PESAGUAN DAYAK CULTURE: TENTOBUS TRADITIONAL CEREMONY

Authors

  • Regaria Tindarika Universitas Tanjungpura
  • Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih Universitas Tanjungpura
  • Mega Cantik Putri Aditya Universitas Tanjungpura
  • Ahadi Sulissusiawan Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i2.71510

Keywords:

Culture, Pesaguan Dayak, Tentobus

Abstract

The Pesaguan Dayak ethnic has various types of culture and customs within it. One of the cultures it has is in the form of traditional ceremonies. The Tentobus Traditional Ceremony has a series of activities that have been arranged systematically from start to finish. This research aims to describe the processions contained in the Tentobus Traditional Ceremony considering that carrying out traditional ceremonies has its own applicable rules and procedures. The rules and procedures for carrying out traditional ceremonies in an ethnic group are a reflection of the society that has them. The data was obtained using data collection techniques such as direct observation, in-depth interviews, documentation and literature studies related to the object and focus of the research. The results of this research are that the Tentobus traditional ceremony procession was held for 2 consecutive days. The traditional ceremonial procession on the first day consists of tentobus; penyorahan sensarang; betare; and menanam ancak. Meanwhile, the Tentobus traditional ceremony procession of the Dayak Pesaguan ethnic on the second day consisted of the Besogak Dance; Makan Betanggai;, and Mengerurutan Payung Langit.

References

Arisandie, Tio Pilus. (2021). Potret Kekristenan Pada Suku Dayak Pesaguan di Provinsi Kalimantan Barat. Semarang: JIREH, Volume 3, No.1, p 63.

Dekapriyo, F. D. E. O., Studi, P., Seni, P., Pendidikan, J., Dan, B., Keguruan, F., Ilmu, D. A. N., & Tanjungpura, U. (2023). Fungsi tari besogak dalam upacara adat tentobus dayak pesaguan di kecamatan tumbang titi kabupaten ketapang skripsi.

Dekapriyo, F. D., Rizky, A., Satrianingsih, O., Tanjungpura, U., & Info, A. (2023). Besogak , Tentobus , Dayak Pesaguan. 12, 571–578. https://doi.org/10.26418/jppk.v12i2.62866

Koentjaraningrat. (2015). Pengatar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lontaan, J.U. (1972). Sejarah Hukum Adat, dan Adat Istiadat Kalimantan Barat. Jakarta: Bumi Restu Offset.

Putri, F. A., Rizky, A., Satrianingsih, O., Pertunjukan, P. S., & Tanjungpura, U. (2023). Volume 12 Nomor 3 Tahun 2023 Halaman 1128-1140 Proses Kreatif Penciptaan Tari Jepin Terune Oleh Saunihar Di Sanggar Ale-Ale Kabupaten Ketapang. 12, 2715–2723. https://doi.org/10.26418/jppk.v12i3.64358

Ramadhan, I., Hardiansyah, M. A., Chappel, C., Firmansyah, H. (2023). Preserve the existence of balala’ tamakng tradition of dayak ethnic to maintain the national identity of indonesia. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan,4(1),28–44. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26418/jppkn.v4i1.61234

Riwut, Tjilik. (1979). Kalimantan Membangun. Jakarta: Jayakarta Agung Offset

Rizky, Aline, Cantik, Mega, T, Regaria, Fretisari, I. (2023). Nilai Karakter Pada gerak Taru Melinting Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(2), 1349–1358.

Rizky, A., Satrianingsih, O., Tindarika, R., Cantik, M., & Aditya, P. (2023). Fungsi Upacara Adat Tentobus pada Suku Dayak Pesaguan di Kecamatan Tumbang Titi Kalimantan Barat. Jurnal Sendratasik, 12(3), 412–424. https://doi.org/10.24036/js.v12i3.123664

Salim, M. (2017). Bhinneka tunggal ika sebagai perwujudan ikatan adat-adat masyarakat adat nusantara. Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 6(1), 65-74.

Schechner, Richard. (2006). Performance Studies, An Introduction. New York and London: Routledge

Solihin, S. (2021). Hukum Positif Masa Kini Tempatnya Dalam Adat Perkawinan Toraja Sa’dan.

Sukanda, Al. Yan dan F. Raji’in. (2007). Kanjan Serayong. Ketapang, Kalimantan Barat: Kantor Informasi, Kebudayaan, dan Pariwisata

Tindarika. (2017). Simbol Dan Makna Upacara Adat Ngabayotn Suku Dayak Salako Kalimantan Barat. Universitas Pendidikan Indonesia.

Tindarika, R. (2021). Nilai-Nilai Dalam Kesenian Hadrah Di Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 12(1), 1. https://doi.org/10.26418/j-psh.v12i1.46319

Tindarika, R., & Ramadhan, I. (2021). Kesenian Hadrah Sebagai Warisan Budaya Di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(3). https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.907-926.2021

Zaidah, N. (2016). Performativitas Panggih pada Upacara Perkawinan Adat Jawa Tengah Prespektif Performance Studies. Imajinasi: Jurnal Seni, 10(1), 67-80.

Downloads

Published

2025-07-23