"NILAI ANAK" DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MULTI ETNIK DAN AGAMA
DOI:
https://doi.org/10.26418/j-psh.v8i2.23861Abstract
Tulisan ini berjudul "Nilai Anak" Dalam Perspektif Masyarakat Multi Etnik dan Agama yang memberikan gambaran, pandangan agama dan budaya terhadap nilai anak. Pada masyarakat Kota Pontianak multi etnik dan agama, telah memberikan penilaian dan perlakuan terhadap anak disebabkan latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendalami apa yang dimaksud oleh informan, latar munculnya pemikiran tersebut hingga informasi lainnya. Peneliti menggunakan teknik wawancara kepada tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu, dan peneliti juga mewawancarai tokoh Melayu, Madura, Jawa, dan Tionghoa. Penelitian ini menemukan 1. Semua agama memandang bahwa anak adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri, perbedaan jenis kelamin pada anak tidak boleh menjadikan alasan untuk memperlakukannya secara diskriminatif. 2. Agama Hindu memberikan penghargaan terhadap anak laki lebih utama dari pada anak perempuan, baik urusan perkawinan, kewarisan dan lainnya. Konsep ini disebut dengan "suputra". 3. Dalam keluarga Melayu, Madura, Jawa, Tionghoa menilai bahwa anak laki-laki sama posisinya dengan anak perempuan, perbedaan hanya terletak pada jenis kelamin saja dan akses pendidikan, ekonomi dan lainnya berhak diperoleh keduanya.
Kata Kunci: Nilai Anak Multi Etnik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).