Korelasi Konsep Home Based Enterprise Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kampung Pemulung

Authors

  • Kathleen Meira Berta Universitas Brawijaya
  • Murtanti Jani Rahayu Universitas Negeri Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.26418/uniplan.v3i2.61865

Abstract

Urbanisasi memberi dampak terhadap meningkatnya kebutuhan bermukim dan mata pencaharian. Didorong dengan adanya arus urbanisasi yang tidak diimbangi dengan penyediaan lokasi bermukim dan lapangan kerja, muncul sektor informal berupa perkampungan pemulung. Kampung Pemulung Eks-TPA Lowokdoro menjadi salah satu kampung pemulun terbesar di Kota Malang, baik dari segi wilayah dan skala usaha. Kegiatan memulung di bekas TPA Lowokdoro dikategorikan sebagai kegiatan informal di lahan illegal. Meskipun demikian, sektor ini menjadi pilihan mata pencaharian bagi lebih dari 20 KK di kampung pemulung tersebut selama tiga generasi. Kajian ini akan membahas mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat kampung pemulung jika dikaitkan dengan konsep Home Based Enterprise. Konsep ini dipilih untuk dibandingkan dengan kondisi di kampung pemulung atas dasar kemiripan karakteristik penggunaan ruang dan tingginya potensi peningkatan kesejahteraan dari aplikasi konsep ini. Kampung pemulung dapat menjadi satu entitas ruang ketiga atau third place dalam penerapan konsep home based enterprise.

Author Biography

Murtanti Jani Rahayu, Universitas Negeri Sebelas Maret


References

Akbar, A., 2009. ‘Contribution of Home Based Enterprises on Economic Development in Semarang City. Semarang: Diponegoro University, Indonesia.

Furqhon, C., 2013. Analisis Pemenuhan Sarana dan Prasarana Pada Permukiman Komunitas Pemulung di Kota Kediri.

Hart, K., 1985. The Informal Economy. The Cambridge Journal of Anthropology Vol. 10, No. 2 , pp. 54-58 (5 pages).

Kumala, S. & Yusman, F., 2014. Kajian Karakteristik dan Metode Penanganan Kawasan Kumuh (Studi Kasus: Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang). Jurnal Teknik PWK, pp. 244-253.

Larice, M. & Macdonald, E., 2007. The Urban Design Reader, second edition. New York: Routledge.

Ligthelm, A., 2007. Informal Retailing through Home-based Micro-enterprises: The Role of Spaza Shops. Development Southern Africa, 22(2), pp. 199-214.

Muhyidin, M., 2009. ANALISIS KERUANGAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) PUTRI CEMPO KOTA SURAKARTA, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Muzakir, 2010. Kajian Persepsi Harapan Sektor Informal Terhadap Kebijakan Pemberdayaanusaha Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Unauna. Media Litbang Sulteng III, pp. 12-20.

Sjahrir, 1986. Ekonomi Politik, Jakarta: LP3ES.

Strassmann, P. W., 1986. Types of Neighbourhood and Home-Based Enterprises: Evidence from Lima, Peru. Urban Studies, Vol. 23(No. 6), pp. 485-500.

Tyas, W. P., 2015. Home-based enterprises approach for post disaster housing: learnt from post disaster redevelopment programme in developing countries. Procedia - Social and Behavioral Sciences 227 ( 2016 ), p. 139 – 145.

Yankson, P. W. K., 2000. Houses and Residential Neighbourhoods as Work Places in Urban Areas: The Case of Selected Low Income Residential Areas in Greater Accra Metropolitan Area (GAMA), Ghana. Singapore Journal of Tropical Geography, 21(2), pp. 200-214.

Downloads

Published

2022-10-01

Issue

Section

Articles