Pengaruh Umur Panen terhadap Hasil Ubi Jalar Aksesi ARF-08 pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Authors

  • Nilastri Wulandari

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v3i1.91310

Keywords:

ubi jalar, umur panen, tanah PMK

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.), merupakan jenis tanaman pangan umbi-umbian berasal dari Benua Amerika yang kaya nutrisi dan memiliki nilai jual yang relatif tinggi. Jenis tanaman ubi jalar beragam, salah satunya aksesi ARF-08. Belum ada informasi ilmiah terkait umur panen aksesi-aksesi ubi jalar di Pontianak dan sekitarnya, oleh karena itu penelitian untuk mendapatkan umur panen yang tepat bagi aksesi ubi jalar yang ada di Pontianak perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh umur panen terhadap hasil tanaman ubi jalar aksesi ARF-08 dan mendapatkan umur panen terbaik yang memberikan hasil yang tinggi dan kualitas baik untuk tanaman ubi jalar aksesi ARF-08 pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu umur panen. Umur panen terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : p1 (90 hari), p2 (105 hari), p3 (120 hari), dan p4 (135 hari). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdapat 3 sampel tanaman sehingga total keseluruhan 60 tanaman. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi panjang sulur utama, jumlah cabang, bobot segar bagian atas tanaman, bobot kering bagian atas tanaman, panjang umbi, diameter umbi, jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan kadar gula pada umbi yang dianalisis secara sidik ragam, sedangkan kadar serat dan kadar air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen 135 hari merupakan umur panen terbaik untuk variabel pengamatan panjang sulur utama, bobot segar bagian atas tanaman, bobot kering bagian atas tanaman, diameter umbi, berat umbi per tanaman, dan kadar gula pada umbi.

References

Badan Pusat Statistik, 2022. Statistik Indonesia. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretaris Jendral, Kementrian Pertanian. Indonesia.

Putra (2018). Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Genotipe Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Pada Berbagai Tingkat Penyiraman. Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Yatiningsih, H. B, Admadi., dan S, Mulyani. 2013. Studi Karakteristik Gizi Ubi Jalar Ungu (Ipomea batata ver Gunung Kawi) Pada Beberapa Umur Panen. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri. 1 (1) : 21 – 30.

Zhang, Z., Lu, Y., & Xu, J. (2015). Physicochemical and functional properties of dietary fiber from bamboo shoots (Phyllostachys pubescens) as affected by microwave processing. Journal of Food Science and Technology.

Zuraida, Nani. 2019. Status Ubi Jalar Sebagai Bahan Diversifikasi Pangan Sumber Karbohidrat. Iptek Tanaman Pangan, 4(1), 69–80

Downloads

Published

2025-05-27