Social Values in the Tandak Sambas Dance in Sambas Regency West Borneo

Authors

  • Mega Cantik Putri Aditya Universitas Tanjungpura
  • Ismunandar Ismunandar Universitas Tanjungpura
  • Asfar Muniir Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/j-psh.v15i2.87249

Keywords:

Social Value, Tandak Sambas Dance

Abstract

One of the cultures owned by the Malay tribe is customs, beliefs and arts that are carried out as entertainment. Tandak Sambas dance is a traditional dance that functions as entertainment typical of the Malay tribe which still maintains its authenticity. It is necessary to make protection efforts carried out by the state to avoid violations of the Sambas Tandak dance from cultural claims by other countries. The creator of the Sambas Tandak dance movement or choreography of the dance has also not been registered as copyright. Tandak Tambas dance is included in the form of traditional dance (folk dance). Tandak Sambas dance, functions as a means of performance, here dance is useful for entertaining the wider community. This dance comes from a folk game that is very close to the development of community life from various aspects. One of the values contained in the sustainability of Sambas tandak dance performances is social values. The social values of the Malay indigenous people are reflected in several changes and also the overall performance form. By trying to research this, it is hoped that the social values contained in this dance will not be lost and can still be maintained from generation to generation in the Malay indigenous community, especially in the Sambas Regency area.

Author Biographies

Mega Cantik Putri Aditya, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Seni Pertunjukan

Ismunandar Ismunandar, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Seni Pertunjukan

Asfar Muniir, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Seni Pertunjukan

References

Adelia, P. (2022). Makna Ritual Dan Sosial Ngerangkau Dalam Upacara Adat Kwangkay Di Desa Mancong Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Aditya, M. C. P., & Ramadhan, I. (2024). Kesenian Tari Orang-Orang Bertopeng: Memperkuat Relasi Sosial dan Warisan Melayu Kalimantan Barat. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 8(1), 10–22.

Buti, F. N., Neonbasu, G., & Boro, V. (2022). Budaya Ha’aluha sebagai Sarana Kohesi Sosial Suku Kemak di Desa Sadi-Kabupaten Belu. Warta Governare: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 371–390.

Hidayat, N. (2021). Tari Japen Lambut Sebagai Media Dakwah Pada Masyarakat Di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Jurnal SAMBAS (Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah): Journal of Religious, Community, Culture, Costume, History Studies), 4(2), 134–156.

Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami Warisan Budaya Dan Identitas Lokal Di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS, 18(1), 77–85.

Januardi, A., Superman, S., & Nur, S. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Tradisi Masyarakat Sambas dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 794–805.

Nafiah, T. M. (2019). Komunikasi Budaya Kesenian Tari Keling Guno Joyo di Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 148–161.

Nurchalis, N. (2023). Identifikasi Potensi Wisata Di Desa Pipit Teja Dalam Mendukung Terwujudnya Desa Wisata Pipit Teja Di Kabupaten Sambas. Sebi: Studi Ekonomi Dan Bisnis Islam, 5(1), 78–85.

Nurlela, N. (2023). Assitulungeng: Studi Tentang Nilai Solidaritas Masyarakat Nelayan Danau Tempe. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(2), 792–798.

Putri Anita, M. (2023). Bentuk Tari Batin Marga Liwa: Tahun 1977 Dan Tahun 20195.

Rahmaniar, R., & Mardi, M. (2019). Ideologi Konservatisme Dalam Pendidikan Seni Musik. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 2(2), 38–48.

Ramadhan, I. (2021). Pembangunan Pariwisata Equator Park Dan Perubahan Sosial Budaya Ekonomi Masyarakat: Equator Park Tourism Development and Social Cultural Economic Change of The Community. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 10(3), 322–390.

Ramadhan, I., Sana, S., Imran, I., & Sikwan, A. (2024). Analisis Ritual Tradisi Tuang Minyak Pada Wanita Hamil Etnis Melayu Di Desa Berlimang Kabupaten Sambas. Sosio Edukasi Jurnal Studi Masyarakat Dan Pendidikan, 7(2), 136–151.

Ramadhanty, E., Effendi, D., & Hetilaniar, H. (2022). Antropologi sastra dalam kumpulan cerita rakyat Ogan Komering Ilir. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia), 12(1), 26–38.

Ramala, D. E. (2020). Aksara Jawi: Warisan Budaya Dan Bahasa Alam Melayu Dalam Tinjauan Sosiolinguistik. Jurnal Islamika, 3(2), 1–13.

Rustiyanti, S. (2019). Metode ‘TaTuPa’Tabuh Tubuh Padusi sebagai Musik Internal Visualisasi Koreografi NeoRandai. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts), 20(3), 161–175.

Syefriani, S., & Kurniati, F. (2022). Eksistensi Tari Persembahan Di Kumpulan Seni Seri Melayu Pada Masa Pandemi COVID-19. KOBA, 9(1), 37–51.

Tindarika, R., Satrianingsih, A. R. O., Aditya, M. C. P., & Sulissusiawan, A. (2023). Pesaguan Dayak Culture: Tentobus Traditional Ceremony. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 14(2), 301. https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i2.71510

Downloads

Published

2025-07-23