Kepadatan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Setapuk Besar

Authors

  • Bayu Ramadhan Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Mega Sari Juane Sofiana Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Sukal Minsas Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jose.v2i3.74928

Keywords:

keanekaragaman, kepadatan, makrozoobentos, mangrove, Setapuk Besar.

Abstract

Setapuk Besar adalah salah satu wilayah pesisir yang berada di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Daerah ini memiliki ekowisata mangrove yang berbasis konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Luas hutan mangrove Setapuk Besar adalah 26,1 ha. Makrozoobentos adalah salah satu kelompok biota yang hidup di kawasan mangrove. Kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos dapat dijadikan sebagai indikator awal kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan mangrove Setapuk Besar. Titik penentuan stasiun (Stasiun I dan II) menggunakan metode purposive sampling. Makroozoobentos diambil dari sedimen dengan menggunakan coring berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm secara vertikal dan diayak dengan ukuran mesh 0,5 mm. Spesimen diidentifikasi denga mikroskop stereo. Jumlah individu yang diperoleh kemudian dianalisis kepadatan dan keanekaragamannya. Kepadatan tertinggi makrozoobentos adalah Stasiun I dengan 4 kelas, yaitu Gastropoda (1 jenis), kelas Bivalvia (3 jenis), kelas Malascotraca (1 jenis) dan kelas Thecostraca (1 jenis).Indeks keanekaragaman (H"™), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C) pada Stasiun I   adalah 1,5 (keanekaragaman sedang), 0,96 (keseragaman tinggi), dan 0,23 (dominansi rendah), secara berurutan.

References

Alwi, D., Muhammad, SH. and Herat, H, 2020, Keanekaragaman Dan Kelimpahan Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove Desa Daruba Pantai Kabupaten Pulau Morotai, Jurnal Enggano, 5(1), 64–77.

Astuti, MS., Warsidah, W. and Safitri, I., 2021, Struktur Komunitas Mangrove Di Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang, Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, 3(1), 9–16.

Audilla, C., Idham, M. and Zainal, S.. 2018, Peran Serta Masyarakat Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan Mangrove Di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang, Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 123–130.

Chusna, RRR., Rudiyanti, S. and Suryanti, S, 2017, Hubungan Substrat Dominan Dengan Kelimpahan Gastropoda Pada Hutan Mangrove Kulonprogo, Yogyakarta, SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 13(1), 19.

Fita, ML., Lestari, AD., Meirany, J. and Danial, MM., 2023, Rencana Pengembangan Kawasan Mangrove Setapuk Kecamatan Singkawang Utara, Zona Laut, 4(3), 368–375.

Karimah. 2017. Peran Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Organisme Laut, Jurnal Biologi Tropis, 17(2), 51–57.

Kementrian Kelautan dan Perikanan, “Pusat Restorasi dan Pengembangan Kawasan Pesisir Kota Singkawang Tahun 2020,†[Online] Available: https://kkp.go.id/djprl/p4k/page/4695-prpep-kotasingkawang-tahun-2020

Lee, SY. et al. 2014. Ecological Role and Services of Tropical Mangrove Ecosystems: A Reassessment, Global Ecology and Biogeography, 23(7), 726–743.

Manahampi, RM., Rengkung, LR., Rori, YP i. and Timban, JFJ, 2015, Peranan Ekowisata Bagi Kesejahteraan Masyarakat Bahoi Kecamatan Likupang Barat, ASE, 11(3A), 1–18.

Nangin, SR., Langoy, ML. and Katili, DY, 2015, Makrozoobentos Sebagai Indikator Biologis Dalam, Jurna Mipa Unsrat, 4(2), 165–168.

Nofiansyah., Akbar, AA. and Sulastri, A., 2021, Daya Dukung (Carrying Capacity) Kawasan Ekowisata Mangrove Pesisir Di Kalimantan Barat, Jurnal Rekayasa Lingkungan Tropis, 5(2).

Nybakken, J. W. 1992, Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Penerjemah: H.Muhammad Eidman. PT Gramedia Pustaka, Jakarta.

Odum, E.P., 1996, Dasar-Dasar Ekologi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Puspasari, R., Marsoedi, A. Sartimbul dan Suhartati, 2012, Kelimpahan Foraminifera Bentik Pada Sedimen Permukaan Perairan Dangkal Pantai Timur Semenanjung Ujung Kulon, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Jurnal Penelitian Perikanan, 1(1): 1-9.

Putri, VT., Yudha, IG., Kartini, N. and Damai, AA., 2021, Keragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Di Bagian Hilir Sungai Hurun Lampung, Journal of Aquatropica Asia, 6(2), 72–82.

Sahin, SK. and Zeybek, M., 2016, Distribution of Mollusca Fauna in the Streams of Tunceli Province (East Anatolia, Turkey) And Its Relationship with Some Physicochemical Parameters, Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 16(4), 953–959.

Samman, A., 2015, Keamanan pangan Keong Popaco (Telescopium telescopium) Asupan Merkuri yang Ditoleransi Perminggu di Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara, Jurnal Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, 1(1): 94-106.

Siahaan, JW., Warsidah. and Nurdiansyah, SI., 2021, Structre of the Macrozoobenthos Commyity at Gosong Beach, Sungai Raya Kepulauan District Bengkayang Rengency West Kalimantan, Jurnal Laut Khatulistiwa, 4(3), 130–138.

Ulmaula, Z., Purnawan, S. and Sarunh, MA., 2016, Keanekaragaman Gastropoda Dan Bivalvia Bedasarkan Karateristik Sedimen Daerah Intertidal Kawasan Pantai Ujong Pancu Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(1), 124–134.

Wardhani, MK., 2017. Model Dinamik Konsentrasi Nutrien Di Perairan Estuaria, Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah Tahun 2016 Jilid 3, (1), 1038–1044.

Downloads

Published

2023-12-31

Issue

Section

Articles