Anthropological Study of the Rejang Dewa Dance in Sedahan Jaya Village, Sukadana District, North Kayong Regency

Authors

  • Dwi Septiani Universitas Tanjungpura
  • Mega Cantik Putri Aditya Universitas Tanjungpura
  • Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v15i1.77666

Keywords:

Anthropological Studies, Rejang God Dance, North Balinese Kayong tribe.

Abstract

This research was conducted to understand the Anthropological Study of the Rejang Dewa Dance in Sedahan Jaya Village, Sukadana District, North Kayong Regency. The method used was descriptive method with a qualitative research design. The approach employed was anthropological and ethnographic approach. Data sources were obtained through informants knowledgeable about the anthropological study of the Rejang Dewa Dance in Sedahan Jaya Village, Sukadana District, North Kayong Regency. The research data consisted of anthropological studies of the Rejang Dewa Dance and the distinctive characteristics of the Rejang Dewa Dance. Data collection techniques included interview techniques, observation techniques, and documentation techniques. Data validity testing techniques used triangulation and extended observation. The results of the study are: (1) the anthropological study of the Rejang Dewa Dance in Sedahan Jaya Village originated from the transmigration of Hindu-Balinese communities due to the eruption of Mount Agung in 1963. (2) the distinctive characteristic of the Rejang Dewa Dance in Sedahan Jaya Village, Sukadana District, North Kayong Regency is that the dancers are females who are still pure or have not yet menstruated and can only be performed in the temple.

References

Aldiansyah, R., Ariyansyah, I., Efriani, E., Dewantara, J. A., Sulistyarini, S., & Sudagung, A. D. (2023). The Relevance Of Student Views To The Concept Of Environmental Ethics. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 14(2), 85–97. https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i2.68723

Barus, Y. P. (2022). Sejarah Masuknya Masyarakat Bali Di Desa Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai (Tahun 1963-2021). UNIMED.

Dermawan, A. (2019). Dari Lorong-lorong Istana Presiden. Kepustakaan Populer Gramedia.

Efendi, D. O. R., Runiari, N., & Ruspawan, I. D. M. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kesiapsiagaan Ibu Hamil Dan Keluarga Menghadapi Erupsi Gunung Agung. Jurnal Gema Keperawatan, 15(2), 289–304.

Gunarta, I. W. A., & Satyani, I. A. W. A. (2020). Tari Rejang Pala Di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem: Kajian Bentuk Dan Fungsi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 172–181. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1049

Hamdani, Z., Syafiq, A., Caesarone, F., & Lampung, U. M. (2023). 1 , 2 , 3. 500–512. https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v21i3.11660

Kantina, I. K. A. D. (2020). Pura Tirta Empul: antara tempat suci versus destinasi wisata komersial (kasus komodifikasi Pura Khayangan di Desa Manukaya Tampak Siring, Gianyar Bali). Universitas Airlangga.

Mahyudi, D. (2023). Pendekatan Antropologi dan Sosiologi dalam Studi Islam. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 9(2), 114–140.

Marjanto, D. K., Widjaja, I., Julizar, K., Hendrik, H., & Ulumuddin, I. (2020). Pengaruh pendaftaran tiga genre tari Bali dalam daftar ICH UNESCO bagi kehidupan: sosial ekonomi komunitas budaya. Pusat Penelitian Kebijakan.

Martiara, R. (2016). WORLDING DANCE: Menduniakan Tari. Program pascasarjana ISI Yogyakarta.

Murtana, I. N., Purnamawati, N. D., Soemaryatmi, E., & Harpawati, T. (2018). TRADISI WISATA DESA SEMBIRAN BULELENG-BALI. ISI Press.

Nila Adinda, S. (2022). Pembelajaran Tari Rejang Dewa untuk Meningkatkan Sikap Religius Anak di Pasraman Raditya Tegaldlimo Banyuwangi. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Nurmaning, B. A. (2022). Pelestarian Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Reog Kendang Di Tulungagung. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 635-642. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54051

Olin, P. M. A., Kadek, A. P. D. P. F., & Made, Y. L. N. G. A. (2021). Penerapan Kegiatan Menari Untuk Mengembangkan Seni Anak Usia Dini Di Banjar Wanasari Desa Sulangai Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 78–91.

Saetban, S. V. (2023). Etnomatematika Pada Budaya Makan Sirih Pinang Suku Dawan TTS, NTT. Seminar Nasional Sanata Dharma Berbagi: Seni Dan Budaya 2023.

Satyani, I. A. W. A., & Gunarta, I. W. A. (2022). Perancangan Panyacah Awig Rejang Pala dalam Penguatan Ekosistem Tari Rejang Pala. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 5(1), 22–32. https://doi.org/10.37329/ganaya.v5i1.1546

Suadnyana, I. B. P. E. (2020). Kain Tenun Cagcag pada Upacara Manusa Yadnya di Kelurahan Sangkaragung Kabupaten Jembrana. In Jurnal Teologi Hindu (Vol. 2, Issue 1).

Surya, N. K. O. A., & Putra, I. G. G. (2022). Nilai Pendidikan Pada Tari “Baris Jangkang†Desa Pelilit, Kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung. PENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni, 2(2), 174–181.

Wahyudi, A. V., & Gunawan, I. (2020). Peran Tari Dalam Perspektif Gender Dan Budaya. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2(2), 130–141. https://doi.org/10.24235/equalita.v2i2.7136

Wahyuni, I. A. K. S., & Putra, A. A. N. M. (2020). Uniformisasi Pementasan Tari Rejang Renteng dan Semangat Perempuan Melestarikan Seni Budaya. VIDYA WERTTA: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 3(1), 63–70. https://doi.org/10.32795/vw.v3i1.668

Downloads

Published

2025-07-23