Modernization of the Faradje' Ritual as A Form of Adaptation of the Tradition of the Surya Negara Palace in the Era of Modernization and Globalization

Authors

  • Arya Desfianta Universitas Tanjungpura
  • Iwan Ramadhan Universitas Tanjungpura
  • Fauziyah Sri Wahyuni Universitas Tanjungpura
  • Hadi Wiyono Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Nur Imanulyaqin Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v16i3.100765

Keywords:

Ritual, Faradje', Modernization, Globalization, Cultural Identity

Abstract

This study aims to explore information about the Faradje’ ritual, a unique tradition of the Malay ethnic Sanggau community, and to understand how this ritual endures in the era of modernization and globalization. The Sanggau community performs the Faradje’ ritual annually as a form of warding off misfortune and an effort to maintain regional tranquility. The methods used in this research include interviews, observation, and documentation. The results show that although there are changes in the implementation of the ritual, such as the use of materials and tools, the essence of the Faradje’ ritual remains preserved. This ritual functions as a means to strengthen social bonds and local cultural identity amid the challenges of globalization. This study is expected to contribute to the understanding of cultural transformation and the preservation of traditions in the modern era.

Author Biographies

Arya Desfianta, Universitas Tanjungpura

Department of Sociology of Education, Faculty of Teacher Training and Education

Iwan Ramadhan, Universitas Tanjungpura

Department of Sociology of Education, Faculty of Teacher Training and Education

Fauziyah Sri Wahyuni, Universitas Tanjungpura

Department of Sociology of Education, Faculty of Teacher Training and Education

Hadi Wiyono, Universitas Tanjungpura

Department of Social Studies Education, Faculty of Teacher Training and Education

Muhammad Nur Imanulyaqin, Universitas Tanjungpura

Department of Sociology of Education, Faculty of Teacher Training and Education

References

Aditya, Y., & Pratama, E. (2022). Faktor pendukung dan penghambat transformasi budaya dalam konteks ritual adat Jawa. Jurnal Transformasi Budaya, 6(1), 45–60.

Dewi, F. (2021). Penggunaan Etnografi dan Observasi Partisipan dalam Penelitian Kualitatif. Penerbit Angkasa.

Firdaus, M. (2024). Ekowisata dan ritual adat: Studi potensi dukungan lingkungan terhadap Faradje’ di Sanggau. Jurnal Kajian Pariwisata Budaya, 10(3), 211–230.

Haryanto, S., & Dewi, P. (2016). Identitas Sosial dan Ketahanan Komunitas: Peran Interaksi dalam Melestarikan Budaya Lokal. Airlangga University Press.

Hasanah, L. (2025). Fungsi integrasi sosial ritual adat: Studi kasus Faradje’ sebagai perekat komunitas. Jurnal Sosiologi Komunitas, 18(1), 12–25.

Iskandar, B. (2021). Etnografi Lintas Batas: Studi Kasus Ritual Adat di Perbatasan Kalimantan Barat. LIPI Press.

Kurniawan, A. F. (2020). Melawan Arus: Adaptasi dan Revitalisasi Ritual Lokal di Tengah Gelombang Globalisasi. Pustaka Pelajar.

Kusuma, P. (2021). Interaksi sosial dan sinergi komunitas: Strategi pelestarian budaya di era digital. Jurnal Ilmu Sosial Komunitas, 14(3), 160–175.

Lubis, P., & Pramono, A. (2024). Tantangan modernisasi cepat terhadap pelestarian warisan budaya takbenda di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Kontemporer, 7(2), 110–125.

Maharani, G. (2023). Ritual tahunan dan pembentukan identitas regional: Studi komparatif di Kalimantan. Jurnal Warisan Budaya Nusantara, 5(4), 310–325.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Pangestu, R. (2023). Studi Perubahan dan Adaptasi Ritual Lokal: Perspektif Metodologis Baru. Gadjah Mada University Press.

Putri, D., & Hadi, A. (2023). Triangulasi sumber untuk validitas data: Strategi menggabungkan perspektif tokoh kunci dan komunitas. Jurnal Penelitian Kualitatif, 17(4), 250–265.

Qurtuby, S., & Lattu, A. L. (2019). Ritual, tradisi, dan identitas: Kajian etnografi komunitas Melayu di Kalimantan Barat. Jurnal Studi Budaya Indonesia, 7(2), 145–160.

Raharjo, A., & Susilo, J. (2023). Ritual adat, konservasi, dan perspektif ekologi: Tinjauan di Sungai Kapuas. Jurnal Konservasi Alam, 10(1), 15–28.

Setiawan, B. (2022). Strategi adaptasi budaya lokal dalam menghadapi perubahan sosial: Studi kasus di Indonesia Timur. Jurnal Dinamika Masyarakat, 3(3), 190–205.

Siregar, R. (2021). Peran Studi Ritual dalam Kajian Budaya Kontemporer: Sebuah Tinjauan Teoritis. Prenada Media.

Sumardi, R. (2021). Mendalami makna budaya: Keunggulan wawancara semiterstruktur dan observasi partisipan dalam kajian etnografi. Jurnal Metodologi Kualitatif, 14(2), 78–92.

Suryani, E. (2018). Cultural heritage in the digital age: The role of media and youth in preserving Sanggau’s traditions. Journal of Cultural Studies and Media, 12(1), 55–70.

Syafruddin, A., & Hidayat, M. (2024). Ritual air dan konservasi sungai: Keterkaitan dimensi ekologi dalam upacara adat Melayu. Jurnal Ekologi Budaya, 11(2), 95–110.

Tomi, D. (2014). Fungsi ritual Faradje’ sebagai upaya penolak bala dan pemeliharaan ekologi masyarakat Sanggau. Jurnal Antropologi Indonesia, 38(3), 211–225.

Utami, E. (2025). Erosi nilai tradisional dan strategi pertahanan komunitas adat. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 9(1), 70–85.

Wibisono, T. (2024). Pendekatan etnografi dalam penelitian budaya lokal: Relevansi konteks dan interaksi. Jurnal Etnologi Indonesia, 6(1), 1–15.

Wijaya, S., & Susanto, T. (2022). Adaptasi esensi budaya: Studi fenomenologi pada ritual di era global. Jurnal Humaniora dan Pembangunan, 8(4), 350–365.

Wulandari, Z., & Adi, R. (2024). Ancaman dan ketahanan tradisi lokal akibat arus globalisasi ekonomi. Jurnal Kajian Sosiologi Pembangunan, 11(1), 1–18.

Zulkarnain, F. (2025). Strategi kebudayaan untuk ketahanan ritual adat di Kalimantan Barat: Studi kasus fenomenologi. Jurnal Fenomenologi Budaya, 5(1), 1–15.

Downloads

Published

2026-02-21