Analisis Perubahan Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.26418/uniplan.v6i1.87605Keywords:
ruang terbuka hijau, perubahan RTH, ketersediaan RTH, kebutuhan RTH, perubahan lahanAbstract
Pembangunan perkotaan merupakan proses dinamis yang terus berubah dengan tujuan meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi. Umumnya, pembangunan di wilayah perkotaan lebih menekankan aspek fisik cenderung mengabaikan lingkungan. Alih fungsi lahan menjadi masalah serius karena mengancam ekosistem dan ketersediaan sumber daya. Untuk mengatasi dampak negatif pembangunan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dianggap sebagai solusi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Di Kota Semarang keberadaan RTH menjadi perhatian utama dalam pembangunan berkelanjutan, namun terdapat beberapa kecamatan yang belum memenuhi standar peraturan RTH. Salah satu kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gajahmungkur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan ketersediaan dan kebutuhan RTH berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan proyeksi penduduk di Kecamatan Gajahmungkur pada tahun 2018 dan 2023. Penelitian ini menggunakan metode overlay yang dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan standar peraturan pemerintah yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis, telah terjadi perubahan penurunan RTH seluas 119,567 hektar dalam lima tahun terakhir. Kebutuhan RTH berdasarkan luas wilayah adalah 280,5 hektar, berdasarkan jumlah penduduk adalah 127,532 hektar,, dan proyeksi penduduk adalah 165,122 hektar. Untuk mengetahui kecukupan RTH pada suatu wilayah dapat dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan kebutuhannya. Kondisi eksisting RTH pada tahun 2023 adalah 318,199 hektar, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebutuhan RTH di Kecamatan Gajahmungkur telah memenuhi standar peraturan.References
Adiyanta, F. S. (2018). Urgensi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau sebagai Ruang Publik dalam Tata Kota Berwawasan Lingkungan Hidup. Gema Keadilan, 5(1), 52–73.
Arifiah, S. R., & Suhartoyo. (2022). Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Upaya Mewujudkan Tata Kelola Kawasan Kota Berbasis Lingkungan (Eco City) yang Berkelanjutan. Administrative Law & Governance Journal, 5(3), 227–238.
Asra, R., Nurnawati, A. A., Irwan, M., & Mappiasse, M. F. (2021). Analisis Perubahan Lahan Sawah Berbasis Sistem Informasi Geografis di Wilayah Perkotaan Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang. Galung Tropika, 9(3), 286–297.
Azaria, D. P., Nasution, A. I., Simanjuntak, A. A., & Zaifa, G. A. (2023). Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Penanaman Hidroponik untuk Peningkatan Jumlah Ruang Terbuka Hijau di Jagakarsa. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 8(2), 289–290.
Budiman, Z. (2022). Penerapan Ruang Terbuka Hijau Di Karawang. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 1(01).
Dewa, D. D., & Sejati, A. W. (2019). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Emisi GRK Pada Wilayah Cepat Tumbuh Di Kota Semarang. Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia, 1(1), 24–31.
Dewi, N. K., & Rudiarto, I. (2013). Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 1(2), 175–188.
Harini, R., Yunus, H. S., & Hartono, S. (2012). Agricultural Land Conversion: Determinants And Impact For Food Sufficiency In Sleman Regency. Indonesian Journal of Geography, 44(2), 120–133.
Laka, B. M., Sideng, U., & Amal, A. (2017). Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Jurnal Geocelebes, 1(2), 43–52.
Prihatin, R. B. (2015). Alih Fungsi Lahan Di Perkotaan (Studi Kasus Di Kota Bandung Dan Yogyakarta). Jurnal Aspirasi, 6(2), 105–118.
Rini, M. S., & Susatya, J. (2019). Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Untuk Identifikasi Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Klaten. Pengembangan Wilayah Berkelanjutan Di Era Revolusi Industri 4.0, 280–300.
Sejati, A. W., Buchori, I., & Rudiarto, I. (2018, February). The Impact Of Urbanization To Forest Degradation In Metropolitan Semarang: A Preliminary Study.
Setiyaningrum, R. (2021). Analisis Aktivitas Perdagangan dan Jasa terhadap Penggunaan Lahan di Kelurahan Sampangan. Universitas Semarang.
Sudarwani, M. M., & Ekaputra, Y. D. (2017). Kajian Penambahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan, 19(1), 47–56.
Wibowo, Y. C. T., & Raidi, S. (2022). Analisis Aspek Fungsional dan Aspek Teknis Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus RTH di Banjir Kanal Barat Kota Semarang). Siar Iii, 3(7), 367–373.
Yudha, R. B. (2020). Analisis Perubahan Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tahun 2011-2018 Terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Zet, L., Yuniarti, E., Azzahra, S. F., Laia, T. K., & Wulandari, R. (2023). Monograf Akselerasi Pembangunan Beserta Dampak Lingkungannya. Mega Press Nusantara.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with "UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning" agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)