Penilaian Tingkat Kekumuhan Kawasan Permukiman di Tepian Air Kota Singkawang
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v2i1.45895Keywords:
permukiman, kumuh, tepi air, skoringAbstract
Perkembangan kota secara sporadis menyebabkan tidak terkendalinya lahan permukiman dan pola ruang Kota Singkawang, sehingga membentuk pola keterkaitan antar sistem perkotaan dan pengaruhnya berkontribusi terhadap berkembangnya kawasan permukiman kumuh. Permasalahannya adalah perkembangan permukiman ini justru meluas hingga ke pesisir dan tepian sungai. Adapun tujuan penelitian yaitu menilai tingkat kekumuhan kawasan permukiman di tepian air Kota Singkawang. Sasaran penelitian meliputi mengidentifikasi kawasan permukiman kumuh dan analisis skoring kawasan permukiman kumuh berdasarkan tujuh aspek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis data skoring dan interpretasi hasil skoring berdasarkan Peraturan Menteri PUPR RI Nomor 14/RT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi kawasan permukiman tepian air yang terletak di pesisir yaitu Kelurahan Sedau, sedangkan permukiman tepian air yang terletak di tepian sungai yaitu Kelurahan Kuala dan Kelurahan Pasiran. Analisis skoring terhadap tujuh aspek menujukkan bahwa di Kelurahan Sedau RT39/RW7 memiliki tingkat kekumuhan ringan, Kelurahan Kuala RT10/RW3 memiliki tingkat kekumuhan ringan, dan Kelurahan Pasiran RT12/RW4 memiliki tingkat kekumuhan sedang.
References
Badan Pusat Statistik Kota Singkawang. 2019. Kota Singkawang Dalam Angka 2019. Kalimantan Barat.
Budiharjo, Eko. 1997. Tata Ruang Perkotaan. Bandung: Alumni.
Michiani, M. V., & Asano, J. (2019). Physical upgrading plan for slum riverside settlement in traditional area: A case study in Kuin Utara, Banjarmasin, Indonesia. Frontiers of Architectural Research, 8(3), 378–395. https://doi.org/10.1016/j.foar.2019.03.005
Nugroho, A. D. (2019). Kajian pemanfaatan ruang kawasan pesisir studi kasus kawasan permukiman kumuh Kelurahan Padarni Kabupaten Manokwari. Cassowary, 2(2), 128–146. https://doi.org/10.30862/casssowary.cs.v2.i2.27
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/RT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
Rijanta, R., Setiawan, B., & Marfai, M. A. (2014). MODEL PERMUKIMAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI KASUS : PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAHAYAN KOTA PALANGKARAYA Urban Riverside Settlement Model Case : Kahayan Riverside Settlement , Palangkaraya. Jurnal Pemukiman, 9(1), 17–27.
Sharma, A., Tiwari, G., & Rao, K. R. (2020). Identifying mixed use indicators for including informal settlements as a distinct land use: Case study of Delhi. Transportation Research Procedia, 48(2019), 1918–1930. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2020.08.224
Surat Keputusan (SK) Walikota Singkawang nomor: 600/70.A/PERUM-C Tahun 2016 Tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota Singkawang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)