Mempertimbangkan Logika Himpunan Kabur Masuk Dalam Kurikulum Matematika Sekolah

Authors

  • Ade Mirza

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpmipa.v3i2.23760

Keywords:

logika, himpunan, tegas, kabur

Abstract

Logika klasik/tradisional atau logika tegas yang dipelajari   selama ini di sekolah dan di awal masuk universitas, mempunyai nilai kebenaran yang dibagi secara dikotomi   (benar/ya atau salah/tidak). Logika tegas ini ternyata belum mencakup fenomena   sehari-hari dan alam pikiran   manusia. Banyak hal yang menjadi tidak wajar bila dinilai dengan kebenaran yang bersifat dikotomi tersebut. Karena, pada kenyataannya fenomena kehidupan cenderung lebih banyak yang bersifat kontinum, sehingga batas yang tegas menjadi   sesuatu yang tidak jelas. Logika himpunan kabur merupakan konsep dasar untuk teori kabur (fuzzy theory) yang hadir untuk melengkapi/menyempurnakan logika klasik. Tulisan ini memberikan beberapa teori dasar sistem kabur dan gagasan mengenai perlunya logika himpunan kabur dimasukkan   dalam Kurikulum Matematika sekolah.

References

Dubois. D., and Prade. H. (1980). Fuzzy: Sets and Systems: Theory and Applications. London: Academic Press. Inc.

Jang, J.S. Roger, et.al. (1997). Neuro Fuzzy and Soft Computing, New Jersey: Prentice Hall.

Downloads

Published

2012-07-26

Issue

Section

Articles