Analisis Regresi Logistik Untuk Identifikasi Faktor Pendorong Pertumbuhan Lahan Terbangun Secara Spasial di Kota Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v1i1.43043Keywords:
faktor pendorong, lahan terbangun, regresi logistik binerAbstract
Perkembangan kota menjadi masalah yang sangat serius dalam penataan kota. Salah satunya yaitu perubahan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan permukiman, jaringan, sarana dan prasarana. Kota Pontianak merupakan salah satu kota yang mengalami peningkatan lahan terbangun yang cukup signifikan, sehingga perlunya meneliti tentang faktor pendorong yang menyebabkan pertumbuhan lahan terbangun secara spasial. Tujuan penelitian ini yaitu menemukenali faktor-faktor pendorong pertumbuhan lahan terbangun di Kota Pontianak. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif berbasis GIS. Teknik yang digunakan yaitu analisis penginderaan jauh dengan interpretasi hibrida. Hasil penelitian ini yaitu luasan lahan terbangun di Kota Pontianak pada tahun 2009 sekitar 3252,17 Ha dan meningkat menjadi 5102,06 Ha pada tahun 2019. Sedangkan persentase peningkatan terbesar secara administrasi terdapat di Kecamatan Pontianak Timur yaitu sekitar 9% per tahun. Adapun setiap tahun lahan terbangun di Kota Pontianak meningkat sebesar 9% di lokasi studi. Indikator yang paling memengaruhi pertumbuhan lahan terbangun di Kota Pontianak adalah jarak terhadap lahan terbangun eksisting.References
Sitorus, S. R. P., Leonataris, C., & Panuju, D. R. (2012). Analisis Pola Perubahan Penggunaan Lahan dan
Perkembangan Wilayah di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 14(1),
-28.
Supriyadi, E., Mariani, S., Sugiman. (2017). Perbandingan metode partial least square (PLS) dan principal
component regression (PCR) untuk mengatasi multikolinearitas pada model regresi linier berganda.
UNNES Journal of Mathematics 6(2)(2017)
Verburg, P.H., P.P. Schot, M.J. Dijst, and A. Veldkamp. 2004. Land use change modelling: current practice and
research priorities. GeoJournal, 61:309-324
Abburu, S., Golla, S. (2015). Satellite Image Classification Methods and Techniques: A Review. International
Journal of Computer Applications 119(8):20-25 · June 2015
Ainiyah, N., Deliar, A., Virtriana, R. (2016). The Classical Assumption Test To Driving Factor Of Land Cover
Change In The Development Region Of Northern Part Of West Java. The International Archives of the
Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Volume XLI-B6, 2016
doi:10.5194/isprsarchives-XLI-B6-205-2016
BRG (Badan Restorasi Gambut). 2016. Peta Indikatif Prioritas Restorasi Provinsi Kalimantan Barat. Diakses
dari brg.go.id pada 23 September 2020
Danoedoro, P. (2006). Versatile Land-Use Information for Local Planning in Indonesia: Contents, Extraction
Methods and Integration Based on Moderate- and High- Spatial Resolution Satellite Imagery, PhD
Thesis, Centre for Remote Sensing and Spatial Information Science (CRSSIS), School of Geography,
Planning and Architecture The University of Queensland.
Elfiansyah, E., Ma’rif, S. (2013). Identifikasi Pola Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Perbatasan Kota
Pontianak dengan Kecamatan Sungai Raya. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(3), 797-806.
Kästner, K., Hoitink, A. J. F., Vermeulen, B., Geertsema, T. J., & Ningsih, N. S. (2017). Distributary channels in
the fluvial to tidal transition zone. Journal of Geophysical Research: Earth Surface, 122(3), 696-710
Kurniawan, D. A. 2018. Penentuan harga tanah dan bangunan pada akta jual beli sesuai dengan nilai jual
obyek pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (studi kasus di Kecamatan Pontianak Barat).
Jurnal Fatwa Hukum, 1(3).
Kusrini, K., Suharyadi, S., & Hardoyo, S. R. (2011). Perubahan Penggunaan Lahan dan Faktor yang
Mempengaruhinya di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Majalah Geografi Indonesia, 25(1), 25-
Lindarto, D., Sirojuzilam., Badaruddin., Dwira. (2017). The Determinant Factors of Regional Development
Toward Land Use Change in Deli Serdang. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering 180
(2017) 012280
Mas, J., Lemoine-RodrÃguez, R., González-López, R., López-Sánchez, J., Piña-Garduño, A., Herrera-Flores, E.
(2017). Land use/land cover change detection combining automatic processing and visual
interpretation. European Journal of Remote Sensing Volume 50, 2017 - Issue 1
Nurhidayati, E., Imam Buchori., Mussadun, 2016. Prediksi Perkembangan Lahan Permukiman Terhadap
Kerentanan Bencana Banjir dan Kebakaran di Permukiman Tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak. Jurnal
Tata Loka. Volume 18 (No 4): 249-260
Nurhidayati, E. (2018). Kebertahanan permukiman rumah panggung di tepian sungai kapuas pontianak.
Disertasi. Semarang: Universitas Diponegoro
Nusantara, R. W., Manurung, R., & Hazriani, R. (2019, April). The determination of peatland critical criteria
and classifications: A Case study of peatland in Pontianak City, West Kalimantan Province. In IOP
Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 256, No. 1, p. 012018). IOP Publishing.
Purmintasari, Y.D., Kustono, Y. (2018). Permukiman awal sungai kapuas. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 15
(1), 71-78
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)