PEMBELAJARAN BERUAS PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI MUSIK DI SMA NEGERI 2 MEMPAWAH HILIR
DOI:
https://doi.org/10.26418/tacet.v4i2.100167Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya pembelajaran alat musik tradisi, sementara alat musiknya tersedia di SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. Alat musik tradisi yang diajarkan adalah alat musik melayu yaitu beruas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Beuas pada kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah pelatih dan siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler seni musik di SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi teknik wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, pengklasifikasian, dan penginterpretasian secara deskriptif. Hasil penelitian menjukkan bahwa pembelajaran beruas pada kegiatan ekstrakurikuler seni musik di SMA Negeri 2 Mempawah Hilir diikuti dengan sangat antusias. Pembelajaran terlaksana secara lancar dengan hasil pembelajaran rata-rata siswa dapat menguasai secara penuh teknik-teknik permainan beruas. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah menumbuh kembangkan minat dan bakat bidang musik serta mengenali dan mempelajari budaya tradisi. Abstract This research is motivated by the absence of traditional musical instrument learning, while the musical instruments are available at SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. The traditional musical instrument taught is a Malay musical instrument, namely beruas. The purpose of this study is to describe the implementation of Beuas learning in extracurricular activities at SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. This study uses a descriptive method with a qualitative research form. The research subjects are coaches and students who participate in the music arts extracurricular at SMA Negeri 2 Mempawah Hilir. Research data were obtained through observation techniques, interview techniques and documentation. Data validity testing was carried out using source triangulation. Data analysis began with data collection, classification, and descriptive interpretation. The results of the study show that the learning of beruas in extracurricular music arts activities at SMA Negeri 2 Mempawah Hilir was followed with great enthusiasm. Learning was carried out smoothly with the average learning outcome of students being able to fully master the techniques of playing beruas. These activities also serve as a forum for developing interests and talents in music as well as recognizing and learning traditional culture.References
Andarningtyas, N. (2014). Riwayat Keroncong Masa Ini.
Afifudin, & Beni Ahmad Saebani, (2009). Metode Penelitian Kualitatif Bandung : CV. Pustaka Setia
Asep Jihad, & Abdul Haris, (2009). Evaluasi Pembelajaran Umbulharjo Yogyakarta Multi Pressindo
Aunurrrahman, (2016). Belajar dan Pembelajaran Bandung : Alfabeta
Banoe, P. (2003). Kamus Musik. Kanisius.
Boersen, R. (2008). Musical Expression Exploring A Virtual Analogy Of Interactive Performance. Institute of Sonology.
Cucu Suhana,(2014). konsep strategi pembelajaran Bandung : Refika Aditama
Darini, R. (2012). Keroncong: Dulu dan Kini. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah UNY, 6(1), 28. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/moz.v6i1.3875
Gusti Muhammad Ilham (2017). Studi Organologi Alat Musik Beruas Di Kelurahan Siantan. Pontianak Universitas Tanjungpura
Ganap, V. (2006). Pengaruh Portugis pada
Musik Keroncong. Harmonia, VII, 1–8.
Jamalus. (1988). Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. PT Rineka Cipta.
M. Thobroni, (2015). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Praktik Yogyakarta : Ar-Ruzz Media
Nana, Sudjana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Roskadarya
Pamungkas Joko. 2018. Pembelajaran Senar Drum Pada Kegiatan Ekstrakulikuler Drum Band SMA BINA UTAMA Pontianak. Pontianak Universitas Tanjungpura
Propheter, D. (2022). The Saxophone in Classical and Popular Music (Honors). Spring.
Rahmat. 2016. Meningkatkan Kemampuan Mengimitasi Gerak Tari Dengan Menggunakan Metode Langsung (Direct Intruction) Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 5 Paloh. Pontianak Universitas Tanjungpura
Saputra Yudha, 1998, Ekstrakurikuler. (https://onesearch.id/Author/Home) Jakarta.
Sudirman Anwar, (2015). Management Of Student Development Riau : Yayasan Indragiri.
Sudrajad, Akhmad.2011. Model Pembelajaran Langsung. Online (sudrajad.wordpress.com/2011/01/27/mdpl pembelajaran langsung/diunduk 26 september 2016).
Sugiyono, (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D Bandung : Alfabeta.
Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Penerbit ITB.
Zandra, Rully, A. (2019). Keroncong Gaya Keempat (Kajian Bentuk dan Gaya Penyajian). Journal of Art, Design, Art Education And Culture Studies, 4(1), 41.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syarif Ibnu Rahman Ibnu Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.