TRADISI MASYARAKAT SAMBAS: IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DAN EKSISTENSINYA

Authors

  • Arif Januardi IKIP PGRI Pontianak
  • Superman Superman IKIP PGRI Pontianak
  • Haris Firmansyah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i1.52469

Keywords:

Tradition, Local Wisdom Values, Existence.

Abstract

This study aims to describe in detail the traditions that are still developing and identify the values of local wisdom contained in the traditions of the Sambas community and their existence. the method used in this research is qualitative research, the research location is in Sambas Regency, the research subject is the Sambas community who still carries out the tradition. The tradition of white flour and saprahan is the identity of the Sambas community which has been passed down from generation to generation until now because we can see it because it has a philosophical meaning and is considered to have positive values in society. The values of local wisdom contained in the plain flour and saprahan traditions such as religious values and social values, the existence of the plain flour and saprahan traditions in the Sambas Malay community have become a must to be implemented by every Sambas Malay community. This is because it is considered that the tradition has become a cultural heritage that deserves to be preserved and maintained as well as an inherent pride in the Sambas community.

Author Biographies

Arif Januardi, IKIP PGRI Pontianak

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH, FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN SOSIAL

Superman Superman, IKIP PGRI Pontianak

Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial

Haris Firmansyah, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

References

Aulia, D. (2021). Pembacaan Tahlil Dan Do’a Selamat Sebagai Pengantar Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pada Prosesi Kelahiran Di Kelurahan Simpang Tuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur ( Sudi Living Qur’an) (Vol. 7, p. 1). Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama Universitas Islam Negri Sulthan Thaha Saifuddin.

Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Pustaka Jaya.

Basyari, H. I. W. (2014). Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Wisdom) Tradisi Memitupada Masyarakat Cirebon (Studi Masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu). Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1), 47–56. http://dx.doi.org/10.1038/ni.1913%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016

Batubara, S. M. (2017). Kearifan Lokal Dalam Budaya Daerah Kalimantan Barat (Etnis Melayu dan Dayak). Jurnal Penelitian IPTEKS, 2(1), 91–104. https://doi.org/https://doi.org/10.32528/ipteks.v2i1.564

Berg, B. L. (2001). Qualitative Research Method For The Social Sciences. Allyn & Bacon.

Chozanatuha, I., Hambali, & Gimin. (2016). Analisis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Yang Terdapat Dalam Tradisi Tepuk Tepung Tawar Di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(2), 1–13.

Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(2), 123–130. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225

Firmansyah, H., Fitrah Fadilla, Yosafat Kevin, & Novita Sari. (2021). Syair Gulung: Perkembangan Dan Fungsinya Sebagai Pendidikan Moral. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 491–503. https://doi.org/10.37329/ganaya.v4i2.1375

Hemafitria. (2019). Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Tepung Tawar Pada Etnis Melayu Sambas. Jpkn: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 3(2), 121–132.

Julia, Noor, A. S., & Chalimi, I. R. (2020). Tradisi pernikahan masyarakat melayu sebagai pelestarian budaya lokal di desa seranggam kecamatan selakau timur kabupaten sambas. Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(9), 1–10.

Kartika, V. L. (2020). Tradisi Rias Pengantin Dalam Adat Pernikahan Masyarakat Melayu Sambas Di Desa Sekura Tahun 1972-2018. Journal.Iaisambas.Ac.Id, 3(1). http://journal.iaisambas.ac.id/index.php/SAMBAS/article/view/221

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Aksara Baru.

Marhamah. (2018). Otoritas Tradisional (Studi Naratif Eksistensi Kepemimpinan Tomakaka Tomakaka Di Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu). Universitas uhammadiyah Makasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Srudi Pendidikan Sosiologi. https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/4755-Full_Text.pdf

Marjito, E. R., & Juniardi, K. (2021). Pontianak Urgency Of Planting Cultural Values Based On Saprahan Tradition In Local History Learning In Pontianak City. Swadesi: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, II(1), 59–73.

Miles, M.B. & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: An expanded.

Purnama, S. (2021). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Naga Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 12(1), 30–36. https://doi.org/10.26418/J-PSH.V12I1.46325

Putri, A. E., Firmansyah, A., Mirzachaerulsyah, E., & Firmansyah, H. (2021). Tradisi Saprahan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Kalimantan Barat. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 5(1), 45–59. https://doi.org/10.29408/fhs.v5i1.3512

Rossman, G. B., & Rallis, S. F. (2012). Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research 3rd ed. Sage Publications, Inc.

Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Wahab, Erwin, & Purwanti, N. (2020). Budaya saprahan melayu Sambas: asal usul, prosesi, properti dan pendidikan. Arfannur: Journal of Islamic Education, 1(1), 75–86. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.24260/arfannur.v1i1.143

Downloads

Published

2025-07-07