Struktur Komunitas Bivalvia di Perairan Muara Desa Dabong Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat
Keywords:
bivalvia, muara, struktur komunitasAbstract
Desa Dabong terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah ± 9.815 ha. Muara perairan sebagai pertemuan air sungai dan laut memiliki produktivitas tinggi serta menjadi habitat penting bagi berbagai organisme akuatik, termasuk bivalvia. Bivalvia termasuk ke dalam kelas moluska yang bercangkang umumnya hidup sebagai organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan kondisi lingkungan yang memengaruhi keberlangsungan hidup bivalvia di kawasan muara Desa Dabong, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan 5 stasiun yang berbeda dan masing-masing stasiun terdapat 10 plot dengan ukuran 1x1 m2. Struktur komunitas bivalvia yang ditemukan pada perairan muara Desa Dabong terdiri dari 4 spesies yaitu, Tegillarca granosa, Quidnipagus palatam, Semele cordiformis dan Meretrix meretrix. Nilai kepadatan bivalvia berada pada kisaran rentang 1,6-6,3 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berada pada rentang (0-1,01), indeks keseragaman (E) (0-0,98), indeks dominansi (C) (0,38-1). Parameter lingkungan di kawasan perairan muara Desa Dabong menghasilkan nilai yang tergolong optimal bagi kehidupan bivalvia.References
Afriyanti, S., 2020, Keanekaragaman Bivalvia di Ekosistem Mangrove Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Sebagai Penunjang Praktikum Ekologi Hewan, (Skripsi).
Anwari, M. S., Juliarti, Yani, A., & Riyono, J. N. (2022). Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik Terhadap Kelimpahan Kerang Kepah (Polumesoda erosa) di Hutan Mangrove Desa Sungai Nilam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari, 10(4), 925–937.
Arbi, U. Y. (2012). Komunitas Moluska di Padang Lamun Pantai Wori, Sulawesi Utara. Jurnal Bumi Lestari, 12(1), 55–65.
Ariska, S. D., 2012, Keanekaragaman dan Distribusi Gastropoda dan Bivalvia (Moluska) di Muara Karang Tirta Pangandaran, Institut Pertanian Bogor, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Bogor, (Skripsi).
Astutie dan Andri, C. S., 2018, Lembaga Pengelola Hutan Desa Bentang Pesisir Desa Dabong Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat (LPHD), 1-26.
Bahri, S., Kurnia, T. I. D., & Ardiansyah, F. (2020). Keanekaragaman Kelas Bivalvia di Hutan Mangrove Pantai Bama Taman Nasional Baluran. BIOSENSE, 3(1), 56–70.
Bua, A. T. (2017). Struktur Komunitas Bivalvia di Pantai Juata Laut, Tarakan, Kalimantan Utara. Biota, 2(1), 29–36.
Erniati, Andika, Y., Imanullah, Imamshadiqin, Salmarika, Yulistia, E. D., Lazuardi, R., & Maulana, S. (2024). Keanekaragaman Bivalvia di Perairan Kabupaten Aceh Utara. Buletin Oseanografi Marina, 13(1), 52–62. https://doi.org/10.14710/buloma.v13i1.53099
Heriansyah, Hermi, R., Ali, M., & Irham, M. (2020). Karakteristik Habitat Spesies Kerang Kawasan Pesisir Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. Journal of Aceh Aquatic Science, 4(1), 41–47.
Krebs, C. J. (1985). Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. In New York: Harper Collins. https://doi.org/10.2307/1296598
Na’u, M. G., Pakaenoni, G., & Blegur, W. A. (2022). Keanekaragaman dan Kelimpahan Bivalvia di Pantai Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Sci-Bio: Journal Science of Biodiversity, 3(1), 22–32.
Nayli, Z. (2018). Keanekaragaman Bivalvia pada Kawasan Ekosistem Mangrove Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh sebagai Penunjang Praktikum Ekologi Hewan. In Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh.
Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi Edisi 3. Gadjah Mada University Press.
Odum, E. P. (1996). Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press.
Purnaini, R., Sudarmadji, & Purwono, S. (2018). Pengaruh Pasang Surut terhadap Sebaran Salinitas di Sungai Kapuas Kecil. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1(2), 21–29.
https://doi.org/10.26418/jtllb.v6i2.30239
Putra, E. I., Warsidah, W., Nurdiansyah, S. I., Safitri, I., & Nurrahman, Y. A. (2022). Struktur Komunitas Bivalvia di Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Oseanologia, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.26418/jose.v1i1.53469
Ridwan, M., Fathoni, R., Fatihah, I., & Pangestu, D. A. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 9(1), 57–65.
Rudi, R., Sahami, F. M., & Kasim, F. (2017). Keanekaragaman Bivalvia di Kawasan Pantai Desa Katialada. Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 5(1), 12–17.
Suin, N. M. (2003). Ekologi Hewan Tanah (Cetakan 2). Bumi Aksara.
Suwondo, Febrita, E., & Siregar, N. (2012). Kepadatan dan Distribusi Bivalvia pada Mangrove di Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Biogenesis, 9(1), 45–50.
Tritama, R., Akhrianti, I., & Hudatwi, M. (2022). Studi Keanekaragaman Bivalvia pada Zona Intertidal di Pantai Kota Pangkalpinang. Journal of Tropical Marine Science, 5(1), 55–62.
Vaughn, C. C., & Hoellein, T. J. (2018). Bivalve Impacts in Freshwater and Marine Ecosystems. Annual Reviews, 49, 183–208.
Zulfiandi, Zainuri, M., & Hartati, R. (2012). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pandansari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Journal of Marine and Coastal Science, 1(1), 62–66.