Multiculturalism in Indonesian Teen Suicide Prevention

Authors

  • Inayatul Mutmainnah Universitas Pepadri Makassar
  • Jepri Utomo Universitas Madako Tolitoli

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i2.76049

Keywords:

Multikulturalisme, Pencegahan Bunuh Diri, Remaja Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki peningkatan bunuh diri remaja di Indonesia pada tahun 2023, dengan penekanan khusus pada siswa dan mahasiswa. Kombinasi teori multikultural Watson dan teori bunuh diri Durkheim diterapkan secara kualitatif menggunakan metodologi tinjauan literatur. Hasilnya menunjukkan perubahan sosial, tekanan akademis, dan ketidakpastian masa depan sebagai pemicu utama. Dengan mengintegrasikan teori Durkheim dan Watson, strategi pencegahan bunuh diri yang lebih kontekstual dapat dikembangkan. Meningkatkan sistem pendidikan dan kesehatan mental, mengembangkan kurikulum inklusif, memberikan pelatihan guru dan konselor, serta melakukan pemantauan dan evaluasi rutin adalah beberapa rekomendasi. Pembentukan inisiatif pencegahan bunuh diri yang komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia membutuhkan sintesis teori Durkheim dan Watson.

References

Anggraini, S. N., Rahman, A., Martono, T., Kurniawan, A. R., & Febriyani, A. N. (2022). Strategi Pendidikan Multikulturalisme dalam Merespon Paham Radikalisme. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(01), 30–39.

Ashari, A., Wahyuni, N. S., & Agustriono, L. (2023). Suicide, Youth, Psychology, Bunuh Diri Remaja Perspektif Psikologi Dan Hukum Islam. Muadalah: Jurnal Hukum, 3(1), 28–50.

Astuti, Y. D. (2019). Kesepian dan ide bunuh diri di kalangan tenaga kerja Indonesia. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 24(1), 35–58.

Fasak, A., & Sulastri, A. (2023). Mengapa semakin banyak remaja Indonesia bunuh diri? Sebuah telaah literatur. Prosiding Seminar Nasional Psikologi (SINOPSI), 1.

Febrianti, D., & Husniawati, N. (2021). Hubungan tingkat depresi dan faktor resiko ide bunuh diri pada remaja SMPN. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 85–94.

Himayati, H., & Hardiansyah, M. A. (2022). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Di Desa Pontang Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 322–326.

Januardi, A., Superman, S., & Firmansyah, H. (2022). Tradisi Masyarakat Sambas: Identifikasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Eksistensinya. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(1), 185–192.

Karisma, N., Rofiah, A., Afifah, S. N., & Manik, Y. M. (2023). Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(03), 560–567.

Kurniawan, K. N. (2020). Kisah Sosiologi: Pemikiran yang Mengubah Dunia dan Relasi Manusia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

MINGGU, F. O. (2023). Upaya Pencegahan Bunuh Diri di Kalangan Remaja. IFTK Ledalero.

Mujahidah, I., & Dewi, D. A. (2022). Internalisasi Nilai Pancasila Terhadap Generasi Muda Sebagai Wujud Mempertahankan Budaya Bangsa. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 431–437.

Prasetya, I. A., & Ramadhan, I. (2024). Implementasi motion grafis video animasi 2D untuk pengenalan seni, budaya, dan kuliner khas di Provinsi Kalimantan Barat. Academy of Education Journal, 15(1), 34–52.

Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi: Dari sosiologi klasik sampai perkembangan terakhir postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 11, 25.

Utami, R. W., & Afrizal, S. (2022). Implementasi Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera Di Kelurahan Kepuh. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 738–748.

Zulaikha, A., & Febriyana, N. (2018). Bunuh diri pada anak dan remaja. Jurnal Psikiatri Surabaya, 7(2), 62–72.

Downloads

Published

2025-07-23