Faktor-Faktor Kerentanan dan Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Sub-Daerah Aliran Sungai, Kasus: Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v4i2.72192Keywords:
Bencana banjir, Kecamatan Tangse, kerentanan, upaya mitigasiAbstract
Kecamatan Tangse adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pidie yang berada pada Pengunungan Bukit Barisan dengan kondisi karakteristik topografi wilayah berkontur yang beragam menjadikan Tangse memiliki daerah akumulasi genangan (cekungan) sehingga Kecamatan Tangse menjadi daerah rawan bencana banjir. Banjir menyebabkan korban jiwa, kerugian material dan rusaknya infrastruktur. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor kerentanan bencana banjir di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie dan upaya mitigasi bencana banjir. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan variabel kerentanan (fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan). Menggunakan metode analisis skala likert dengan pendekatan rasionalisme bersumber pada teori dan kebenaran empirik. Hasil dari penelitian ditemukan 7 faktor yang berpengaruh secara signifikan ialah faktor curah hujan (10,7%), kelerengan (8,8%), lokasi atau jarak rumah ke sungai (8,7%), selanjutnya di ikuti dengan faktor jenis tanah, kondisi sungai, kepadatan bangunan, dan material bangunan. Upaya mitigasi yang dilakukan dalam bentuk mitigasi non struktural dan mitigasi struktural.References
Auliyani, D. (2017) Daerah Bahaya Banjir Di Sub Daerah Aliran Sungai Sepauk Dan Tempunak, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Journal Of Watershed Management Research. 1(2), 83-95.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2008. Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2012. Kajian Tentang Penanggulangan Bencana Alam Di Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2016. Data Informasi Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2016. Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2017. Definisi Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah 2019. Secara Umum Bencana Alam Dibagi Menjadi Tiga Jenis. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pidie 2020. Kecamatan Tangse Dalam Angka 2019. Tangse. Sigli: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pidie.
Bakornas PB 2007. Pedoman Penanggulangan Banjir Tahun 2007-2008. Jakarta: Bakornas.
Bidang Pengembangan Lahan & Perlindungan Dinas Petanian Dan Peternakan Kab. Pidie 2013. Rekapitulasi Data Curah Hujan Dan Jumlah Hari Hujan Bulan Januari S/D Desember Tahun 2012 Di Kabupaten Pidie. Pidie: Dinas Petanian Dan Peternakan Kabupaten Pidie.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie 2014. Laporan Akhir Pengadaan Dokumen Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Rispam) Kabupaten Pidie. Pidie: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie.
Ditjen Penataan Ruang Dept.PU. 2015. Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Kawasan Rawan Bencana Banjir. Pidie: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie.
Doxiadis, C.A. (1968) Ekistic: Human Settlement. Oxpford University Press, New York
Hanafiah, J. (2015). Tangse yang Kini Akrab Bencana. Pidie.
International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) 2005. Membangun Ketahanan Bangsa dan Komunitas hasil Konferensi Sedunia tentang Peredaman Bencana. Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005-2015. No. A/CONF, 206/6.
Istikomah (2014). Zonasi Tingkat Kerentanan (Vulnerability) Banjir Daerah Kota Surakarta. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kunjana, G. (2011). Banjir Bandang Tangse, 26 Tewas 3 Hilang 425 Rumah Rusak. Pidie.
Muliana, A. (2017). 7 Tahun Tangse Dalam Kepungan Bencana Ekologis. Pidie.
Nurdin, N. (2019). Tangse Kembali Diterjang Banjir Bandang dan Luapan. Pidie.
Pemerintah Kabupaten Pidie 2008. Geografis dan Topografis. Pidie: Pemerintah Kabupaten Pidie.
Pemerintah Kabupaten Pidie 2020. Peta Kecamatan Kabupaten Pidie. Pidie: Pemerintah Kabupaten Pidie.
Rosyidie, A. (2013) Banjir: Fakta dan Dampaknya, serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota. 24(3), 241-249.
Sambas, A. M. (2017) Kajian Kawasan Berpotensi Banjir Dan Mitigasi Bencana Banjir Pada Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone. skripsi. Uin Alauddin, Makassar.
Sebastian, L. (2008) Pendekatan Pencegahan dan Penanggulangan Banjir. Dinamika Teknik Sipil. 8(2), 162-169.
Utoyo, B. (2006) Geografi. Jakarta, PT Pribumi Mekar.
Wulandari, E (2016) Konsep Pengembangan Kawasan Kota Pesisir Rawan Bencana Banjir Wilayah Kepulauan, Kasus: Kota-kota di Provinsi Aceh. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan (SNSTL) II, Padang, 19 Oktober 2016 e-ISSN 2541-3880 http://lingkungan.ft.unand.ac.id/id/informasi-dan-berita/courses-information/item/161-prosiding-snstl-ii
Wulandari, E., Nasution, B., Jamaludin, M., Salsabila, F. (2020) Proses Tumbuh Kembang Permukiman Perdesaan Muara Sungai di Pesisir Barat Aceh dan Adaptasi Berkelanjutannya Kasus: Gampong Geulanggang Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jurnal Arsitektur Zonase, Vol.3, Issue 3, Pages 195-208. http://ejournal.upi.edu/index.php/jaz
Yamani, A., Ernan, R., & widiatmata (2015). Evaluasi Pola Ruang Berbasis Kerawanan Banjir di Kabupaten Pidie. Tataloka. 17(13), 139.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)