Perencanaan Struktur Ruang Lansekap Kawasan Pesisir Berbasis Mitigasi Bencana (Studi Kasus : Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh)

Authors

  • Delfi Astari Syiah Kuala University
  • Elysa Wulandari
  • Cut Nursaniah

DOI:

https://doi.org/10.26418/uniplan.v2i2.49111

Keywords:

Kawasan pesisir, Kerentanan, Mitigasi tsunami, Struktur ruang, Banda Aceh.

Abstract

Letak geografisnya menjadikan Alue Naga sebagai salah satu kawasan pesisir Banda Aceh yang rentan terhadap bahaya tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kerentanan yang ada di dalam kawasan sehingga dapat diketahui penerapan mitigasi yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mix method, data yang telah diperoleh disederhanakan kembali secara kualitatif deskriptif. Teori permukiman Doxiodis digunakan sebagai landasan penelitian untuk menilai 5 aspek penting di dalam kawasan. Tingkat kerentanan Alue Naga terhadap bahaya tsunami sangat tinggi dengan fisik hunian, tatanan ruang serta unsur buatan yang penggunaannya belum maksimal sebagai mitigasi. Pendidikan serta kepedulian masyarat akan mitigasi dan evakuasi juga masih sangat kurang. Pola penataan ruang permukiman yang sejajar dengan garis pantai, penambahan unsur buatan serta penerapan rumah panggung sebagai respon adaptasi akomodatif dianggap sebagai langkah penting untuk dilakukan. Potensi kawasan yang menjadi habitat mangrove dikembangkan kembali sebagai buffer mitigasi, sarana rekreasi dan pundi ekonomi penduduk lokal. Peninggian elevasi dilakukan pada area tertentu seperti titik evakuasi yakni dengan penimbunan untuk mensiasati energi gelombang serta kondisi tanah alluvial yang peka erosi.

References

Asyiawati, Y., & Akliyah, L. S. (2011). Identifikasi Dampak Perubahan Fungsi Ekosistem Pesisir Terhadap Lingkungan di Wilayah Pesisir Kecamatan Muaragembong. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 14(1), 1–13.

BNPB. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. In Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024 RINGKASAN. https://www.bnpb.go.id//uploads/renas/1/BUKU RENAS PB.pdf

Direja, A. H. S., & Wulan, S. (2018). BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA. Journal Dialog Penanggulangan Bencana BNPB, 9(2), 89–187.

E Wulandari., Fahmi, A., Evalina, Z., & Myna, A. (2020). The effect of morphology of post-tsunamiA coastal physiography on sustainability system of relocation settlement. Case study: Gampong Saney, Lhoong sub-district, Aceh Besar regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 452(1), 012117. https://doi.org/10.1088/1755-1315/452/1/012117

Fairuzahira, S., Rukmi, W., & Sari, K. (2020). Elemen Pembentuk Permukiman Tradisional Kampung Naga. Tata Kota Dan Daerah, 12(1), 29–38. https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2020.012.3

Nursaniah, C., Irwansyah, M., Qadri, L., & Mariana. (2021). The vulnerability of housing on the north coast of Banda Aceh to disasters from the sea. IOP Conference Series: Materials Science and EngineeringMaterials Science and Engineering, 1087(1), 012031. https://doi.org/10.1088/1757-899x/1087/1/012031

Nursaniah, C., Machdar, I., Munir, A., Irwansyah, M., & Sawab, H. (2019). Transformation of stilt houses : a way to respond to the environment to be sustainable. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 365, 012017. https://doi.org/10.1088/1755-1315/365/1/012017

Pemerintah Kota Banda Aceh. (2009). RENCANA TATA RUANG WILYAH (RTRW) Kota Banda Aceh 2009-2029. Pemerintah Kota Banda Aceh. http://dinaspupr.bandaacehkota.go.id/2018/04/25/rencana-tata-ruang-wilayah-kota-banda-aceh/

R Hakim, H. U. (2003). Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap (prinsip-unsur dan aplikasi disain) (1st ed.). Bumi Aksara.

Wulandari, E., Zahriah, & Fuadi, Z. (2021). Environmental adaptation and hazard reduction strategies in relocation housing development by its occupants case: Indo-Tiongkok housing, Neuheun Aceh Besar. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1087(1), 012043. https://doi.org/10.1088/1757-899x/1087/1/012043

Downloads

Published

2021-09-06

Issue

Section

Articles