The Existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan Dance in Pontianak

Authors

  • Ricki Ricki Universitas Tanjungpura
  • Dwi Oktariani Universitas Tanjungpura
  • Ismunandar Ismunandar Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v15i1.76351

Keywords:

Existence, Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan Dance

Abstract

The development of dance continues to advance in line with people's lives. Traditional dances generally experience developments that are influenced by the surrounding community, whether the community is a supporting or inhibiting factor for the dance. One of the traditional dance arts that has developed to date is the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance which is currently developing in Pontianak and its surroundings. The Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance is a Jepin Langkah dance that was originally developed in 1932 by an artist named Salim Kudong in Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. In 1947 Salim Kudong taught Jepin Langkah to Mr Yusuf Daiman. Mr. Yusuf Daiman passed it on to the next generation, namely Mr. Sabaruddin, in 1967. Mr. Sabaruddin developed the Jepin Langkah by taking 9 Jepin Langkah   that is langkah bujur (pelebat), langkah gersik, langkah sorong dayung, langkah jarum mesin, langkah betiti batang, langkah baki juadah, langkah tak sampai, langkah loncat tiung, dan langkah besikut so that they become one dance known as the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance. This research aims to describe the existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance. This research uses a qualitative method with an ethnochoreological approach. The existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance cannot be separated from the community, researchers, and government who are supporting factors. Meanwhile, inhibiting factors such as people's interest in studying dance traditions still need greater attention.

References

Adiwisastra, M. F., Muhajir, H., & Supriadi, D. (2020). Pengukuran Kesenjangan Digital Menggunakan Metode Deskriptif Berbasis Website. EVOLUSI: Jurnal Sains Dan Manajemen, 8(2).

Ahmad, I. M., & Laksono, A. (2023). Upaya Paguyuban Budi Laras dalam Pelestarian Seni Karawitan di Kampung Tematik Seni Budaya Jurang Blimbing Kota Semarang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2). https://doi.org/10.14710/endogami.6.2.1-10

Amzani, T. R., Surherni, & Irdawati. (2019). Tari Rumah Inai dalam Upacara Adat Perkawinan pada Masyarakat Melayu Desa Tasik Serai. LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan, 5(2).

Asyura, M. (2019). BUDAYA KEMPONAN PADA MASYARAKAT MELAYU PONTIANAK (KAJIAN KEARIFAN LOKAL DALAM KEHIDUPAN SOSIAL ETNIK MELAYU. Handep: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 3(1). https://doi.org/10.33652/handep.v3i1.38

Dindin Rasidin dan Nurhidayat. (2019). Dramatari Rahwayana Tafsir Dualistik Kebaikan dan Keburukan. Makalangan, 6(2).

Ismunandar, I. (2022). Kreativitas Juhermi Tahir dalam Tari Jepin Tali Bui Kota Pontianak. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2). https://doi.org/10.37905/aksara.8.2.1093-1116.2022

Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). PEWARISAN BUDAYA MELALUI TARI KREASI NUSANTARA. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1). https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33333

Mulyati, E. (2020). Proses Kreatif Pada Dramatari Amba Bisma. Prosiding ISBI Bandung.

Nurdiyana, T., & Indriyani, P. D. (2023). Etnokoreologi: Kajian Melalui Antropologi dan Seni Tari-Jejak Pustaka. Jejak Pustaka.

Oktariani, D. (2023). PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI TARI TRADISI NUSANTARA PADA REMAJA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 907–915.

Puspitasari, N., Sanulita, H., & Fretisari, I. (2017). Struktur Penyajian Tari Jepin Cangkah Pedang Dalam Seni Tari Melayu Di Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 6(9).

Syafrayuda, D. R. (2015). EKSISTENSI TARI PAYUNG SEBAGAI TARI MELAYU MINANGKAU DI SUMATERA BARAT. Ekspresi Seni, 17(2). https://doi.org/10.26887/ekse.v17i2.102

Yuliana Putri, R., Trilestari, A., & Apriani, A. (2021). Analisis Upacara Adat Nyuguh Di Kampung Adat Kuta Kabupaten Ciamis. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 4(2). https://doi.org/10.35568/magelaran.v4i2.1107

Downloads

Published

2025-07-23