Ketangguhan Ekonomi Terhadap Bencana Kebakaran di Kota Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v1i1.43035Keywords:
ketangguhan, ekonomi, bencana, kebakaranAbstract
Kebakaran permukiman yang terjadi di Kota Pontianak jumlahnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Mempawah (BPBD, 2015). Permasalahan ini diperburuk dengan adanya daya tarik Kota Pontianak untuk aktivitas bermukim dengan intensitas yang tinggi. Kepadatan Kota Pontianak tersebut dapat menimbulkan kerawanan bencana kebakaran di wilayah permukiman yang merata di setiap kecamatan. Penelitian ini bertujuan menemukenali tingkat ketangguhan ekonomi terhadap bencana kebakaran. Kaitannya terhadap kemampuan masyarakat dari sisi ekonomi terhadap investasi untuk membangun kembali rumah pasca bencana kebakaran. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yaitu menggabungkan teknik analisis spasial dan analisis kualitatif. Variabel penelitian ini yaitu tingkat kemiskinan dan mata pencaharian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga miskin terdapat 2 kecamatan yang menduduki skor 1 atau tingkat ketangguhan sangat tinggi yaitu pada kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Tenggara. Untuk skor 2 atau tingkat ketangguhan yang tinggi juga diduduki oleh 2 kecamatan yaitu kecamatan Pontianak Kota dan kecamatan Pontianak Barat. Sedangkan skor 4 dan 5 masing masing hanya diduduki oleh satu kecamatan. Kawasan tangguh kebakaran dari sisi ekonomi cukup banyak di Kota Pontianak, yaitu terdapat 4 kecamatan dari 6 kecamatan yang ada di Kota Pontianak.References
Badan Pusat Statistik. Kota Pontianak Dalam Angka 2015. Pontianak.
Community and Regional Resilience Initiative (CARRI). (2008). Community and Regional Resilience:
Perspective From Hazards, Disasters, and Emergency Management. CARRI Research Report 1.
Mantra, Ida Bagus Gede Wirawibawa. 2005. Kajian Penanggulangan Bahaya Kebakaran Pada Perumahan
(Suatu Kajian Pendahuluan di Perumahan Sarijadi Bandung). Jurnal Permukiman Natah Vo. 3 No. 1.
Universitas Udayana. Bandung.
Meirizky, Hanifah Carissa. (2015). Sebaran Tingkat Ketahanan Masyarakat Permukiman Padat Tepi Sungai
Musi Terhadap Bencana Kebakaran Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang. Yogyakarta:
Tugas Akhir PWK UGM.
Rivany, Mochamad Azhar. (2015). Evaluasi Efektivitas Implementasi Program Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Permukiman Berbasis Komunitas (REKOMPAK) Pascabencana Erupsi Gunung Merapi di
Kabupaten Sleman 2011-2014. Yogyakarta: Tesis MPKD UGM.
Sagala, Saut. (2014). Perilaku dan Kesiapsiagaan Terkait Kebakaran Pada Penghuni Permukiman Padat
Kota Bandung. Sekolah Arsitektur dan Perencanaan, ITB, Bandung.
Sari, Bulan Nirwana. (2014). “Sebaran Tingkat Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Lahar
Hujan Sungai Codeâ€. Yogyakarta: Tugas Akhir PWK UGM.
Sarwono, Jonathan. (2010). Mixed Methods: Cara Menggabungkan Riset Kuantitatif dan Riset Kualitatif
Secara Benar. PT Elex Media Komputindo. Kompas Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)