Manajemen Pemasaran dan Penerapan Konsep Circular Economy dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Sektor Agribisnis Peternakan

Authors

  • Mochammad Yordan Vahlepi Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman
  • I Putu Gede Didik Widiarta Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman
  • Dinar Anindyasari Administrasi Bisnis, Universitas Bali Internasional
  • Cori Qamara Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman
  • A.A. Gde Agung Nanda Perwira Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman
  • Lestari Gita Nur’aini Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan memaksa UMKM agribisnis peternakan untuk beradaptasi melalui strategi yang lebih inovatif, efisien, dan responsif terhadap perubahan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan pemasaran digital dan ekonomi sirkular terhadap peningkatan daya saing UMKM di sektor peternakan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Studi literatur dari tahun 2018 hingga 2025 ditelaah untuk mengidentifikasi manfaat, tantangan, serta potensi sinergi yang muncul dari integrasi kedua pendekatan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemasaran digital mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendukung efisiensi operasional melalui pemanfaatan platform daring dan strategi konten berbasis data. Sementara itu, ekonomi sirkular memberikan kontribusi signifikan melalui pengurangan biaya produksi, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, serta peningkatan keberlanjutan proses produksi. Integrasi pemasaran digital dan ekonomi sirkular terbukti menghasilkan dampak paling besar, terutama dalam meningkatkan efisiensi biaya, memperkuat nilai tambah, serta membuka peluang inovasi produk berbasis keberlanjutan. Kendati demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah hambatan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan literasi digital, akses teknologi, modal investasi awal, dan kurangnya pelatihan teknis bagi pelaku UMKM. Diperlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas, serta insentif adopsi teknologi untuk mempercepat implementasi strategi ini secara optimal. Temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pelaku UMKM, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi peningkatan daya saing yang berkelanjutan di sektor agribisnis peternakan.

Downloads

Published

2025-12-19