Potret Krisis Sosio-Ekologi Kawasan Pesisir Dampak Reklamasi

Authors

  • Adelia Salsabila Anugrah Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Mila Karmilah Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Boby Rahman Universitas Islam Sultan Agung Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26418/uniplan.v3i1.52818

Keywords:

Keywords, Socio-Ecological Crisis, Coastal Areas, and Reclamation

Abstract

Kajian ini mengamati potret krisis sosio-ekologi yang muncul akibat reklamasi yang dilakukan guna menjawab keterbatasan lahan. Kasus reklamasi di Indonesia diambil untuk diperbandingkan dengan melihat bagaimana krisis sosio-ekologi dalam reklamasi. Kebutuhan lahan baru yang menjadi salah satu alasan dalam mereklamasi akan dikaji lebih dalam mengenai dampak yang ditimbulkannya pada krisis sosio-ekologis yang dirasakan masyarakat kawasan pesisir. Kajian ini menggunakan teknik analisis literature review yang dilakukan dengan menelusuri penelitian sebelumnya, dokumen, serta informasi media yang terkait dengan persoalan yang dikaji. Kajian ini dilandasi dengan variabel, indikator, dan parameter untuk mengidentifikasi krisis sosio-ekologis yang muncul di kawasan pesisir akibat reklamasi. Kajian ini menghasilkan bahwa reklamasi di Indonesia menimbulkan berbagai krisis sosio ekologi akibat reklamasi di Indonesia tidak memperhatikan tata kelola yang baik. Reklamasi telah memperburuk kondisi kehidupan kawasan pesisir dengan perubahan pola mata pencaharian dan tingkat kesejahteraan, lunturnya budaya, ketidakberlanjutan fungsi ruang publik, serta menyebabkan kerusakan ekosistem yang telah merusak keseimbangan lingkungan.

References

Aida, A., & An, Q. U. R. (n.d.). Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Berkelanjutan Perspektif Islam. 5, 1–24.

Aspan, Z. (2017). Advokasi Litigasi Kasus Reklamasi Pantai Makassar (Perspektif Undang-Undang Lingkungan Hidup). Amanna Gappa, 25(2), 9–24.

Cadith, J. (n.d.). KONFLIK DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA DI PESISIR TELUK BANTEN.

Dahyar Daraba, Ribka Christy, & Clara Saroinsong. (2020). Dampak Reklamasi Pantai Boulevard Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Journal of Public Administration and Government, 2(1), 27–34. https://doi.org/10.22487/jpag.v2i1.37

Departemen Kelautan dan Perikanan. (2004). Pedoman Reklamasi Di Wilayah Pesisir (Issue 16).

Dharmawan, A. H. (2007). Sistem Penghidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (Livelihood Sociology) Mazhab Barat dan Mazhab Bogor. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(2), 1–40. https://doi.org/10.22500/sodality.v1i2.5932

Djainal, H. (2017). Analisis Reklamasi Pantai Kota Ternate Dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan Fisik Kawasan Pesisir. Jurnal Tekhnologi, 16(2), 2099–2104.

Djunaedi, A., & Basuki, M. N. (2002). Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir. Jurnal Teknologi Lingkungan, 3(3), 225–231.

Francisca, M., & Roberto, I. (2018). Kelestarian Lingkungan Sumber Daya Alam Kelautan Dalam Implikasi Reklamasi Laut. Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY, 25(1), 59. https://doi.org/10.22219/jihl.v25i1.5989

Gangga, I., & Dewi, S. (2019). Penolakan Masyarakat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa Provinsi Bali. Diponegoro Private Law Review, 4(1), 390–400. http://www.forbali.org/,

Husna, N. (2012). Dampak Ekologi, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Akibat Reklamasi Pantai Tapaktuan Aceh Selatan. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 1(2), 171–178.

Imran, S. Y. (2013). Fungsi Tata Ruang Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Gorontalo. Dinamika Hukum, 18(3), 457–467.

IVAN, S. A. (2019). PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2009 DALAM LINGKUNGAN PELABUHAN WISATA DI UNIT PENYELENGGARA PELABUHAN KELAS III NUSA PENIDA. 1–45.

Japar, J. M. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Program Reklamasi Pantai Di Kota Makassar. Jurisprudentie : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah Dan Hukum, 7(2), 205. https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v7i2.17912

Maharani, R., Lugiana, R., & Anggraeni, R. (2011). Morfologi.

Mirantie, N. (2014). Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang dalam Kaitan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 16(1), 129–146. https://doi.org/10.24815/kanun.v16i1.6023

Muh Kamim, A. B. (2020). Ocean Grabbing di Indonesia dan Malaysia: Catatan Krisis Sosio-Ekologis Dampak Proyek Reklamasi. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1), 105–120. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v11i1.1587

Puspasari, R., Hartati, S. T., & Anggawangsa, R. F. (2018). Analisis Dampak Reklamasi Terhadap Lingkungan Dan Perikanan Di Teluk Jakarta. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 9(2), 85. https://doi.org/10.15578/jkpi.9.2.2017.85-94

Rellua, O. (2013). Proses Perizinan Dan Dampak Lingkungan Terhadap Kegiatan Reklamasi Pantai. Lex Administratum, 1(2).

Rina Yulianti, Mufarrijul Ikhwan, N. Z. (n.d.). Urgensi Pengaturan Reklamasi Pantai Di Wilayah Pesisir Selatan Madura. 4(1), 103–121.

Robin, R. (2019). Fisheries Adaptive Mechanism Analysis and Livelihood Vulnerability At Jakarta Bay. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(3). https://doi.org/10.22500/sodality.v6i3.20371

Said, M. (2019). Reklamasi Dan Dampaknya Terhadap Wilayah Pesisir Pantai Toboko Kota Ternate. Dintek, 12(2), 83–91.

Savira, F., & Suharsono, Y. (2013). Impact of Behavior Reclamation on Social Economic Conditions Other Coastal Communities. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.

Srianti, A. (2018). Impact of Behavior Reclamation on Social Economic Conditions Other Coastal Communities. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.

Subekti, S. (2019). Perjuangan Masyarakat Adat untuk Keadilan Ekologis di Teluk Benoa, Bali. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(1), 53. https://doi.org/10.14710/endogami.3.1.53-67

Vatria, B. (2010). Berbagai Kegiatan Manusia yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Degradasi Ekosistem Pantai serta Dampak yang Ditimbulkannya. Jurnal Belian, 9(1), 47–54.

Downloads

Published

2022-08-06

Issue

Section

Articles