Kajian Tipologi Pedesaan Dalam Mengatasi Disparitas Wilayah Perbatasan Kecamatan Paloh
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v1i1.43049Keywords:
desa, disparitas, wilayah, PalohAbstract
Kecamatan Paloh merupakan wilayah perbatasan yang cukup strategis dan potensial dalam pengembangan pusat-pusat layanan dan kegiatan ekonomi lokal. Namun demikian, Paloh memiliki angka disparitas tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Kabupaten Sambas. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji tipologi pedesaan untuk mengatasi disparitas wilayah di perbatasan. Adapun sasaran penelitian ini yaitu mengidentifikasi kondisi disparitas, mengidentifikasi tipologi desa, dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan wilayah di Kecamatan Paloh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed method. Berdasarakan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa disparitas Kecamatan Paloh masih tergolong kecil namun mengalami pertumbuhan indeks yang semakin tinggi dalam lima tahun terakhir. Menurut tipologinya, Kecamatan Paloh termasuk desa pesisir dataran rendah di Perdesaan dengan tingkat perkembangan desa Swakarsa yaitu desa-desa yang sedang mengalami perkembangan sedang dalam segala bidang terkait dengan aspek sosial dan ekonomi. Kecamatan Paloh memiliki sumber daya alam terutama di sektor kelautan yang sangat besar. Faktor-faktor yang dianggap kurang mendukung perkembangan wilayah di Kecamatan Paloh antara lain ketersediaan infrastruktur. Khususnya pada akses jalan dan sarana prasarana pengembangan ekonomi, sehingga berpengaruh pada rendahnya peluang usaha dan rendahnya mobilitas orang dan barang baik dari luar ke dalam maupun dari dalam keluar.References
PP No. 72 Tahun 2005 Tentang Pemerintahan Desa
UU No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
PP No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
Affandi, Anwar. (2005). Ketimpangan Pembangunan Wilayah Perdesaan. Tinjauan Kritis. P4Wpress. Bogor.
Anwar, A. (2001). Pembangunan Wilayah Perdesaan dengan Desentralisasi Spatial Melalui Pembangunan
Agropolitan yang Mereplikasi Kota-Kota Menengah dan Kecil. Makalah disampaikan pada Pembahasan
Proyek Perintisan Pengembangan Wilayah Perdesaan, 15 November 2001. Jakarta
Budianta, Aziz. (2010). Pengembangan Wilayah Perbatasan Sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan
Wilayah Wilayah Di Indonesia. Jurnal SMARTek. Vol 8, No 1, Hal 72-82.
Glasson, John. (1977). Pengantar Perencanaan Regional. Terjemahan Paul Sitohang. LPEM-FEUI. Jakarta.
Hadiwijoyo, S. (2011). Perbatasan Negara Dalam Dimensi Hukum Internasional. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Hayami, Y dan V.W. Ruttan. (1971). Agriculture Development: An International Perspective. The John Hopleins
Press. Baltimore and London.
Husnadi. (2006). Menuju Model Pengembangan Kawasan Perbatasan Daratan Antar Negara. Tesis tidak
diterbitkan. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Diponegro. Semarang.
Kanthi, Sri. (1998). Identifikasi Permasalahan Kesenjangan Wilayah. Kasus: Tiga Desa Sebagai Masukan
Pengembangan Wilayah Kabupaten Tulungagung Bagian Barat Selatan. Jurnal Plannit. Edisi Pertama.
Institute Teknologi Nasional. Malang.
Kartasasmita, G. (1996). Pembangunan Untuk Rakyat. Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Penerbit
Pustaka Cidesindo.
Kuncoro, M. (2004). Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Antar Wilayah dalam buku Otonomi Dan
Pembangunan Daerah. Erlangga. Jakarta.
Kuznets, S. (1955). Economic Growth and Income Inequality. American Economic Review. 45, hal 1-28.
Muhadjir, N. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bayu Indra Grafika. Yogyakarta.
Murty, S. (2000). Regional Disparities: Need and Measure for Balanced Development In Shukla, (Ed). Regional
Planning dan Sustainable Development. Kanishka Publishers, Distributor. New Delhi-110 002
Muta’ali, L. (2013). Pengembangan Wilayah Perdesaan (Perspektif Keruangan). Badan Penerbit Fakultas
Geografi (BPFG) UGM. Yogyakarta.
Muta’ali, L. (2014). Pengembangan Kawasan Perbatasan. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG) UGM.
Yogyakarta.
Pratiwi, Nana Novita. (2015). Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Wilayah Kabupaten Malang.
Prosiding Semiar Nasional, PIPT. ISBN 9978-602-8355-41-4.
Sjafrizal. (2012). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. RajaGrafindo Persada. Jakarta
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Bandung.
Sumpeno, W. (2011). Perencanaan Desa Terpadu. Edisi Kedua. Read. Aceh
Syahza, Almasdi dan Suarman. (2013). Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Percepatan
Pembangunan Ekonomi Perdesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol 14. No 1. Hal 126-139.
Tarigan A. (2003). Rural-Urban Economic Linkage. Jurnal Forum Inovasi Capacity Building and Good
Governance. Jakarta.
Thontowi, J. (2009). Masyarakat Marjinal Perbatasan di Kalimantan Barat. Upload 15 September 2009.
Todaro, Michael P. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi Ketujuh. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Umbu, Johny. (2003). Strategi Pengembangan Wilayah Terbelakang, Satu Alternatif Penganggulangan
Masalah Kesenjangan. Jurnal Plannit. Tahun 2001. Edisi Pertama. Institute Teknologi Nasional. Malang.
UNDP. (1995). Human Development Report. Oxford University Press. New York.
Williamson, J,G. (1965). Regional Inequality and The Process of National Development, a Description of
Pattern, Economic Development and Cultiral Change. Vol.XXXVII. No 27.
Yayuk dan Mangku. (2003). Sosiologi Perdesaan. Lappera Pustaka Utama. Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)