Pengaruh Perbedaan Jarak Tanam Terhadap Laju Pertumbuhan Eucheuma cottonii Dengan Metode KJA di Teluk Cina Pulau Lemukutan

Authors

  • Adinda Yunivah Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Syarif Irwan Nurdiansyah Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Warsidah Warsidah Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jose.v2i2.64387

Keywords:

Eucheuma cottonii, jarak tanam, keramba jaring apung, laju pertumbuhan

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan pulau terbesar di Kalimantan Barat yang berpotensi sebagai lokasi budidaya. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan yaitu Eucheuma cottonii. Kondisi rumput laut yang diproduksi di Indonesia belum maksimal disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan rumput laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut yaitu jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii dengan menggunakan metode KJA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 3 kelompok percobaan, yaitu jarak tanam 20 cm, 30 cm dan 40 cm masing-masing dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian memperoleh bahwa perbedaan jarak tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii. Pertumbuhan rumput laut paling tinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata-rata 5,05 g/hari. Kondisi parameter fisika dan kimia suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat dikatakan optimal. Sedangkan kecepatan arus mendapatkan nilai rata-rata kurang optimal.  

References

Anggadiredja, JT, Zatnika A, Purwoto H, dan Istini, S., 2010, Rumput Laut, Pembudidayaan, Pengolahan, dan Pemasaran Komoditas Perikanan Potensial, Jakarta, Penebar Swadaya.

Anggadiredja, JT, Zatnika A, Purwoto H, dan Istini, S., 2006, Rumput Laut, Jakarta, Penebar Swadaya.

Arisandi, P., 2012, Pengukuran Kualitas Air Hulu Daerah Aliran Sungai Kali Brantas Berdasarkan Keragaman Taksa Ephemeroptera, Plecoptera, Dan Tricoptera, Surabaya.

Aziza, M.N., Rahman, A., and Balubi, A.M., 2018, Pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap kandungan agar rumpu laut (Gracilaria verrucosa) menggunakan metode longline di tambak, Jurnal Media Akuatika, 3(1), 556-563.

Bakar, M.M., Setiawan, H., Afdal, B.M., Wahdania, and Usdin, 2022, Pengaruh Jarak Tanam Pada Metode Longline Terhadap Pertumbuhan Dan Rendemen Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Pada Petani Rumput Laut Di Selat Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi, Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 1:1–12.

Cokrowati, N., A.R., Spitri, dan Rusman., 2016, Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan Pada Jarak Tanam Yang Berbeda, Depik, Vol. 5(1), 12-18.

Desy, A. S.; Izzati, M. dan Prihastanti, E., 2016, Pengaruh Jarak Tanam Pada Metode Longline Terhadap. Oseanologia 64(2), 58-65.

Pertumbuhan Dan Rendemen Agar Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss, Jurnal Biologi, 5(2), 11–22.

Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, 2005, Profil Rumput Laut Indonesia, Jakarta, DITJENKANBUD. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, 2008, Profil Rumput Laut Indonesia, Jakarta, DITJENKANBUD. Effendie, M.I., 1997, Biologi Perikanan, Yogyakarta, Yayasan Pustaka Nusantara.

Erpin dan Rahman, R., 2013, Pengaruh Umur Panen dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Karaginan Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Menggunakan Metode Longline, 03(12), 156–163.

Fikri, Rejeki, S., dan Lestari, 2015, Produksi Dan Kualitas Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Dengan Kedalaman Berbeda Di Perairan Bulu Kabupaten Jepara, Journal of Aquaculture Management and Technology, 4, 67–74.

Hermawan, D., 2015, Pengaruh Perbedaan Strain Rumput Laut Kappaphcyus alvarezii terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik, Jurnal Perikanan dan Kelautan, 5(1), 71-78.

Marisca N., 2013, Aklimatisasi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan Dengan Kepadatan Yang Berbeda Dalam Akuarium di Rumah Kaca, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor, (Skripsi).

Mudeng, J.D., Kolopita, M.E.F dan Rahman, A., 2015, Kondisi Lingkungan Perairan Pada Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Desa Jayakarsa Kabupaten Minahasa Utara, J. Bud. Per., 3:(1), 172-186.

Nugroho, A., 2006, Bioindikator Kualitas Air, Jakarta, Universitas Trisakti.

Patang dan Yunarti, 2013, Pengaruh Berbagai Metode Budidaya dalam Meningkatkan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Kasus di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep), Jurnal Galung Tropika. 2 (2), 60-63.

Pongarrang, D., Rahman, A., and Iba, W., 2013, Pengaruh jarak tanam dan bobot bibit terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) menggunakan metode vertikultur, Jurnal Mina Laut Indonesia, 03(12), 94–112.

Sabarno, A., Sofyan, P. R., Abdul, A. and Agus, K., 2018, Pengaruh Bobot Bibit yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Gracilaria verrucosa Menggunakan Metode Longline ditambak, Media Akuatika, 3(2), 607–616.

Sofiana, M. S. J., Nurrahman, Y. A., Warsidah, Minsas, S., Yuliono, A., Safitri, I., Helena, S., and Risko, 2022, Community Structure Of Macroalgae In Lemukutan Island, Jurnal Ilmu Kelautan, 8(1), 1–8.

Valderrama D,J., Cai, N., Hishamunda, and Ridler, 2013, Social and economic dimensions of carrageenan seaweed farming. Fisheries and Aquaculture Technical Paper.

Widyartini, D.S., Insan, A.I., dan Sulistyani, S., 2015, Kandungan Alginat Sargassum polycystum pada Metode Budidaya dan Umur Tanam Berbeda, Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal, 32(2), 119–125.

Zonneveld, N., Huisman, E.A., and Boon J.H., 1991, Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2023-09-01

Issue

Section

Articles