Manajemen SDM Rumah Sakit di tengah Era BPJS untuk meminimalisir keluhan pasien
Abstract
Era perubahan Asuransi Kesehatan (Askes) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dimulai sejak 1 Januari 2014. Selama satu dekade perjalanan, telah terjadi banyak keluhan baik dari peserta maupun rumah sakit penyelenggara. Peserta mengeluhkan ada pelayanan yang lambat dan kurang baik. Pihak RS dan penyelenggara mengeluhkan pembayaran yang lama, dirapel, dan bahkan banyak potongan untuk pemeriksaan laboratorium yang kurang sesuai indikasi. Masalah manajemen SDM RS menjadi hal krusial selama era BPJS ini. Tujuan penulisan adalah mengetahui manajemen SDM RS yang sesuai di tengah era BPJS untuk meminimalisir keluhan pasien. Tulisan ini merupakan narrative literature review. Sumber pustaka diambil dari jurnal dengan terbitan 10 tahun terakhir. Hasil penelaahan pustaka menunjukkan bahwa pegawai yang merupakan sumber daya manusia merupakan aset berharga dalam usaha pencapaian tujuan organisasi. BPJS sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia menempatkan manajemen SDM sebagai aspek penting. HR Four Role Model adalah manajemen SDM di BPJS Kesehatan yang diterapkan selama ini. HR Four Role Model meliputi peranan SDM sebagai pengelola strategi (strategic partner), pengelola perubahan (change agent), pengelola kontribusi dan kinerja karyawan (employee champion), serta pengelola infrastruktur, proses dan layanan manajemen SDM (administrative expert). Simpulan: Manajemen SDM Rumah Sakit di tengah Era BPJS untuk meminimalisir keluhan pasien adalah dengan menerapkan HR Four Role Model. Hal ini penting karena SDM adalah asset berharga untuk mencapai tujuan organisasi.Downloads
Published
2025-01-03
Issue
Section
Articles