Pemetaan Kerawanan Abrasi Berdasarkan Tutupan Vegetasi Mangrove di Wilayah Pesisir Pulau Temajo Mempawah Kalimantan Barat

Authors

  • Yakub Taruli Septanto Hutagaol Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Arie Antasari Kushadiwijayanto Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Mega Sari Juane Sofiana Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Farhan Rahmat Program Magister Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.26418/jose.v4i2.95640

Keywords:

NDVI, abrasi pantai, mangrove, kerawanan abrasi, mitigasi, Pulau Temajo

Abstract

Pulau Temajo yang terletak di Kabupaten Mempawah merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang memiliki kerentanan terhadap abrasi. Oleh karena itu, identifikasi tingkat kerawanan perlu dilakukan sebagai langkah mitigasi sesuai amanat Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 dan Peraturan BNPB No. 02 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan abrasi berdasarkan tutupan vegetasi pantai menggunakan citra satelit Landsat-8 Operational Land Imager (OLI) dengan resolusi spasial 30 m (perekaman tahun 2021), yang diolah melalui indeks NDVI. Sebanyak 79 segmen pantai dengan jarak ~200 m dianalisis, kemudian hasil NDVI diintegrasikan ke dalam skoring BNPB. Hasil menunjukkan nilai NDVI 0,0598"“0,4863 dengan distribusi tutupan rendah pada 23 segmen, sedang 35 segmen, dan tinggi 21 segmen. Berdasarkan skoring BNPB, tingkat kerawanan abrasi didominasi kategori rendah dengan 75 segmen (94,94%), sedangkan 4 segmen (5,06%) kategori sedang, dan tidak ada kategori tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan mangrove rapat dan substrat berlumpur yang mampu meredam energi gelombang. Dengan demikian, Pulau Temajo secara umum memiliki tingkat kerawanan abrasi rendah, meskipun segmen dengan kerawanan sedang tetap memerlukan rehabilitasi vegetasi untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata bahari.

References

Alongi, D. M. (2008). Mangrove forests: Resilience, protection from tsunamis, and responses to global climate change. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 76, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2007.08.024

Amri, N., Syarif, E., & Siradjuddin, Y. (2017). Peran Vegetasi sebagai Mitigasi Bencana pada Permukiman Pantai Bahari Jenepento. Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), 6, B017–B022. https://doi.org/10.32315/ti.6.b017

Asrofi, A., Hardoyo, S. R., & Sri Hadmoko, D. (2017). Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Dalam Penanganan Bencana Banjir Rob Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(2), 125–144. https://doi.org/10.22146/jkn.26257

Bryant, D. B., Bryant, M. A., & Grzegorzewski, A. S. (2017). Erosion of Coastal Foredunes: A Review on the Effect of Dune Vegetation.

Damaywanti, K. (2013). Dampak Abrasi Pantai terhadap Lingkungan Sosial (Studi Kasus di Desa Bedono, Sayung Demak). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 363–367.

Huete, A. R., Didan, K., & Van Leeuwen, W. (1999). Modis Vegetation Index. In Vegetation Index and Phenology Lab (Vol. 3, Issue 1).

Jayson-Quashigah, P. N., Staneva, J., Chen, W., Djath, B., Mahu, E., & Appeaning Addo, K. (2025). Evaluating mangroves as nature-based solutions for coastal protection under current and future sea level rise scenarios. Frontiers in Marine Science, 1–16.

https://doi.org/10.3389/fmars.2025.1526082

Khoirunnisa, A., I, W. A. G., I, C. A. P., & Dwipayana, M. (2024). Deteksi Kerapatan Vegetasi dan Suhu Permukaan Lahan Kabupaten Banyuwangi Menggunakan Citra Landsat 8-Oli (Studi Kasus Tahun 2023). Journal Of Social Science Research, 4(5), 1446–1460.

Loinenak, F. A., Hartoko, A., & Muskananfola, M. R. (2015). Mapping of coastal vulnerability using the coastal vulnerability index and geographic information system. International Journal of Technology, 5, 819–827. https://doi.org/10.14716/ijtech.v6i5.1361

Melati, D. N. (2020). Peran Vegetasi Pantai dalam Menghadapi Ancaman Bahaya Pesisir. Jurnal ALAMI : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, 4(2), 105–112. https://doi.org/10.29122/alami.v4i2.4547

Muthmainnah, M. (2022). Upaya Mitigasi Bencana Abrasi pada Kawasan Pesisir Desa Aeng Batu-Batu Kecamatan Galaesong Utara Kabupaten Takalar. In Upaya Mitigasi Bencana Abrasi Pada Kawasan Pesisir Desa Aeng Batu-Batu Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Que, V. K. S., Prasetyo, S. Y. J., & Fibriani, C. (2019). Analisis Perbedaan Indeks Vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Burn Ratio (NBR) Kabupaten Pelalawan Menggunakan Citra Satelit Landsat 8. Indonesian Journal of Modeling and Computing, 1, 1–7.

Rachmayanti, M. S., Baharuddin, B., & Dewi, I. P. (2022). Analisis Kerentanan Pantai Takisung Kabupaten Tanah Laut Menggunakan Metode Coastal Vulnerability Index (Cvi). Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan, 5(2). https://doi.org/10.20527/m.v5i2.11799

Spalding, M. D., Mcivor, A. L., Beck, M. W., Koch, E. W., Möller, I., Reed, D. J., Rubinoff, P., Spencer, T., Tolhurst, T. J., Wamsley, T. V., van Wesenbeeck, B. K., Wolanski, E., & Woodroffe, C. D. (2013). Coastal ecosystems: A critical element of risk reduction. Conservation Letters, 7(3), 293–301. https://doi.org/10.1111/conl.12074

Spalding, M. D., Ruffo, S., Lacambra, C., Meliane, I., Hale, L. Z., Shepard, C. C., & Beck, M. W. (2014). The role of ecosystems in coastal protection: Adapting to climate change and coastal hazards. Ocean and Coastal Management, 50–57. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2013.09.007

Downloads

Published

2025-08-31

Issue

Section

Articles