FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA PONTANG KECAMATAN PONTANG KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN

Authors

  • Himayati Himayati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhammad Agus Hardiansyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.53910

Keywords:

dropout, compulsory education, economy and family

Abstract

Development in the political field is significant in improving the quality of Human Resources. Therefore, the government established a 12-year compulsory education program to create quality human resources. However, participation at the senior secondary level needs to be reminded to reduce the dropout rate. This research was carried out in the Pontang sub-district, Serang district - Banten, using a descriptive qualitative method which is a way and an effort to put more emphasis on aspects of in-depth understanding of a problem. In this method, Creswell (2008) defines the approach is considered as an approach or search to explore and understand a social phenomenon. The data obtained will be analyzed qualitatively and described in descriptive form. To collect, compile, and analyze the results of research.

References

A.Muri Yusuf : (1986). Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta. Ghalia Indonesi Abu Ahmadi dan Nurabbiyati (2001) Ilmu Pendidikan. Jakarta:Rineka Cifta.

Asian Brain. Com content Team (2009,http://www,annehira.com/artikel-pendidikan.htm) di akses 20 September 2018 (online).

Ary H.Gunawan. (2001). Sosiologi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologi TentangProblem. Pendidikan. Jakarta Rineka Cipta.

Cooper, DKK. (2010). Effects of full day kindergarten on academic achievement and social. Dalam jurnal Review of educational Research. Vol. 80, no.1, pp.34-70.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2004). Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga. Jakarta:Rineka Cipta.

Fattah.(2000). Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Faud Hisan (2005) Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta : Rineka Cifta.Hasbulah (2003) Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta :Raya Grafindo persada.

Fattah.(2000). Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta, Rajawali Pers, 2009.

Kamsihyati, Titik Sutomo, S.F.(2016). Kajian faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Jangrana Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Geo Edukasi, Vol.5(1), 16-21.

Meti Rosiana. Perceraian dan Kelanjutan Pendidikan Anak. (Metro, STAIN Jurai Siwo Metro, 2001).

Made Pidarta (1997). Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Murtrofin. (2009). Mengapa Mereka Tak bersekolah ? Evaluasi Program Kewajiban Belajar. Jakarta : LaksBang PRESSindoS.

Muri Yusuf. (1986). Pengantar Ilmu Pendidikan Jakarta: Gralia Indo.

Nasir & Lilianti. (2017). Jurnal pendidikan dan ilmu pengetahuan: pendidikan bagi semua: Partisipasi Wanita dalam Pendidikan. Vol.17 No.1 hal 1-80.purwanto.

Ngalim.(2006). Psikologi Pendidikan: Bandung: Rosda Karya.

Prastowo, Andi. (2010). Menguasai TeknikTeknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Diva Press.

Radja Mudyahardjo. Pengantar Pendidikan. Cet 1, (Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada, 2002).

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 (2006:5) Tentang Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2025-07-23