Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/jose.v2i2.64580Keywords:
Daya Dukung Kawasan, Equator Park, Ekowisata Mangrove.Abstract
Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan. Ekosistem yang berpotensi utuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Data primer diambil menggunakan kuesioner pada 95 orang responden yang ditentukan berdasarkan metode sampling jenuh. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola kawasan ekowisata. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kunjungan harian pada kawasan ekowisata Equator Park sejumlah 16 orang/hari, yang sebagian besar berasal dari Kota Pontianak (53%), dengan rentang umur 20 - 23 tahun (40%), jenis kelamin laki - laki (52%) dan jumlah kunjungan rata-rata 1-3 jam. Unit area yang disediakan pada kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (120,12 m2), tracking dari beton (65 m), area photografi (15,12 m2) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Equator Park adalah 103 orang/hari. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat (16 orang/hari) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.
References
Feronika, R.F., 2011, Studi Kesesuaian Ekowisata Mangrove Sebagai Objek Ekowisata di Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, Universitas Hasanudin. Makassar (Skripsi).
Junus, N.I., Suyatna, H.I., Kehutanan, I.M., Kehutanan, F., and Mulawarman, U., 2019, Mangrove Di Kelurahan Teritip Balikpapan, J. AGRIFOR, 18 (2), 275–286.
Masum, K.Z., Mamun, A.A., Rahman, Z.M.M., Rahman, M.M., Newaz, M.S dan Redowman, M., 2013, Ecotourism Carryng Capacity and The Potentialy of The Safari Park of Bangladesh, Journal Of Forest Sciene, 29(4):292-299.
Nofiansyah; A.A. Akbar dan A. Sulastri, 2021, Daya Dukung (Carryng Capacity) Kawasan Ekowisata Mangrove Pesisir di Kaliantan Barat, Jurnal Rekayasa Lingkungan Tropis, 2(2):21-30.
Nugroho, T.S.; A. Fahrudin; F. Yulianda dan D.G. Bengen, 2018, Analisis Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove di Kawasan Mangrove Muara Kubu, Kalimantan Barat, Journal of Natural Resources Environmental Management, 9(2): 483-497.
Rahman, A.; S. Suhernalis; N.H. Aditia; B.Rachmad dan A.Syamsudin.2021, Analisis Daya Dukung Kawasan Dan Potensi Ekowisata Bahari di Provinsi Banten, Marine and Fisheries Technology Journal, 2(2):121-127.
Rahmila, Y.I., Halim, M.A.R., 2018. Mangrove Forest Development Determined for Ecotourism in Mangunharjo Village Semarang, E3S Web Conf. 73, 1–5.
Sadik, M., Muhiddin, A.H., and Ukkas, M., 2017, Kesesuaian Ekowisata Mangrove Ditinjau Dari Aspek Biogeofisik Kawasan Pantai Gonda Di Desa Laliko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, J. Ilmu Kelaut. SPERMONDE, 3 (2), 25–33.
Sari, Y.; S.B. Yuwono dan Rusita, 2015, Analisis Potensi dan Daya Dukung Sepanjang Jalur Ekowisata Hutan Mangrove di Pantai Sari Ringgung, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Journal Syfa Lestari, 3(3) 31- 40.
Tuwo A., 2011, Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut., Brillian Internasional, Surabaya.
Utomo, B., Mulki, G.Z., and Fitriani, M.I., 2019, Pengembangan Ekowisata Berbasis Patisipasi Masyarakat di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap, J. Elektron. Laut, Sipil dan Tambang, 6 (2), 1–10.
Wahdaniar; J.W. Hidayat dan F. Muhammad 2019, Daya Dukung Dan Kesesuaian Ekowisata Mangrove Tongke-Tongkr Kabupaten Sinjai Sulawesi Selasatan, Jurnal Ilmu Lingkungan 17(3) 481-485.
Yulianda, F., 2007, Ekowsiata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Berbasis Konservasi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
Yulianda, F., 2010, Pengelolaan Pesisir dan Laut Terpadu, Pusdiklat Kehutanan, Dapartemen Kehutanan Republik Indonesia, Bogor.