Peningkatan Kandungan Kalium Tanah Ultisol Melalui Aplikasi Amelioran Turbinaria sp. Segar dan Fermentasi
DOI:
https://doi.org/10.26418/jose.v5i1.101332Keywords:
fermentasi EM4, kalium, rumput laut coklat, tanah ultisol, Turbinaria sp.Abstract
Tanah ultisol yang mendominasi wilayah Kalimantan Barat (64,83%) menghadapi kendala kesuburan utama berupa pH sangat masam dan kandungan kalium yang tersedia rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas amelioran Turbinaria sp. segar dan fermentasi dalam meningkatkan kandungan kalium dan memperbaiki pH tanah ultisol. Rancangan Acak Lengkap diterapkan dengan tiga perlakuan: kontrol tanpa amelioran (T₀), aplikasi 100 g/kg Turbinaria sp. segar (T₁), dan aplikasi 100 mL/kg Turbinaria sp. fermentasi menggunakan EM4 selama tujuh hari (T₂), masing-masing lima ulangan. Analisis kalium menggunakan ICP-OES Agilent 5900 pada panjang gelombang 767 nm dan pH diukur dengan pH meter digital secara in situ pada hari ke-3, 7, 10, dan 14. Hasil menunjukkan perlakuan fermentasi (T₂) memberikan kandungan kalium tertinggi sebesar 0,33 cmol/kg pada hari ke-7, meningkat 65% dibandingkan kontrol (0,20 cmol/kg), sedangkan perlakuan segar (T₁) meningkat 50% (0,30 cmol/kg). pH tanah perlakuan segar mencapai nilai tertinggi 7,00 pada hari ke-10, sementara perlakuan fermentasi dan kontrol mengalami fluktuasi lebih moderat. Uji ANOVA menunjukkan pengaruh sangat nyata aplikasi amelioran terhadap kandungan kalium (F-hitung = 52,18; p < 0,001). Uji Duncan mengonfirmasi hierarki T₂ > T₁ > T₀ (p < 0,05). Turbinaria sp. fermentasi terbukti efektif sebagai amelioran organik untuk meningkatkan ketersediaan kalium pada tanah ultisol.References
Anindita, M., Sulakhudin, & Agustine, L. (2024). Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol pada Lahan Kelapa Sawit di Desa Kelompu Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Jurnal Sains Pertanian Equator, 13(4), 1116–1125.
Asmarhansyah, Badayos, R. B., Sanchez, P. B., Cruz, P. C. S., & Florece, L. M. (2017). Land Suitability Evaluation of Abandoned Tin-Mining Areas for Agricultural Development in Bangka Island, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 4(4), 907–918. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2017.044.907
Aulia, U., Rozalina, & Panggabean, S. M. (2024). Seaweed-Based Organic Fertilizer: Sargassum polycystum and Ulva lactuca as Green Innovations Supporting Environmental Policies. Indonesian Journal of Environment and Sustainability Issues, 1(2), 57–70. https://doi.org/10.70211/ijesi.v1i2.132
Balai Penelitian Tanah, 2009, Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk, Balai Penelitian Tanah, Bogor.
Basmal, J. (2009). Prospek Pemanfaatan Rumput Laut sebagai Bahan Pupuk Organik. SQUALEN Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology, 4(1).
Bolan, N. S., Adriano, D. C., & Curtin, D. (2003). Soil Acidification and Liming Interactions with Nutrientand Heavy Metal Transformation and Bioavailability. Advances in Agronomy, 78, 215–272. https://doi.org/10.1016/S0065-2113(02)78006-1
Boss, C. B., & Fredeen, K. J. (2004). Concepts, Instrumentation and Techniques in Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectroscopy. In Perkin Elmer Precisely (Third Edit).
Davis, T. A., Volesky, B., & Mucci, A. (2003). A Review of the Biochemistry of Heavy Metal Biosorption by Brown Algae. Water Research, 37, 4311–4330. https://doi.org/10.1016/S0043-1354(03)00293-8
EPA (Environmental Protection Agency), 2018, Method 6010D: Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry, U.S. Environmental Protection Agency, Washington DC.
Ganti, N. W. S. L. S., Ginting, S., & Leomo, S. (2023). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Masam dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Berkala Penelitian Agronomi, 11(1), 24–34. https://doi.org/10.33772/bpa.v11i1.400
Muktamar, Z., Lifia, & Adiprasetyo, T. (2020). Phosphorus Availability as AFfected by the Application of Organic Amendments in Ultisols. SAINS TANAH – Journal of Soil Science and Agroclimatology, 17(1), 16–22. https://doi.org/10.20961/stjssa.v17i1.41282
Prasetyo, B. H., & Suriadikarta, D. A. (2006). Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 39–46.
Sianturi, S. M., Muktamar, Z., & Chozin, M. (2019). Enhancing Soil Chemical Properties and Sweet Corn Growth by Solid Organic Amendments in Ultisol. TERRA, 2(1), 1–8.
Sparks, D. L., & Huang, P. M. (1985). Physical Chemistry of Soil Potassium. In Potassium in Agriculture. https://doi.org/10.2134/1985.potassium.c9
Subbarao, G. V., Nakahara, K., Hurtado, M. P., Ono, H., Moreta, D. E., Salcedo, A. F., Yoshihashi, A. T., Ishikawa, T., Ishitani, M., Ohnishi-Kameyama, M., Yoshida, M., Rondon, M., Rao, I. M., Lascano, C. E., Berry, W. L., & Ito, O. (2009). Evidence for Biological Nitrification Inhibition in Brachiaria Pastures. Proceedings of the National Academy of Sciences, 106(41), 17302–17307. https://doi.org/10.1073/pnas.0903694106
Wang, M., Chen, L., Zhang, Z., Wang, X., Qin, S., & Yan, P. (2017). Screening of Alginate Lyase ‑ Excreting Microorganisms from the Surface of Brown Algae. AMB Express, 7(74), 1–9. https://doi.org/10.1186/s13568-017-0361-x
Zörb, C., Senbayram, M., & Peiter, E. (2014). Potassium in Agriculture - Status and Perspectives. Journal of Plant Physiology, 171(9), 1–14. https://doi.org/10.1016/j.jplph.2013.08.008