Role of Tajo Dance in The Bohien Dohik Ritual on Dayak Hibun in Parindu

Authors

  • Della Aprilya Dewi Universitas Tanjungpura
  • Regaria Tindarika Universitas Tanjungpura
  • Mega Cantik Putri Aditya Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v16i3.102082

Keywords:

Role, Tajo dance, Bohien Dohik, Dayak Hibun, Parindu

Abstract

This study examines the central role of the Tajo Dance in the Bohien Dohik healing ritual performed by the Dayak Hibun community in Parindu District, Sanggau Regency, West Kalimantan. The Tajo Dance is understood as a spiritual medium that connects humans, ancestors, and Penompo (God), and serves as an essential element in restoring balance between the physical world and the spiritual realm. This study aims to describe the role of the Tajo Dance in the Bohien Dohik healing ritual. The research method used is descriptive qualitative with an ethnocoreological and anthropological approach through observation, interviews, and documentation. The results show that the Tajo Dance, which is performed only at the highest levels of the ritual (levels 5, 6, and 7), functions as a medium to persuade the Minu (spirit) to return to the patient’s body, while also acting as a means of negotiation and reconciliation with spiritual entities. Through forty-four sequences of ancestral games, this dance presents symbolic elements of movement, costume, and ritual structure that reflect the spiritual journey of the Bohien. Overall, the Tajo Dance is not merely a form of artistic expression, but a core component that affirms cultural identity, strengthens social solidarity, and sustains the traditional healing system of the Dayak Hibun community. This study provides an important contribution to understanding local wisdom and the urgency of preserving ritual arts rooted in customary traditions.

Author Biographies

Della Aprilya Dewi, Universitas Tanjungpura

Department of Arts and Performing Arts Education, Faculty of Teacher Training and Education

Regaria Tindarika, Universitas Tanjungpura

Department of Arts and Performing Arts Education, Faculty of Teacher Training and Education

Mega Cantik Putri Aditya, Universitas Tanjungpura

Department of Arts and Performing Arts Education, Faculty of Teacher Training and Education

References

Abubakar, R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga.

Adelia, P. (2022). Manka Ritual dan Sosial Ngerangkau. Institutional Repository Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 27.

Aditya, M. C., & Ramadhan, I. (2024). Kesenian Tari Orang-Orang Bertopeng: Memperkuat Relasi Sosial dan Warisan Melayu Kalimantan Barat. SATWIKA: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 10-20.

Aditya, M. C., Satrianingsih, A. R., Tindarika, R., & Ramadhan, I. (2023). Pelatihan Proses Penciptaan Gerak Kreasi Pada Tari Tradisi. Journal of Human And Education.

Arkanudin, & Rupita. (2021). Keberlangsungan Adat Suku Dayak Ribun Di Sanggau Kalimantan Barat: Suatu Tinjauan Etnografi. Jurnal Ideas Pendidikan Sosial dan Budaya, 26.

Djollong, A. F. (2014). Teknik Pelaksanaan Penelitian Kualitatif. ISTIQRA': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam.

Febrin, R. M., Ismunandar, & Imma. (2015). Simbol dan Makna Gerak Tari Upacara Ritual. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 1-2.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., . . . Waris, L. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. Padang: PT. GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI.

Hendra, D. F. (2018). Tari Inla Membangkitkan Nilai Spiritualitas Manusia Dengan Pendekatan Etnokoreologi. Pendidikan dan Kajian Seni, 160.

Pratiwi, S. R. (2024). Fungsi Joged Amerta Sebagai Ritual Untuk Kesehatan. Repository UPI, 1-15.

Rahmawati, D. (2021). Nilai-Nilai Sosial dan Budaya Dalam Tradisi Mantu Poci di Kota Tegal Jawa Tengah (Kajian Antropologi Sastra). TABASA : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 5-7.

Romdona, S. J. (2025). Teknik Pengumpulan Data : Observasi, Wawancara dan Kuesioner. Jisosepol: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 43.

Rosyadi, M. S. (2020). Pengaruh Animisme: Hilangnya Kaharingan dalam Pilihan Agama di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 208-216.

Soedarsono. (2010). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulung, U. &. (2024). Memahami Sumber Data Penelitian : Primer, Sekunder dan Tersier. Jurnal Edu Research Indonesia Institue For Corporate Learning And Studies (IICLS), 111-114.

Tindarika, R., Istiandini, W., & Sulissusiawan, A. (2023). Representasi Gong dalam Tari Ngeruai Kenemiak (Analisis Pola Dua Estetika Paradoks). JOGED : Jurnal Seni Tari, 149-160.

Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan, 84-85.

Downloads

Published

2026-02-21