan-barat.html/RK=2/RS=xVU12HO71fjhIlhrF.0XV.8kcJU-
Samsiar, Zakso, A., & Rustiyarso. (2020). Tradisi naik ayun dalam perspektif interaksionisme simbolik (studi masyarakat etnis bugis di desa punggur besar kabupaten kubu raya). Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 1–12.
Uceng, A., Erfina, Mustanir, A., & Sukri. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Di Desa Betao Riase Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang. Moderat, 5(2), 18–32.
Wahyuni. (n.d.). Sosiologi Bugis Makasar. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/18012/1/Buku Sosiologi Bugis Makassar.pdf
Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Sosial (Pertama, Issue September). Gawe Buku.
Yanti, A. W., Khosmas, F. Y., & Wiyono, H. (2021). Analisis Modal Sosial Upacara Penanaman Bangka Di Dusun Empaong Desa Tinting Boyok. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Noor Rahmadania, Hadi Wiyono, Fauziah Sri Wahyuni, Agus Sikwan, Adhalia Zatalini & Aan Khosihan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).