Distribusi Salinitas, Suhu, dan pH Akibat Pengaruh Arus Pasang Surut di Muara Sungai Mempawah

Authors

  • Teodorus Rhedyanto Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Yusuf Arief Nurrahman Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Risko Risko Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jose.v2i2.60538

Keywords:

intrusi air laut, Kalimantan Barat, Mempawah, muara sungai

Abstract

Kondisi perairan muara sungai dipengaruhi oleh pasang surut dan parameter fisik sungai dan menyebabkan terjadinya instrusi air asin. Instusi air asin menjadi salah satu masalah di daerah pesisir, terutama daerah muara sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi salinitas, suhu dan pH akibat arus pasang surut serta mengetahui hubungan parameter fisik sungai terhadap jangkauan sebaran salinitas di Muara Sungai Mempawah, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu 13 s.d 15 April 2021 pada kondisi pasang menuju surut dan surut menuju pasang. Metode dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pasut dan parameter fisik sungai terhadap variabel salinitas.  Salinitas, suhu, dan pH di Muara Sungai Mempawah masing-masing berkisar antara 0,02"° "“ 29,9"°; 28,20C "“ 32,20C dan pH berkisar 6,50 "“ 7,98. Kecepatan arus pada kondisi pasang sebesar 0,085 m/s "“ 0,876 m/s menuju ke hulu, sedangkan pada kondisi surut kecepatan arus sebesar 0,236 m/s "“ 0,893 m/s menuju ke arah laut. Berdasarkan distribusi salinitas di Muara Sungai Mempawah termasuk kedalam tipe estuari tercampur sebagian (Partially mixed Estuary). Dari hasil analisis regresi linier berganda di peroleh R2 sebesar 0,600 atau 60%. Nilai tersebut menunjukkan besarnya pengaruh pasut dan parameter fisik sungai (arus, kedalamana dan jarak jangkauan) terhadap sebaran salinitas dan 40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam model.

References

Ansari, A., Apriansyah, Risko. 2020. Distribusi Sedimen Dasar di Perairan Muara Mempawah Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa. 3(2): 48-54.

Arikunto. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Badan Pusat Statistik Kabupten Mempawah, 2018, Kecamatan Mempawah Hilir Dalam Angka, BPS Mempawah Regency, 12-15.

Douglas, R. M., 2001, Physical oceanography. Department of Geophysical Science, University of Chicago, Inois: 157.

Emery, William J. and, Thomson, Richard, E., 1997, Data Analysis Methods in Physical Oceanography, Pergamon Elsevier Science Ltd. USA.V: 42-116.

Hutabarat, S., dan S. M. Evans. 2006. Pengantar Oseanografi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Khairul, A.; Muchlizar.; Asep, M., 2018, Variasi Bulanan Salinitas pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Estuari Bengkalis, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Cibinong Bogor.

Pangestu, N.J,; Kushadiwijayanto, A.A. dan Nurrahman, Y, 2020, Studi Batimetri dan Morfologi Muara Sungai Mempawah Kabupaten Mempawah, kalimantan Barat, J.LautKhatulistiwa, (2):29-36.

Prawiradisastra, S., 2003, Permasalahan Abrasi di Wilayah Pesisir Kabupaten Indramayu. J. Alami, 8 (2): 42-46.

Rufaida, N. A., 2008, Perbandingan Metode Least Square Program World Tides dan Program Tifa Dengan Metode Admiralty Dalam Analisis Pasang Surut, Program Studi Oseanografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Rochman, D. 1987. Cara Perhitungan Pasang Surut Dengan Metode Admiralty. Dinas Pemetaan Topografi, Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional. Cibinong, Bogor.

Simanjuntak, G.J., Marpaung, T.J., Siringoringo, Y.B. 2022. Penerapan Metode Regresi Linier Berganda Terhadap Pengaruh Jumlah Karyawan dan Jumlah Alat/Mesin. COMSERVA. 2(3) : 245-266

Sugiyono., 2013. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. CV. Alfabeta: Bandung.

Widodo dan Suadi., 2006, Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Yogyakarta.

Downloads

Published

2023-09-01

Issue

Section

Articles