PENGARUH EXERCISE RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS TERHADAP INTENSITAS NYERI DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

Authors

  • Baiturrahman . Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/tjnpe.v1i1.35016

Abstract

Latar belakang : Nyeri post operasi fraktur adalah nyeri somatik dan terjadi deep
somatic pain yang berasal dari otot tulang, persendian, dan jaringan ikat lainnya
yang terjadi karena penumpukan zat kimia. Nyeri post operasi fraktur dapat
dikurangi dengan exercise range of motion (ROM). ROM dapat menurunkan
intensitas nyeri karena memperlancar sirkulasi darah, dan memelihara mobilitas
persendian, mengurangi ketegangan, serta meningkatkan relaksasi.
Tujuan : Mengetahui pengaruh exercise range of motion (ROM) pada pasien post
operasi fraktur ekstremitas terhadap intensitas nyeri di RSUD DR. Soedarso
Pontianak.
Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment, menggunakan
metode pendekatan pre and post test without control. Penelitian ini menggunakan
consecutive sampling dengan sampel 15 responden yang mengalami nyeri post
operasi fraktur ekstremitas. Instrumen yang digunakan skala pegukuran nyeri
nonverbal pain scale (NVPS) dan prosedur exercise range of motion (ROM).
Setiap responden diberikan exercise range of motion (ROM).
Hasil : Sebagian besar responden berusia dewasa awal dan akhir dengan
presentase 26,7%. Perempuan merupakan jenis kelamin tertinggi 53,3%,
Pendidikan terbanyak adalah SMA 46,7%, dan Suku terbanyak adalah Melayu
46,7. Analisis bivariat intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi didaptkan
nilai median (min-max) sebelum intervensi 5,00 (4-6) dan sesudah intervensi nilai
median (min-max) 3,00 (2-5) dan nilai p = 0,000 (< 0,05).
Kesimpulan : Ada pengaruh exercise range of motion (ROM) pada pasien post
operasi fraktur ekstremitas terhadap intensitas nyeri di RSUD DR. Soedarso
Pontianak.

Kata Kunci : Intensitas nyeri, Fraktur, Exercise Range Of Motion

Downloads

Published

2019-06-25

Issue

Section

Articles