Kelimpahan Kerang Bambu (Solen sp.) di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara
DOI:
https://doi.org/10.26418/jose.v2i3.72968Keywords:
Kelimpahan, Moluska, Solen sp., Pantai MutiaraAbstract
Kerang bambu (Solen sp) merupakan jenis moluska yang hidup pada daerah pesisir dengan substrat dasar berupa pasir berlumpur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan kerang bambu yang ada di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan metode sistematik sampling dengan penarikan secara horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 spesies solen sp di Pantai Mutiara yaitu Solen corneus Lamerckii dan Solen leanus Dunker dengan kelimpahan 27,6 ind/m2. Hasil uji korelasi kelimpahan solen sp. di pantai Mutiara dengan parameter lingkungan salinitas, pH, DO, suhu dan kecepatan arus sebesar 0,6121. Nilai tersebut menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu. Hasil uji korelasi statistik hubungan kelimpahan dengan substrat yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu dengan substrat yaitu sebesar 0,796.
References
Agus, F., dan Marwanto, S. (2006). Penetapan Berat Jenis Partikel Tanah. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian,Badan Penelitian dan Pengenbangan Pertanian. Departemen Pertanian.
Andriani, N.; Andriman; dan Sumiasih, E. (2018). Pola Distribusi dan Kepadatan Keong Bakau (Telescopium telescopium) di Ekosistem Mangrove Desa Mengkapan.
Azizah, D. (2017). Kajian Kualitas Lingkungan Perairan Teluk Tanjungpinang Provinsi Kepulawan Riau. Dinamika Maritim. 6(1) : 47-53.
Barón, P.J., L.E. Real, N.F. Ciocco and M.E. Ré. (2004). Morphometry, Growth and Reproduction of an Atlantic Population of the Razor Clam Ensis macha (Molina, 1782). Journal Science Marine. 68(2):211-217.
Breen M, T. Howell and P. Copland. (2011). A Report on Electrical Fishing for Razor Clam (Ensis sp.) and Its Likely Effects on the Marine Environment. Scotland: Marine Scotland Science Report.
Carpenter, K.E. (2002). The Living Marine Resource of the Western Central Pacific Vol. 1. Department of Biological Science, Old Dominion University: USA
Chistensen, S.M., Macithoosh, D.J dan Phoung, N.T. (2004). Pond Production of the mud crab scab Scylla paramamosain (Estampador) and S.Olivacea (Herbst) in the Mekong Delta, Vietnam using two different supplementary diets. Aquaculture Research., 35:1013-1024.
Gross, M.G. (1972). Oceanography A View of the Earth. Pretice Hall, Inc Englewood Cliffs, New Jersey.
Izzati, L. (2010). Aktivitas anti oksidan dan komponen bioaktif kerang pisau (Solen spp). Departemen Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor.
Kamelia., Insani, L.T.,Rismawati., dan Sahrir, D.C. (2019). Pemanfaatan Kerang Pisau (Solen lamarckii) Sebagai Bahan Olahan Kuliner di Pantai Kejawanan Cirebon.
Mudjino. (2021). Catatan Tentang Cara Hidup Kerang Telina dari Suku Telinadae (Moluska Pelecypoda) Osean (3):17-23.
Odum. E.P. (1993). Dasar- Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gajah mada University Press. Jogjakarta. H.134-162.
Rahman, F.A. (2009). Struktur Komunitas Makrozobentos diPerairan Estuaria Sungai Brantas (Sungai Porong dan Wonokromo), Jawa Timur,IPB. Bogor.