Positive Value of Reog Kendang for Tulungagung Residents
DOI:
https://doi.org/10.26418/j-psh.v16i1.79009Keywords:
Culture, Positive Value, Reog KendangAbstract
This article aims to describe the positive values of Reog Kendang, which is one of the traditional arts of Tulungagung Regency, for the lives of the people of Tulungagung. This article was written using a literature review method. Literary sources were searched using Google Scholar with the keyword Reog Kendang. The criteria for literary sources used are those published in 2014-2024. Based on the literature collected, results were obtained showing that Reog Kendang as one of Tulungagung's cultural heritage has had various positive impacts in the fields of culture, economics, sports and politics. There are many positive values such as cooperation, responsibility, discipline, mutual respect, and a sense of love for the homeland that is felt through the existence of Reog Kendang art. By realizing the existence of Reog Kendang as a valuable cultural heritage, it is hoped that regional culture as the root of national culture will not be timeless or eroded by foreign culture.
References
Aisara, F., Nursaptini, & Widodo, A. (2020). Melestarikan kembali budaya lokal melalui kegiatan ekstrakulikuler untuk anak usia sekolah dasar. Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149–166. https://ejournal.uksw.edu/cakrawala/article/view/4411
Ardeny, S. F., Hadzanistan, F., & Hakim, M. A. (2025). Peran Pendidikan Politik Dalam Masyarakat Dan Kalangan Politisi Di Indonesia. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 2(02).
Dinas KOMINFO Provinsi Jawa Timur. (2012). Hut Ke 45, Senam Rekreasi Perwosi Jatim Lebihi Target. Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur.
Husnaeni, H., & Anggriyani, F. C. W. (2025). Peran Pendidikan Dalam Membangun Sikap Cinta Tanah Air Pada Generasi Muda. Khidmat, 3(1), 1–7.
Hutaminingtyas, W., Yatmin, Y., Widiatmoko, S., & Budianto, A. (2023). Sejarah Tari Reog Kendang Tulungagung Sebagai Kearifan Lokal. Jurnal Pinus: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 9(1), 10–20. https://doi.org/10.29407/pn.v9i1.19655
Irfan, M. N., & Pamungkas, J. H. (2017). Perkembangan Kesenian Reyog Tulungagung Tahun 1970-2016. Avatara, 5(3), 1112–1122.
Janah, D. L. N., Puriamandawati, N. A., & Putri, F. S. E. (2024). Eksistensi Tari Reog Kendang Tulungagung Sebagai Tradisi Kearifan Lokal. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora, 2(2), 259–282. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v2i2.810
Karomah, I., Ratnawati, I., & Anggriani, S. D. (2022). The Legend of the Origin of Reog Kendang Tulungagung as the Idea of Creating Batik Painting on Scarves. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(11), 1639–1656. https://doi.org/10.17977/um064v2i112022p1639-1656
Mahaputra, M. R. (2022). Literature review faktor-faktor yang mempengaruhi berpikir positif. Jurnal Ilmu Multidisplin, 1(1), 33–40.
Mulyani, S., Noviadi, A., Sondarika, W., Herdiana, H., & Andini, S. (2024). Struktur Cerita Rakyat Masyarakat Kampung Adat Kuta. Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 8(2), 1–23. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25157/literasi.v8i2.16680
Muyasaroh, R. (2022). Makna simbolik motif batik reog kendang Tulungagung.
Nugraheni, W. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Moral Melalui Kesenian Reog Kendang Terhadap Pelajar Di Kabupaten Tulungagung. Imaji, 16(2), 162–171. https://doi.org/10.21831/imaji.v16i2.22744
Nurhayati, D. A. W. (2021). Pendampingan Pelestarian Kearifan Lokal Reog Kendang: Upaya Pendidikan Karakter dan Ketrampilan Seni pada Siswa Sekolah Dasar Sidomulyo Pagerwojo Tulungagung. Jess: Jurnal Education Social Science, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.21274/jess.v1i1.3410
Nurmaning, B. A. (2022). Pelestarian Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Reog Kendang Di Tulungagung. In Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora (Vol. 13, Issue 2). Depdikbud. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54051
Paramita, M., Muhlisin, S., & Palawa, I. (2018). Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 19–30.
Putri, M. A. (2021). Kajian Batik Reog Kendang Tulungagung Karya Utari Anggita Shanti Dengan Pendekatan Penciptaan Kriya.
Rahayu, Y. P., & Yanuartuti, S. (2021). Pembelajaran Tari Reog Kendang Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Di Slb C Negeri Tulungagung. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 10(2), 275–295. https://doi.org/10.26740/jps.v10n2.p275-295
Riswanto, A., Joko, J., Boari, Y., Taufik, M. Z., Kabanga’, T., H.Irianto, Farid, A., Yusuf, A., Hina, H. B., Kurniati, Y., Karuru, P., Sa’dianoor, H., Ayunda, N., Irmawati, & Ifadah, N. E. (2023). Metodologi Penelitian Ilmiah (Panduan Praktis Untuk Penelitian Berkualitas). In S. Sepriano & E. Efitra (Eds.), Brigham Young University (1st ed., Vol. 1, Issue 69). Sonpedia Publishing Indonesia.
Ritonga, J., Fadhillah, A., Pelawi, D., Naibaho, E., Nasha, M., Ginting, S., & Yunita, S. (2022). Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air terhadap Indonesia Melalui Pemahaman Identitas Nasional Bangsa dan Penanaman Sikap Nasionalisme Pada Siswa SMP Negeri 39 Medan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 16–24.
Rohidi, T. R. (2019). Pelestarian Dan Pengembangan Keanekaragaman Seni Nusantara Bahasan tentang Memajukan Pendidikan dan Menguatkan Karakter. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 14(1), 21. https://doi.org/10.14710/sabda.14.1.21-30
Shanti, U. A. (2017). Kesenian Reog Kendang Tulungagung sebagai Inspirasi Pengembangan Motif Batik di Kabupaten Tulungagung. Seminar Nasional Seni Dan Desain: “Membangun Tradisi Inovasi Melalui Riset Berbasis Praktik Seni Dan Desain†FBS Unesa, 196–202.
Sujarwoko, D. H. (2024). KPU Tulungagung jadikan reog kendang sebagai maskot pilkada. ANTARA Kantor Berita Indonesia.
Suparno, S., & Apoy, A. (2017). Pelestarian Tradisi Dan Seni Daerah Berwawasan Nasional Menuju Masyarakat Perbatasan Ketungau Tengahmalaysia Yang Kompetitif Di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal PEKAN, 2(2), 143–160. https://doi.org/https://doi.org/10.31932/jpk.v2i2.217
Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya dan kebudayaan: Tinjauan dari berbagai pakar, wujud-wujud kebudayaan, 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal. Cross-Border, 5(1), 782–791.
Wardani, A. K., Husna, A. A., Jamil, F. F. S., Nasikah, I. M., Ningrum, I., Munawaroh, K., Bachtiar, M. Y., Hasanah, N. M., Khoirunnisaa, N., Imalasari, P. D., Ilmi, S. M., Rofi’ah, S. A., Miladiyah, S., Sufieana, T., Fernanda, Y. E., Novitasari, Y., & Ulinnuha, Z. (2020). Lintas Sejarah Budaya Lokal. Pustaka Rumah C1nta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).